
Yaman Kembali Perketat Blokade Laut terhadap Kapal Israel
San’a, Gatranews.id – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan akan kembali menerapkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di berbagai perairan strategis, termasuk Laut Merah, Laut Arab, Selat Bab al-Mandab, dan Teluk Aden. Langkah ini diambil setelah tenggat waktu yang diberikan oleh pemimpin Ansarallah, Abdul-Malik al-Houthi, kepada Israel untuk membuka akses kemanusiaan ke Gaza berakhir tanpa respons yang memadai.
Keputusan ini dipandang sebagai eskalasi dalam tekanan terhadap Israel, yang hingga kini terus membatasi akses kemanusiaan ke Gaza. Dalam pernyataannya pada Selasa (11/3), militer Yaman menegaskan bahwa setiap kapal yang berhubungan dengan Israel yang mencoba memasuki zona blokade akan dianggap sebagai target operasi militer.
“Blokade ini akan tetap berlaku sampai Israel membuka kembali penyeberangan perbatasan Gaza dan mengizinkan masuknya makanan serta pasokan medis bagi rakyat Palestina,” ujar juru bicara militer Yaman dalam konferensi pers yang disiarkan secara nasional.
Blokade ini merupakan bagian dari komitmen Yaman dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina, khususnya di Gaza dan Tepi Barat yang masih berada di bawah pendudukan Israel.
Langkah ini menambah ketegangan di kawasan, terutama bagi sektor pelayaran dan perdagangan internasional. Selat Bab al-Mandab merupakan jalur penting bagi kapal dagang yang melintasi Laut Merah menuju Terusan Suez, yang menjadi salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Beberapa negara Barat, termasuk Amerika Serikat dan sekutu Eropa, menyuarakan keprihatinan atas dampak blokade ini terhadap rantai pasokan global. Amerika Serikat bahkan mempertimbangkan untuk meningkatkan kehadiran militernya di kawasan guna memastikan keamanan jalur perdagangan.
Israel sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait kebijakan terbaru Yaman ini. Namun, para analis memperkirakan bahwa Tel Aviv akan melakukan lobi internasional guna menggalang dukungan diplomatik dan militer dalam menghadapi tekanan dari kelompok Houthi.
Ancaman Serangan dan Situasi di Gaza
Sebelumnya, kelompok Houthi telah memperingatkan bahwa mereka siap melanjutkan serangan terhadap kapal-kapal Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina. Kelompok ini telah beberapa kali meluncurkan serangan drone dan rudal ke arah kapal-kapal Israel di Laut Merah dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, kondisi di Gaza terus memburuk akibat blokade yang diberlakukan oleh Israel. Kelangkaan bahan makanan dan obat-obatan telah memicu krisis kemanusiaan, dengan beberapa laporan menyebutkan bahwa wilayah tersebut tengah menghadapi ancaman kelaparan. Hamas, kelompok yang berkuasa di Gaza, mendesak komunitas internasional untuk segera mengambil langkah nyata dalam menekan Israel agar membuka akses bantuan kemanusiaan.
Keputusan Yaman untuk melanjutkan blokade laut terhadap kapal Israel semakin memperumit dinamika geopolitik di Timur Tengah. Dengan meningkatnya tekanan militer dan diplomatik, situasi ini berpotensi memperluas ketegangan regional serta memengaruhi stabilitas perdagangan global.
Masyarakat internasional kini menantikan langkah selanjutnya dari Israel dan negara-negara besar lainnya dalam menangani eskalasi ini serta mencari solusi bagi krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
You may also like
Archives
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024

Leave a Reply