Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

August 2024
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Jul   Sep »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Meneropong Masa Depan Ekonomi Syariah di Era Prabowo: Peluang dan Tantangan Indonesia di Kancah Global
Written by Tim Redaksi GatraNewsAugust 31, 2024

Meneropong Masa Depan Ekonomi Syariah di Era Prabowo: Peluang dan Tantangan Indonesia di Kancah Global

Ekonomi & Bisnis Article

Jakarta, Gatranews.id – Menyongsong era baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, ekonomi syariah kembali menjadi sorotan utama dalam diskusi akademik dan kebijakan publik.

Dalam pra-seminar yang digelar Jumat lalu oleh INDEF, Universitas Paramadina, dan UIN Jakarta, sejumlah pakar menyampaikan pandangan mereka mengenai prospek ekonomi syariah di Indonesia. Acara yang berlangsung secara daring ini mengusung tema “Prospek Kebijakan Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah di Era Prabowo”.

Ekonomi Syariah: Harapan Besar, Realita Berliku

Ekonom senior dan Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini menegaskan pentingnya sinergi antara ekonomi syariah dengan ekonomi normatif. Pengembangan ekonomi syariah bukan hanya soal kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, tetapi juga soal keterlibatan aktif dalam riset, pendidikan, dan pemberdayaan komunitas.

“Tujuan kita adalah menjalankan riset yang lebih maju, membangun pelatihan, dan terlibat dalam advokasi yang lebih efektif,” ujarnya dalam diskusi virtual pada Jumat (30/8).

Namun, tak semua pandangan dalam diskusi ini bernada optimistis. Mantan anggota DPR RI yang juga Associate di INDEF, Hakam Naja menyoroti sejumlah tantangan serius yang dihadapi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi syariah. Ia membandingkan Indonesia dengan negara-negara lain seperti Malaysia yang telah berhasil membangun manajemen ekonomi syariah yang kuat selama dekade terakhir.

“Malaysia telah menjadi contoh sukses dengan 40% perbankan syariah, sedangkan Indonesia baru mencapai 7%. Padahal, kita memiliki populasi muslim yang jauh lebih besar,” kata Hakam.

Ia juga mencatat bahwa dalam perdagangan makanan halal, Indonesia tertinggal dari negara-negara seperti Thailand, Vietnam, dan India.

“Ini menunjukkan bahwa kita masih belum mengoptimalkan potensi ekonomi syariah di dalam negeri, apalagi di pasar internasional,” tambahnya.

Baca juga: Generasi Silver dan Indonesia Emas 2045, LD FEB UI Ulas Strategi Kebijakan Inklusif untuk Lansia

Menakar Potensi Indonesia sebagai Pusat Industri Halal Global

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza memaparkan proyeksi ekonomi syariah global yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Total aset keuangan syariah global diprediksi mencapai US$6,6 miliar pada 2027, dengan Indonesia berpotensi menjadi pemain utama.

“Indonesia memiliki modal besar sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Ini harus dimanfaatkan untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal global,” tutur Handi.

Menurutnya, sinergi dan interkoneksi ekosistem ekonomi syariah di Indonesia harus diperkuat, terutama di era pemerintahan Prabowo-Gibran. Ia menekankan perlunya integrasi ekonomi syariah dalam rencana pembangunan jangka menengah dan panjang, serta pengembangan kawasan ekonomi khusus berbasis syariah.

“Indonesia harus bisa menjadi hub perkembangan ekonomi syariah global, termasuk industri halal, keuangan syariah, dan pariwisata halal,” tegasnya.

Tantangan Menuju Masa Depan yang Lebih Baik

Meski potensi ekonomi syariah di Indonesia besar, tantangan yang dihadapi tak kalah besar. Prof. Nur Hidayah dari UIN Jakarta mengingatkan bahwa Indonesia masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan.

“Industri halal kita masih perlu meningkatkan kualitas agar bisa bersaing secara global,” ujarnya.

Dalam pandangannya, visi Prabowo yang berfokus pada pengembangan ekonomi syariah harus mencakup penguatan regulasi, peningkatan daya saing industri halal domestik, dan perluasan akses pasar global.

“Komitmen ini menunjukkan bahwa Indonesia tak hanya mendukung pertumbuhan industri halal di tingkat nasional, tetapi juga berambisi untuk menjadi pusat industri halal terkemuka di dunia,” kata Nur Hidayah.

Peneliti INDEF, Izzudin Al Farras Adha juga memberikan catatan penting mengenai posisi Indonesia di kancah ekonomi syariah global. Ia mencatat bahwa meskipun aset keuangan syariah Indonesia terus meningkat, peringkat globalnya justru menurun.

“Ini artinya negara-negara lain lebih cepat dalam pencapaiannya. Indonesia perlu meningkatkan upayanya agar tidak tertinggal,” ujar Farras.

Menuju Era Keemasan Ekonomi Syariah?

Saaat ini, ekonomi syariah di Indonesia berada di persimpangan jalan. Di satu sisi, terdapat peluang besar yang bisa dimanfaatkan untuk mendorong Indonesia menjadi pusat ekonomi syariah global. Di sisi lain, ada tantangan struktural dan kompetitif yang harus segera diatasi.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekonomi syariah. Mulai dari penguatan regulasi hingga pengembangan industri halal yang lebih kompetitif.

Jika semua potensi ini dapat dioptimalkan, bukan tidak mungkin Indonesia akan memasuki era keemasan ekonomi syariah. Menjadikan negara ini sebagai pemain kunci di panggung internasional.

You may also like

AQUA Elektronik Raih Superbrands Indonesia 2026 untuk Kategori Kulkas dan Mesin Cuci

S-26 Exceptional Day Dorong Orangtua Pahami Pentingnya Nutrisi dan Stimulasi Anak

BRI Life Raih Dua Penghargaandi Ajang The Best Contact Center Indonesia 2026

Tags: Ekonomi Syariah, Industri Halal, Prabowo, Prabowo-Giban

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

August 2024
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Jul   Sep »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress