July 23, 2026

Hari Anak Nasional 2026, Giwo Rubianto Ajak Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah bagi Anak

  • July 22, 2026
  • 2 min read
Hari Anak Nasional 2026, Giwo Rubianto Ajak Semua Pihak Wujudkan Lingkungan Aman dan Ramah bagi Anak

Presiden Federasi Business and Professional Women (BPW) Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto, M.Pd., mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat komitmen dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 yang diperingati setiap 23 Juli.


Menurut Giwo, anak harus ditempatkan sebagai pusat perhatian dalam setiap kebijakan dan pembangunan karena kualitas bangsa di masa depan ditentukan oleh bagaimana generasi muda dipersiapkan sejak dini.


“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen bersama bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan yang berkualitas, serta kesempatan yang setara untuk tumbuh dan berkembang sesuai potensinya,” kata Giwo dalam keterangan tertulis, Rabu (23/7/2026).


Peringatan Hari Anak Nasional 2026 mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, yang menekankan pentingnya menghadirkan lingkungan aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

Tema tersebut juga sejalan dengan prinsip-prinsip Konvensi Hak Anak (Convention on the Rights of the Child) yang menjamin hak anak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, dan didengar pendapatnya.


Giwo menilai pembangunan manusia harus dimulai dengan mempersiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, empati, serta semangat gotong royong.


Ia menegaskan keluarga memegang peran utama dalam pembentukan karakter anak. Karena itu, rumah harus menjadi ruang yang aman, penuh kasih sayang, penghargaan, dan keteladanan.

“Jangan sampai anak menjadi korban kekerasan, pengabaian, maupun perlakuan yang dapat melukai fisik dan mental mereka. Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang menghormati martabatnya,” ujarnya.


Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Giwo juga mengingatkan bahwa anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Oleh sebab itu, pendidikan tidak cukup hanya membekali anak dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga nilai-nilai karakter seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, toleransi, dan kepedulian sosial.

Sebagai Presiden BPW Indonesia, Giwo mengajak keluarga, pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan media membangun ekosistem yang aman, sehat, inklusif, serta ramah anak.


Menurut dia, menyayangi dan melindungi anak bukan sekadar mencegah mereka dari berbagai ancaman, melainkan juga memberikan kesempatan untuk belajar, bermimpi, berkarya, dan mengembangkan potensi terbaiknya.


“Anak bukan hanya pewaris masa depan, tetapi pembangun masa depan Indonesia,” kata Giwo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *