Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

May 2025
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Regional
  • Mengungkap Sejarah Dodol Betawi: Warisan Kuliner Manis dari Tanah Jakarta
Written by Tim Redaksi GatraNewsMay 5, 2025

Mengungkap Sejarah Dodol Betawi: Warisan Kuliner Manis dari Tanah Jakarta

Regional Article

Jakarta, Gatranews.id – Di tengah hiruk-pikuk modernisasi ibu kota, ada satu kuliner tradisional yang tetap bertahan sebagai simbol budaya masyarakat Betawi: dodol Betawi.

Makanan manis dan lengket ini bukan sekadar kudapan biasa. Ia menyimpan sejarah panjang, nilai-nilai budaya, hingga filosofi hidup masyarakat asli Jakarta.

Asal-usul dodol Betawi diperkirakan sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Beberapa catatan menyebutkan, dodol mulai dikenal luas oleh masyarakat Betawi pada abad ke-19. Konon, resep dodol dibawa oleh pedagang dari wilayah Nusantara lainnya seperti Banten dan Garut, lalu diadaptasi oleh masyarakat Betawi dengan sentuhan khas mereka.

Berbeda dari dodol Garut yang lebih komersial, dodol Betawi memiliki karakteristik tersendiri. Rasanya lebih legit, teksturnya lebih padat dan tidak mudah meleleh. Bahan baku utama dodol Betawi adalah ketan hitam atau ketan putih, santan kelapa segar, dan gula merah pilihan. Semua bahan ini dimasak dalam kuali besar selama belasan jam dengan pengadukan yang nyaris tanpa henti.

Dodol sebagai Simbol Budaya dan Kebersamaan

Dalam budaya Betawi, dodol bukan sekadar makanan, tapi juga simbol kebersamaan dan kerja sama. Proses pembuatannya yang berat dan memakan waktu panjang menjadikannya sebagai momen sosial bagi masyarakat. Biasanya, dodol dibuat secara gotong royong, terutama menjelang hari-hari besar seperti Lebaran, Maulid Nabi, atau hajatan pernikahan.

Tradisi ini dikenal sebagai “ngaduk dodol”. Dalam satu sesi pembuatan, bisa melibatkan lebih dari 10 orang. Laki-laki dewasa biasanya bertugas mengaduk adonan menggunakan alat khusus berbentuk dayung, sementara perempuan mempersiapkan bahan-bahannya. Proses ini dapat berlangsung hingga 8 sampai 12 jam tanpa henti.

“Kalau belum pernah ngaduk dodol, berarti belum sah jadi orang Betawi,” ujar H. Saepudin, tokoh budaya Betawi dari Condet, Jakarta Timur. “Ngaduk dodol itu bukan cuma soal bikin makanan, tapi soal kebersamaan, soal gotong royong yang jadi ciri khas orang Betawi.”

Keistimewaan Dodol Betawi

Ada beberapa ciri khas dodol Betawi yang membedakannya dari dodol lain di Nusantara. Warna dodol Betawi biasanya cokelat gelap kehitaman, teksturnya kenyal dan padat, tapi tidak lengket di tangan. Aromanya sangat khas karena penggunaan santan segar dan gula aren berkualitas tinggi.

Selain versi original, kini mulai muncul inovasi rasa dodol seperti durian, pandan, jahe, bahkan kopi. Namun dodol dengan rasa klasik tetap menjadi favorit banyak orang, terutama para pencinta kuliner tradisional.

Wilayah Condet, Jagakarsa, Kalideres, dan Srengseng Sawah dikenal sebagai sentra dodol Betawi. Di kawasan-kawasan ini, masih ada keluarga-keluarga yang mempertahankan tradisi membuat dodol secara turun-temurun. Bahkan, tak sedikit di antaranya yang menjadikan dodol sebagai mata pencaharian utama.

Sentra Produksi dan Pelestarian Tradisi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan juga telah mengupayakan pelestarian dodol Betawi sebagai warisan budaya tak benda. Beberapa festival kuliner Betawi, seperti Lebaran Betawi dan Pekan Budaya Betawi, rutin menampilkan demo masak dodol sebagai bagian dari edukasi budaya kepada generasi muda.

“Dodol Betawi adalah warisan budaya yang harus dijaga. Lewat dodol, kita belajar tentang sejarah, filosofi hidup, dan nilai sosial masyarakat Betawi,” kata Yahya Andi Saputra, Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.

Meski tetap eksis, dodol Betawi menghadapi tantangan besar. Proses produksinya yang rumit membuat generasi muda enggan melanjutkan tradisi ini. Selain itu, persaingan dengan makanan modern dan produk instan semakin mempersempit pasar dodol tradisional.

Namun, ada harapan. Beberapa pelaku UMKM mulai memodifikasi kemasan dodol agar lebih menarik dan higienis. Dodol juga mulai dipasarkan secara daring lewat media sosial dan marketplace. Dukungan pemerintah dalam bentuk pelatihan dan promosi juga terus dilakukan agar dodol Betawi bisa menembus pasar yang lebih luas.

Dodol Betawi bukan hanya makanan, tapi bagian penting dari sejarah dan identitas budaya Jakarta. Ia menjadi saksi bisu dari perjalanan masyarakat Betawi dalam menjaga tradisi di tengah perubahan zaman. Selama masih ada orang Betawi yang mau “ngaduk dodol” dan berbagi rasa manisnya, warisan ini akan tetap hidup dan menjadi kebanggaan kota Jakarta.

You may also like

Kuasa Hukum Oggy: Keputusan Bisnis Tak Bisa Diubah Jadi Tindak Pidana

Hesti Sitorus Mengaku Laporannya Ditolak di Polrestabes Medan, Adu ke Propam

Aliran Air Kosambi Barat Kembali Normal, PERUMDAM TKR Pastikan Pelayanan Terus Dipantau

Tags: Sejarah Dodol Betawi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

May 2025
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress