
Menjadi Tuan Rumah, Memburu Prestasi
Tangerang Selatan memikul dua target pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026. Selain memastikan penyelenggaraan berjalan baik, kota ini juga memburu prestasi melalui atlet-atletnya sendiri. Lebih dari sekadar medali, Porprov diharapkan meninggalkan pengalaman berharga bagi warga dan dampak positif bagi kehidupan kota.
Tangerang Selatan, Gatranews.id — Ada dua papan skor yang kelak akan dibaca Tangerang Selatan setelah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 berakhir. Papan skor pertama menunjukkan jumlah medali yang diraih atlet-atlet Tangsel, sedangkan papan skor kedua mencerminkan keberhasilan kota ini menjalankan perannya sebagai tuan rumah.
Dua target tersebut kini berjalan beriringan menjelang penyelenggaraan Porprov VII Banten 2026. Bagi Pilar Saga Ichsan, keduanya memiliki arti penting. Sebagai Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII, ia bertanggung jawab memastikan seluruh kontingen mendapat pelayanan yang layak dan pertandingan berlangsung secara adil.
Namun, Pilar juga menjabat Wakil Wali Kota Tangerang Selatan. Karena itu, ia memiliki harapan besar terhadap prestasi kontingen daerahnya sendiri.
“Saya sebagai Ketua PB Porprov, tapi tentu juga sebagai Wakil Wali Kota berharap Tangerang Selatan bisa menjadi juara,” kata Pilar.
Tuan Rumah dan Ambisi Menjadi Juara
Harapan tersebut bukan tanpa alasan. Pada Porprov VI Banten 2022, Tangerang Selatan menempati posisi ketiga. Kini, status sebagai tuan rumah membuat ekspektasi terhadap prestasi kontingen Tangsel semakin besar.
Meski demikian, persiapan atlet tidak dilakukan secara mendadak menjelang pertandingan. Menurut Pilar, pembinaan telah berjalan melalui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tangerang Selatan. Persiapan itu mencakup latihan, pemusatan latihan atau training camp, uji coba, hingga pemenuhan berbagai kebutuhan pendukung atlet.
Bagi atlet, bertanding di kota sendiri menghadirkan keuntungan sekaligus tekanan. Mereka bermain di hadapan masyarakat yang mengenal daerah yang mereka wakili. Harapan untuk meraih kemenangan pun terasa lebih dekat.
Dalam situasi tersebut, Pilar mengingatkan pentingnya menjaga stamina, kesiapan teknik, dan sportivitas. Prestasi memang menjadi sasaran, tetapi proses untuk mencapainya juga harus menjunjung nilai-nilai olahraga.
“Sportivitas penting sekali. Itu modal dasar dari seorang pejuang olahraga,” ujarnya.
Medali tetap menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan. Namun, bagi Pilar, cara atlet memperjuangkan medali tersebut tidak kalah penting.
Peluang Ekonomi dan Kesempatan Mengenal Kota
Porprov bukan hanya melibatkan atlet, pelatih, dan ofisial. Keluarga serta pendukung kontingen juga berpotensi datang untuk menyaksikan pertandingan. Kehadiran mereka akan memunculkan kebutuhan terhadap penginapan, makanan, transportasi, dan berbagai layanan lainnya selama berada di Tangerang Selatan.
Pilar melihat aktivitas tersebut sebagai peluang bagi perekonomian daerah. Hotel, restoran, kafe, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha lainnya diharapkan ikut merasakan manfaat dari penyelenggaraan Porprov.
Meski begitu, besarnya dampak ekonomi baru dapat diketahui setelah kegiatan berlangsung. Untuk saat ini, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat.
Di luar peluang ekonomi, Porprov juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Tangerang Selatan kepada masyarakat dari berbagai daerah di Banten. Tidak semua orang yang datang untuk menyaksikan pertandingan mengenal kota ini secara dekat.
Selama ini, sebagian masyarakat mungkin lebih mengenal Tangsel sebagai kawasan penyangga Jakarta. Melalui Porprov, para pengunjung berkesempatan melihat sisi lain kota tersebut, mulai dari kawasan kuliner, hotel, dan pusat kegiatan masyarakat hingga kehidupan kota yang tumbuh di antara permukiman, pendidikan, dan bisnis.
Dengan begitu, kunjungan untuk menyaksikan pertandingan dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal Tangerang Selatan lebih jauh.
Mengajak Warga Merasakan Pesta Olahraga
Sebuah pesta olahraga akan kehilangan sebagian maknanya jika hanya dikenal oleh mereka yang berkecimpung di dunia olahraga. Karena itu, menjelang penyelenggaraan pada November 2026, panitia juga menghadapi tantangan untuk mengajak masyarakat merasa menjadi bagian dari Porprov.
Publikasi direncanakan semakin intensif melalui media daring, surat kabar, media sosial, dan media luar ruang. Masyarakat perlu memperoleh informasi mengenai arena, jadwal pertandingan, serta cabang olahraga yang dapat disaksikan, termasuk yang berlangsung di sekitar tempat tinggal mereka.
Dalam wawancara mengenai persiapan Porprov, Pilar berulang kali mengharapkan dukungan warga Tangerang Selatan dan masyarakat Banten. Ia ingin masyarakat tidak hanya mengetahui penyelenggaraan ajang tersebut melalui pemberitaan, tetapi juga datang langsung untuk menyaksikan pertandingan.
Kehadiran penonton bukan sekadar meramaikan arena. Dukungan mereka dapat menjadi bagian dari pengalaman atlet saat berjuang membawa nama daerahnya. Sorakan dari tribun, misalnya, dapat membuat pertandingan terasa lebih hidup bagi atlet maupun masyarakat yang menyaksikannya.
Warisan Setelah Medali Dibagikan
Pertanyaan yang lebih besar muncul setelah seluruh medali dibagikan: apa yang akan tersisa ketika Porprov selesai?
Pilar berharap ajang tersebut tidak berakhir hanya sebagai daftar juara. Ia ingin masyarakat memperoleh pengalaman menyaksikan kompetisi yang tertib dan berkesan. Lebih jauh, ia berharap Porprov menjadi ruang bagi lahirnya atlet-atlet Banten yang kelak mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.
“Kita punya tanggung jawab moral kepada masyarakat Tangsel ataupun Banten bahwa event ini bisa memberikan dampak positif di masa depan,” katanya.
Di sinilah keberhasilan sebuah pesta olahraga menjadi lebih sulit diukur. Jumlah medali dapat dihitung pada malam penutupan, sedangkan warisan atau legacy membutuhkan waktu untuk terlihat.
Warisan itu bisa hadir ketika arena tetap dimanfaatkan setelah Porprov usai. Bisa pula terlihat saat atlet yang bertanding pada 2026 melangkah ke kompetisi nasional, semakin banyak masyarakat tertarik menekuni cabang olahraga, atau warga mengenang saat mereka memenuhi tribun untuk mendukung atlet daerahnya.
Porprov VII Banten pada akhirnya akan berakhir. Kontingen akan pulang, spanduk diturunkan, dan aktivitas kota kembali berjalan seperti biasa.
Namun, bagi Tangerang Selatan, keberhasilan menjadi tuan rumah semestinya tidak berhenti ketika pertandingan terakhir selesai. Pesta olahraganya mungkin hanya berlangsung beberapa hari, tetapi nilai dan dampak yang ditinggalkan seharusnya bertahan jauh lebih lama.
You may also like
Archives
- October 2026
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024

Leave a Reply