Gatranews.id

Selamat Datang di Portal Berita Gatranews.id

Dove Hairfall Control Hadirkan Platform AI untuk Perawatan Rambut Rontok yang Lebih Personal

Perawatan rambut rontok mulai diarahkan pada pendekatan yang tidak hanya berfokus pada batang rambut, tetapi juga kondisi kulit kepala. Pendekatan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXI PERDOSKI 2026 di Yogyakarta.

Dalam forum yang mempertemukan lebih dari 2.000 tenaga medis dari berbagai daerah itu, Dove Hairfall Control bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Jakarta memperkenalkan platform berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama “Dove Scalp + Hair AI Analysis”.

Platform tersebut dikembangkan untuk membantu masyarakat melakukan skrining awal terhadap kondisi kulit kepala dan rambut rontok, sekaligus memperoleh rekomendasi perawatan yang lebih personal.

PIT XXI PERDOSKI 2026 sendiri berlangsung di Yogyakarta pada 5–9 Agustus 2026 dengan tema “Bridging the Gaps: From Innovation and Research to Application and Practice in Dermatology, Venereology, and Aesthetics”. Forum ini menyoroti perkembangan inovasi, termasuk pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan dalam bidang dermatologi.

Melalui kolaborasi tersebut, Dove Hairfall Control menyatakan ingin mendorong perubahan cara pandang dalam menangani rambut rontok, dari sekadar merawat batang rambut menjadi pendekatan yang dimulai dari kesehatan kulit kepala.

“Banyak masyarakat menganggap rambut rontok semata-mata disebabkan oleh batang rambut yang rapuh sehingga mereka hanya berfokus pada perawatan batang rambut seperti keramas, cara menyisir, atau metode lainnya yang belum tentu terbukti secara ilmiah. Padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa 80% rambut rontok berasal dari kulit kepala. Sebagai satu-satunya bagian ‘hidup’ dari rambut, kondisi kulit kepala yang terganggu dan tidak ternutrisi dengan baik akan berujung pada kesehatan rambut yang buruk dan memicu kerontokan yang lebih parah,” kata dr. Sofiah Lontoh, Sp.DVE, MSc.CSO, FINSDV, FAADV.

Menurut Sofiah, karakteristik kulit kepala setiap orang berbeda sehingga penanganan rambut rontok tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang seragam.

“Selain itu, karena setiap orang memiliki karakteristik kulit kepala yang berbeda, penanganannya pun tidak bisa disamaratakan. Diperlukan skrining sejak dini sebagai langkah penting untuk memahami penyebab rambut rontok sehingga masyarakat dapat memilih perawatan yang paling sesuai dan mencegah kondisinya menjadi semakin berat. Untuk itu, PERDOSKI Cabang Jakarta berkolaborasi dengan Dove Hairfall Control sebagai mitra terpercaya dalam menghadirkan platform ‘Dove Scalp + Hair AI Analysis’,” lanjut dr. Sofiah.

Platform tersebut dirancang dengan pendekatan self-assessment yang diklaim telah dirancang dan divalidasi oleh dermatolog. Pengguna dapat memasukkan informasi mengenai kondisi kulit kepala dan rambut untuk mendapatkan gambaran awal mengenai kondisi yang dialami serta rekomendasi perawatan.

Dalam materi yang diperkenalkan, teknologi AI digunakan sebagai bagian dari proses analisis. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami kondisi rambut rontok secara lebih personal sebelum menentukan perawatan yang sesuai.

“Dove Scalp + Hair AI Analysis” juga disebut menggabungkan pendekatan edukasi dengan rekomendasi perawatan. Dengan demikian, pengguna tidak hanya memperoleh pilihan produk, tetapi juga informasi mengenai kondisi kulit kepala dan rambut yang menjadi dasar rekomendasi.

Langkah ini sejalan dengan perkembangan dermatologi yang semakin memanfaatkan teknologi digital dan AI. Dalam laman resmi PIT XXI PERDOSKI 2026, panitia menyebut perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan telah membuka peluang baru dalam diagnosis dan tata laksana berbagai kondisi dermatologi. Namun, tantangan utamanya adalah memastikan inovasi tersebut dapat diterapkan secara nyata dalam praktik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Dove Hairfall Control, kolaborasi dengan PERDOSKI Cabang Jakarta menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pendekatan berbasis kondisi kulit kepala dalam perawatan rambut rontok.

Dalam materi yang disampaikan, platform tersebut dapat diakses melalui tautan dove-scalp-hair-ai.unilever.co.id. Pengguna dapat melakukan penilaian mandiri untuk memperoleh rekomendasi yang disesuaikan dengan kebutuhan kulit kepala masing-masing.

Meski demikian, hasil self-assessment berbasis AI tetap berada pada ranah skrining dan rekomendasi awal, bukan pengganti pemeriksaan langsung oleh dokter. Keluhan rambut rontok yang menetap, semakin berat, atau disertai kelainan pada kulit kepala tetap memerlukan evaluasi tenaga medis untuk menentukan penyebab dan penanganan yang tepat.

PIT XXI PERDOSKI 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan perkembangan teknologi dengan praktik dermatologi. Selain membahas inovasi dan riset, agenda tersebut juga mencakup simposium, lokakarya, dan kegiatan ilmiah yang ditujukan untuk memperkuat penerapan pengetahuan dermatologi dalam pelayanan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *