July 17, 2026

Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Kolaborasi dengan TNI-Polri dan Optimalkan Teknologi

  • February 15, 2026
  • 3 min read
Antisipasi Karhutla, PTPN IV PalmCo Kolaborasi dengan TNI-Polri dan Optimalkan Teknologi

Menghadapi ancaman bencana tahunan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang berpotensi meningkat di awal 2026, Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, memperkuat pilar keberlanjutan melalui kolaborasi lintas sektoral bersama Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Langkah ini diwujudkan dalam rangkaian latihan terpadu serta simulasi tanggap darurat di sejumlah wilayah rawan, sebagai bagian dari strategi mitigasi nasional yang menekankan pencegahan dan kesiapsiagaan dini.

Sinergi tersebut dinilai krusial mengingat penanganan Karhutla di Indonesia menuntut kecepatan respons, ketepatan koordinasi, serta dukungan sumber daya yang memadai. Sebagai BUMN pengelola aset perkebunan nasional, PTPN IV PalmCo menempatkan mitigasi bencana sebagai prioritas strategis untuk menjaga stabilitas lingkungan sekaligus keberlangsungan operasional. Pendekatan ini tidak hanya berorientasi pada pemadaman, tetapi juga pada upaya pencegahan agresif berbasis teknologi dan penguatan kapasitas di lapangan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa perusahaan kini mengedepankan strategi aggressive prevention dan digitalisasi pemantauan sebagai tulang punggung pengendalian Karhutla. “Kami ingin memastikan bahwa Karhutla bisa dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada lagi kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujar Jatmiko di Jakarta, Sabtu (14/2).

Dalam kerangka tersebut, perusahaan telah mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA), yang memungkinkan deteksi titik panas secara real-time dengan presisi tinggi. “Sistem monitoring digital seperti ARFINA itu terus kami optimalkan untuk mendeteksi dini titik-titik panas di wilayah kerja perusahaan,” kata Jatmiko. Ia menekankan bahwa investasi pada sistem pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan penanganan saat api sudah membesar dan berdampak luas.

Selain penguatan teknologi, kesiapan infrastruktur fisik juga menjadi perhatian utama. PTPN IV PalmCo memastikan ketersediaan embung serta kolam penampungan air di titik-titik vital sebagai cadangan logistik pemadaman darurat. “Dengan sistem dan sumber daya yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa PTPN bisa menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan,” tambah Jatmiko, menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

Implementasi kolaborasi ini terlihat nyata di lapangan. Melalui salah satu regional operasionalnya di Riau, PTPN IV PalmCo bersama Korem 031/Wira Bima dan Kodim 0302/Inhu menggelar Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana di Kebun Air Molek. Kegiatan tersebut menjadi ajang uji kesiapan personel, peralatan, serta sistem komando terpadu dalam menghadapi potensi Karhutla.

Kasi Ops Korem 031/Wira Bima, Letkol Inf Teguh, yang meninjau langsung latihan tersebut, menekankan pentingnya soliditas tim gabungan. “Penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Diperlukan kesiapsiagaan bersama, komunikasi yang cepat, serta koordinasi yang solid antarinstansi. Latihan ini kami desain untuk memastikan seluruh unsur siap bergerak secara terpadu di lapangan,” kata Teguh. Ia juga mengapresiasi dukungan konkret PTPN IV PalmCo, mulai dari personel terlatih, peralatan pemadam, hingga sistem digital ARFINA yang dinilainya menjadi aset vital dalam meminimalkan dampak Karhutla di wilayah tersebut.

Pandangan serupa disampaikan Komandan Kodim 0302/Inhu, Letkol Inf Bangun Bara. Menurutnya, latihan gabungan ini tidak semata berfokus pada aspek teknis pemadaman, tetapi memiliki dimensi strategis untuk menyatukan pola pikir, langkah, dan tindakan seluruh pemangku kepentingan. “Latihan ini menjadi sarana penting untuk menyatukan pola pikir, langkah, dan tindakan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi ancaman bencana tahunan yang jamak terjadi,” ungkapnya. Ia menilai keterlibatan aktif PTPN IV PalmCo mencerminkan peran strategis BUMN dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Melalui perpaduan teknologi mutakhir yang dikembangkan PTPN IV PalmCo dan komando terstruktur dari TNI-Polri, upaya mitigasi Karhutla diharapkan semakin efektif. Sinergi ini menjadi fondasi penting untuk menekan potensi bencana di tahun 2026, sekaligus memperkuat keberlanjutan lingkungan dan keamanan nasional di tengah tantangan perubahan iklim yang kian kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *