July 7, 2026

TASPEN Ingatkan Pensiunan Waspadai Modus Penipuan Bermodal AI dan Tautan Palsu

  • July 5, 2026
  • 2 min read
TASPEN Ingatkan Pensiunan Waspadai Modus Penipuan Bermodal AI dan Tautan Palsu

Jakarta, Gatranews.id – PT TASPEN (Persero) mengimbau para pensiunan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Modus kejahatan tersebut terus berkembang, mulai dari akun media sosial palsu hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Corporate Secretary TASPEN, Henra, mengatakan pelaku kini memanfaatkan berbagai saluran digital untuk menipu korban. Modus yang digunakan antara lain pesan WhatsApp, tautan phishing, surat palsu, hingga gambar, suara, dan video hasil rekayasa AI yang menyerupai identitas resmi TASPEN.

“TASPEN senantiasa berkomitmen melindungi peserta dari berbagai potensi kejahatan digital yang memanfaatkan nama perusahaan. Kami mengimbau peserta dan masyarakat untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima serta tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dapat dipastikan keabsahannya,” ujar Henra.

Menurut TASPEN, salah satu modus yang belakangan ditemukan adalah penawaran program penyaluran dana bantuan bagi pensiunan melalui kanal komunikasi tidak resmi. Informasi semacam itu dinilai berpotensi menyesatkan dan merugikan masyarakat.

Data Indeks Literasi Digital Nasional yang dirilis Kementerian Komunikasi dan Digital menunjukkan skor literasi digital masyarakat Indonesia berada di angka 3,54 dari skala 5. Meski terus meningkat, aspek keamanan digital dinilai masih perlu diperkuat.

Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) dan sejumlah penelitian menunjukkan kelompok lanjut usia masih menghadapi tantangan dalam memahami keamanan digital. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena mayoritas peserta TASPEN merupakan kalangan pensiunan.

Terapkan Prinsip “Tahan, Pastikan, Laporkan”

Sebagai langkah pencegahan, TASPEN mengajak masyarakat menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, Laporkan”. Peserta diminta tidak langsung mempercayai informasi yang diterima, memastikan kebenarannya melalui kanal resmi, lalu melaporkan jika menemukan indikasi penipuan.

Perusahaan juga menegaskan tidak pernah meminta peserta membayar biaya administrasi tertentu untuk memperoleh layanan. TASPEN juga tidak pernah meminta kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi lainnya.

Henra mengimbau masyarakat hanya memperoleh informasi melalui kanal resmi TASPEN. Informasi dapat diakses melalui situs resmi, media sosial resmi, aplikasi Andal by Taspen, kantor cabang, maupun Call Center TASPEN.

Menurut dia, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan peserta. Melalui peningkatan kewaspadaan dan literasi digital, TASPEN berharap masyarakat tidak mudah menjadi korban penipuan yang memanfaatkan nama perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *