July 22, 2026

Jan Maringka: Integritas dan Kapasitas Prof. Purnomo Yusgiantoro Dibutuhkan Pimpin IKAL Lemhannas

  • March 26, 2026
  • 3 min read
Jan Maringka: Integritas dan Kapasitas Prof. Purnomo Yusgiantoro Dibutuhkan Pimpin IKAL Lemhannas

JAKARTA — Di tengah tekanan global yang kian kompleks, mulai dari krisis energi hingga ancaman terhadap ketahanan pangan, kebutuhan akan kepemimpinan nasional yang mampu menghadirkan solusi strategis dinilai semakin mendesak.

Tantangan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif berbagai elemen, termasuk kalangan usaha dan masyarakat. Dalam konteks ini, organisasi strategis seperti Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemhannas) dinilai memerlukan figur pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman.

Kekosongan posisi Ketua Umum IKAL Lemhannas saat ini disebut tidak boleh berlangsung lama. Organisasi yang beranggotakan alumni lintas sektor, baik sipil maupun militer, membutuhkan kepemimpinan yang memiliki integritas, kapasitas, serta rekam jejak yang teruji.

Advokat senior sekaligus mantan Jaksa Agung Muda Intelijen Kejaksaan RI periode 2017–2020, Jan Maringka, menilai sosok yang memenuhi kriteria tersebut adalah Purnomo Yusgiantoro.

Menurut Jan, IKAL Lemhannas bukan organisasi biasa. Sebagai wadah pemikiran strategis para alumni Lemhannas, organisasi ini membutuhkan pemimpin dengan standar tinggi yang tidak dapat ditawar.

“Ini bukan sekadar soal siapa yang bersedia, tetapi siapa yang paling dipercaya untuk memulihkan gerak organisasi secara cepat dan tepat. IKAL Lemhannas membutuhkan figur dengan integritas yang tidak diragukan serta kapasitas yang telah teruji,” ujar Jan dalam keterangannya.

Nama Purnomo Yusgiantoro, yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi, belakangan mencuat di kalangan internal organisasi. Jan menilai kemunculan nama tersebut bukan tanpa alasan, melainkan didukung oleh rekam jejak panjang di pemerintahan.

Purnomo diketahui pernah menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral selama dua periode (2000–2009), serta Menteri Pertahanan (2009–2014). Pengalaman tersebut dinilai menjadi indikator kuat atas kapasitas kepemimpinannya.

“Kepercayaan yang diberikan oleh para presiden dari masa ke masa bukan hal yang biasa. Itu menunjukkan integritas dan profesionalisme beliau dalam menjalankan amanah,” kata Jan.

Ia menambahkan, salah satu aspek krusial dalam kepemimpinan adalah komitmen terhadap hukum. Dalam pandangannya, Purnomo Yusgiantoro memiliki rekam jejak yang jelas dalam menempatkan hukum sebagai landasan utama dalam setiap kebijakan.

“Beliau tidak menjadikan hukum sekadar formalitas, tetapi sebagai pijakan utama dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.

Pendekatan tersebut, lanjut Jan, terlihat ketika Purnomo memimpin sektor strategis seperti energi dan pertahanan. Di tengah berbagai tekanan kepentingan, ia dinilai mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara dan kepatuhan terhadap regulasi.

Namun demikian, Jan menekankan bahwa integritas saja tidak cukup. Organisasi juga membutuhkan arah yang jelas, yang hanya dapat diwujudkan oleh pemimpin dengan kapasitas strategis.

Menurutnya, keunggulan lain Purnomo terletak pada kemampuannya menjembatani dunia akademik dan praktik. Hal ini tercermin dari kontribusinya dalam pengembangan pemikiran strategis melalui berbagai institusi, termasuk pendirian Universitas Pertahanan.

Selain itu, kiprahnya sebagai akademisi di Institut Teknologi Bandung (ITB) juga menunjukkan konsistensinya dalam membangun sumber daya manusia unggul.

“Inilah figur yang memahami keunggulan sumber daya alam sekaligus mampu membangun kualitas sumber daya manusia. Kombinasi ini sangat dibutuhkan IKAL Lemhannas saat ini,” kata Jan.

Ia juga menilai Purnomo sebagai sosok yang mampu membangun tim yang solid dan mendorong kolaborasi. Pendekatan tersebut dianggap penting mengingat IKAL Lemhannas bertumpu pada kekuatan gagasan dan kontribusi para anggotanya.

Lebih jauh, Jan menekankan pentingnya peran IKAL Lemhannas sebagai mitra strategis pemerintah. Organisasi ini, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai forum alumni, tetapi juga sebagai pemberi masukan kebijakan.

“Kita membutuhkan IKAL yang mampu menjadi sparring partner pemerintah, bukan hanya pengamat, tetapi juga pemberi solusi,” ujarnya.

Dengan pengalaman panjang dan jejaring luas lintas generasi, Purnomo dinilai memiliki posisi yang tepat untuk memimpin IKAL Lemhannas periode 2026–2030.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, Jan menegaskan bahwa organisasi membutuhkan kepemimpinan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga antisipatif.

“Beliau bukan hanya layak, tetapi sangat dibutuhkan,” kata Jan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *