Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

April 2025
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Mar   May »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Internasional
  • Mahmoud Khalil: Aktivis Palestina di AS yang Terancam Dideportasi, Simbol Perlawanan di Tengah Represi
Written by Tim Redaksi GatraNewsApril 10, 2025

Mahmoud Khalil: Aktivis Palestina di AS yang Terancam Dideportasi, Simbol Perlawanan di Tengah Represi

Internasional Article

New York, Gatranews.id – Sorotan dunia kini tertuju pada Mahmoud Khalil, aktivis mahasiswa pro-Palestina yang baru saja menyelesaikan studi magisternya di Universitas Columbia, Amerika Serikat. Bukannya merayakan kelulusan bersama istri yang tengah hamil tua, Khalil justru menghadapi ancaman deportasi usai ditangkap aparat Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE) di apartemennya pada 8 Maret 2025.

Penangkapan ini terjadi di tengah meningkatnya represi terhadap gerakan solidaritas Palestina di lingkungan kampus AS, seiring kebijakan keras pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap aktivis-aktivis yang mendukung kemerdekaan Palestina.

Mahmoud Khalil lahir di Suriah pada 1995 dari keluarga pengungsi Palestina yang terusir dari kampung halamannya di Tiberias sejak Nakba tahun 1948. Sejak kecil, ia akrab dengan ketidakpastian dan perjuangan. Ketika perang saudara pecah di Suriah, keluarganya terpaksa mencari suaka ke Eropa, sebelum akhirnya Khalil bekerja di Beirut, Lebanon.

Antara 2018 hingga 2022, ia menjabat sebagai staf Kantor Suriah di Kedutaan Besar Inggris di Beirut. Rekan kerjanya, Andrew Waller—seorang diplomat Inggris—menggambarkannya sebagai sosok penuh integritas dan sangat teliti.

Pada 2022, Khalil mendapat beasiswa dan diterima di program magister administrasi publik di School of International and Public Affairs, Universitas Columbia, New York. Ia lulus pada Desember 2024 dan dijadwalkan mengikuti wisuda pada Mei 2025.

Tak hanya sukses di bidang akademik, Khalil juga telah membangun kehidupan pribadi yang stabil. Ia menikah dengan Noor Abdalla, seorang warga negara Amerika Serikat, pada November 2023. Pada awal 2024, ia resmi memperoleh status penduduk tetap (green card) berdasarkan pernikahan sah tersebut.

Namun kehidupannya yang mulai tertata itu mendadak porak-poranda akibat tuduhan kontroversial yang dialamatkan padanya.

Dituduh Terkait Hamas, Namun Tanpa Bukti Jelas

Pemerintah AS menuding Khalil memiliki keterkaitan dengan Hamas—organisasi politik dan militer Palestina yang dianggap kelompok teroris oleh AS. Namun hingga kini, belum ada bukti konkrit yang dipublikasikan untuk mendukung klaim tersebut.

Khalil telah menyuarakan dukungannya terhadap hak-hak rakyat Palestina melalui aksi damai di kampus Columbia. Namun, para pendukungnya menegaskan bahwa aktivitas Khalil selalu bersifat non-kekerasan dan berada dalam koridor hukum AS, khususnya kebebasan berpendapat.

Kasus ini mencuat tidak lama setelah Presiden Donald Trump menyatakan akan menindak tegas aktivitas pro-Palestina di lingkungan kampus. Ia bahkan mengancam akan mencabut dana federal untuk universitas-universitas yang dinilai mendukung “gerakan antisemitisme”, istilah yang kerap disematkan secara luas terhadap kritik terhadap kebijakan Israel.

Penangkapan Khalil disebut sebagai bagian dari upaya membungkam suara-suara kritis di kalangan akademisi dan mahasiswa. Banyak pihak khawatir bahwa kebijakan ini akan menjadi preseden buruk bagi kebebasan sipil di AS.

Istri Sedang Hamil, Proses Hukum Masih Bergulir

Sejak penangkapannya, Khalil dipindahkan ke fasilitas penahanan imigrasi di Louisiana. Dalam sidang terakhir, Hakim Imigrasi Jamee Comans memberikan tenggat hingga 9 April 2025 bagi pemerintah AS untuk menghadirkan bukti terhadap tuduhan yang dilayangkan. Jika tidak, kasus ini akan dihentikan.

Sementara itu, sang istri, Noor Abdalla, yang tengah mengandung anak pertama mereka, terus memperjuangkan pembebasan Khalil. “Ia tidak melakukan kejahatan apa pun. Ia hanya mendukung rakyat Palestina. Dan itu bukan sebuah kejahatan,” ujar Noor dalam wawancara dengan The Guardian.

Penahanan Mahmoud Khalil telah memicu gelombang solidaritas dari kalangan akademisi, mahasiswa, aktivis HAM, hingga komunitas diaspora Palestina di seluruh dunia. Petisi online menuntut pembebasannya telah ditandatangani ribuan orang, sementara sejumlah organisasi HAM menyerukan agar pemerintah AS menghentikan kriminalisasi terhadap aktivis pro-Palestina.

Mahmoud Khalil kini menjadi simbol dari perjuangan yang lebih besar—antara hak untuk berbicara bebas dan kebijakan imigrasi yang represif. Di tengah tekanan politik yang membungkam aktivisme pro-Palestina di AS, nasib Khalil menjadi pengingat bahwa demokrasi pun bisa diuji, bahkan di negara yang selama ini mengaku menjunjung tinggi kebebasan.

You may also like

Benjamin Netanyahu Akui Idap Kanker Prostat

Pernyataan Kemlu RI soal Board of Peace Dinilai Belum Jawab Kekhawatiran Publik atas Legitimasi Israel

Pasca Kejatuhan Assad, Israel Mencaplok Wilayah Strategis di Suriah Selatan

Tags: Gaza, Mahmoud Khalil, Palestina

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

April 2025
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  
« Mar   May »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress