Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

May 2025
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Internasional
  • Membongkar Figur Nayib Bukele: Antara Reformis Populer dan “Diktator Nyentrik”
Written by Tim Redaksi GatraNewsMay 17, 2025

Membongkar Figur Nayib Bukele: Antara Reformis Populer dan “Diktator Nyentrik”

Internasional Article

Jakarta, Gatranews.id – El Salvador kini berada dalam sorotan dunia berkat sosok presiden mudanya, Nayib Bukele. Dengan gaya komunikasinya yang blak-blakan, penggunaan media sosial yang canggih, dan pendekatan ekstrem terhadap kejahatan, Bukele menyebut dirinya sebagai “The World’s Coolest Dictator” — diktator terkeren di dunia. Julukan itu terdengar nyeleneh, namun menyimpan realitas yang tak bisa diabaikan: El Salvador kini berada di persimpangan antara kemajuan dan kekuasaan absolut.

Penjara Super Maksimum dan Strategi Tangan Besi

Langkah Bukele paling kontroversial datang lewat pembangunan Centro de Confinamiento del Terrorismo (CECOT) — penjara terbesar di dunia yang dirancang untuk menampung hingga 40.000 narapidana, mayoritasnya dituduh sebagai anggota geng kriminal seperti MS-13 dan Barrio 18.

Tayangan video dari penjara ini menunjukkan ribuan tahanan pria bertelanjang dada, kepala tertunduk, tangan diborgol, dan dijejerkan dalam posisi jongkok tanpa ruang gerak — gambaran yang mengerikan, namun bagi sebagian rakyat El Salvador, inilah “keadilan” yang telah lama dinanti.

Bukele mengklaim pendekatan kerasnya telah menurunkan angka pembunuhan secara signifikan, bahkan menjadikan El Salvador sebagai salah satu negara paling aman di Amerika Latin. Namun, keberhasilan ini dibayar mahal dengan penangkapan massal tanpa pengadilan, laporan penyiksaan, dan pembatasan akses bantuan hukum terhadap para tersangka.

Dibantu dan Didukung Amerika Serikat?

Sedikit yang menyadari bahwa langkah Bukele tidak terjadi dalam ruang hampa. Amerika Serikat, khususnya di era pemerintahan Trump, memiliki peran dalam memperkuat tangan Bukele. AS memindahkan ribuan tahanan dari penjara imigrasi ke El Salvador, termasuk mereka yang tidak memiliki catatan kriminal. Sebagai imbalannya, pemerintah Bukele mendapat bantuan finansial dan kerja sama keamanan.

Lebih dari itu, sejarah panjang hubungan El Salvador dan AS menunjukkan bahwa intervensi luar negeri turut membentuk kondisi negara tersebut hari ini. Dukungan AS terhadap rezim militer sayap kanan di masa lalu, disertai kebijakan neoliberal yang menindas kelas pekerja, telah memicu gelombang migrasi massal dan melemahkan sistem demokrasi lokal.

Konsolidasi Kekuasaan: Demokrasi dalam Bahaya

Meski mengklaim mewakili rakyat, langkah-langkah Bukele dalam mengonsolidasikan kekuasaan menimbulkan kekhawatiran mendalam. Pada 2021, ia merekayasa penggantian hakim Mahkamah Agung dan Jaksa Agung, serta membuka jalan bagi pencalonan kembali dirinya untuk masa jabatan kedua — yang sebelumnya dilarang konstitusi.

Pemilu 2024 menempatkannya sebagai pemenang telak dengan lebih dari 85 persen suara, angka yang mencerminkan popularitasnya tetapi juga menimbulkan tanya: sejauh mana pemilu tersebut bebas dan adil? Di sisi lain, media independen ditekan, jurnalis dikriminalisasi, dan suara-suara oposisi dibungkam secara sistematis.

Dibalik Citra Modern dan Gaya Populer

Bukele berhasil membangun citra sebagai pemimpin muda, berjiwa digital, dan anti-kemapanan. Ia aktif di Twitter (sekarang X), berbicara langsung kepada publik tanpa perantara media, dan kerap menggunakan meme atau sarkasme dalam menyampaikan kebijakan.

Namun di balik citra “cool” tersebut, ada praktik yang mengingatkan pada otoritarianisme klasik: pemerintahan yang tidak transparan, akuntabilitas yang rendah, dan pelanggaran sistematis terhadap hak asasi manusia. Human Rights Watch, Amnesty International, hingga Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menyuarakan keprihatinan terhadap pendekatan Bukele, terutama dalam hal penahanan sewenang-wenang dan kekerasan aparat.

Bagi sebagian besar rakyat El Salvador yang selama bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang kekerasan geng, kebijakan Bukele membawa rasa aman yang belum pernah mereka rasakan. Namun bagi para pengamat demokrasi dan HAM, Bukele adalah contoh bagaimana populisme bisa bertransformasi menjadi otoritarianisme, ketika kekuasaan terlalu terpusat dan tidak ada lagi ruang bagi kritik.

Mungkin benar bahwa Nayib Bukele telah menciptakan “model baru” pemerintahan di Amerika Latin — satu yang memadukan teknokrasi digital dengan tangan besi otoriter. Tapi pertanyaannya kini: apakah model ini akan membawa El Salvador menuju masa depan yang berkelanjutan, atau justru mengulang siklus represi yang pernah dialami generasi sebelumnya?

You may also like

Benjamin Netanyahu Akui Idap Kanker Prostat

Pernyataan Kemlu RI soal Board of Peace Dinilai Belum Jawab Kekhawatiran Publik atas Legitimasi Israel

Pasca Kejatuhan Assad, Israel Mencaplok Wilayah Strategis di Suriah Selatan

Tags: Nayib Bukele

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

May 2025
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress