ITE Group Bidik Indonesia Jadi Mitra Strategis untuk Perluas Akses ke Pasar Rusia
Penyelenggara pameran bisnis internasional asal Rusia, ITE Group, memperkuat kerja sama dengan Indonesia melalui penyelenggaraan MosBuild Forum Jakarta 2026. Langkah ini dilakukan sebagai upaya membuka akses yang lebih luas bagi produk-produk Indonesia untuk memasuki pasar Rusia dan kawasan Commonwealth of Independent States (CIS).
CEO ITE Group, Dmitry Zavgorodniy, mengatakan Indonesia dipilih sebagai salah satu negara prioritas karena memiliki basis manufaktur yang kuat, daya saing produk yang tinggi, serta potensi ekspor yang terus berkembang.
ITE Group yang berdiri sejak 1991 saat ini menyelenggarakan lebih dari 30 pameran internasional setiap tahun yang mencakup berbagai sektor, mulai dari konstruksi, bahan bangunan, kemasan, makanan dan minuman, pariwisata, hingga teknologi.
Setiap tahunnya, jaringan pameran tersebut mempertemukan lebih dari 500.000 pengunjung profesional dan sekitar 10.000 peserta pameran dari berbagai negara. Perusahaan juga memiliki platform digital ITE Connect yang memungkinkan pelaku usaha membangun komunikasi bisnis dengan calon pembeli sebelum pameran berlangsung.
Kunjungan ITE Group ke Jakarta pada 8 Juli 2026 menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk mempererat hubungan dagang Indonesia dan Rusia sekaligus memperkenalkan berbagai peluang yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha Indonesia melalui jaringan pameran internasional yang dimilikinya.
MosBuild Forum Jakarta 2026 yang digelar di ICE BSD City, Tangerang, turut menghadirkan perwakilan Kementerian Perdagangan, pelaku industri, dan perusahaan logistik. Kepala Bidang Bahan Kimia dan Bahan Bangunan Direktorat Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Kementerian Perdagangan, Robi Handoko, mengatakan pemerintah menyambut baik penyelenggaraan forum tersebut karena dinilai dapat meningkatkan eksplorasi pasar Rusia bagi produk-produk Indonesia, khususnya di sektor bahan bangunan dan konstruksi.
Menurut Robi, forum tersebut menjadi peluang bagi perusahaan Indonesia untuk menjalin hubungan dengan importir, distributor, kontraktor, retailer, hingga pengembang properti di Rusia.
ITE Group mencatat hubungan perdagangan Indonesia dan Rusia terus menunjukkan tren positif. Pada 2025, nilai ekspor Indonesia ke Rusia meningkat 42,7 persen menjadi sekitar US$ 1,88 miliar, mencerminkan semakin besarnya peluang produk Indonesia untuk menembus pasar negara tersebut.
Perusahaan juga menilai sektor produk kayu menjadi salah satu komoditas yang memiliki prospek besar. Nilai ekspor produk kayu Indonesia ke Rusia tercatat meningkat hingga 156 persen atau mencapai sekitar US$ 23,9 juta pada 2025.
Sementara itu, ekspor furnitur Indonesia ke Rusia masih berada di kisaran US$ 3,8 juta, atau sekitar 0,17 persen dari total impor furnitur Rusia, sehingga masih terbuka ruang yang luas bagi produsen Indonesia untuk meningkatkan pangsa pasarnya.
“Indonesia memiliki basis manufaktur yang sangat besar dan semakin mendapat perhatian di pasar Rusia. Kami melihat peluang besar untuk mempertemukan perusahaan-perusahaan Indonesia dengan pembeli, distributor, dan mitra bisnis melalui ekosistem pameran ITE. Tidak hanya melalui MosBuild, tetapi juga berbagai pameran sektor lainnya yang didukung platform digital ITE Connect sehingga hubungan bisnis dapat dimulai bahkan sebelum pameran berlangsung,” ujar Dmitry.
MosBuild merupakan salah satu pameran unggulan ITE Group di bidang bangunan dan interior terbesar di Rusia dan kawasan CIS. Pameran tersebut mempertemukan berbagai pelaku industri, mulai dari wholesaler, retailer, perusahaan konstruksi, arsitek, hingga pengembang properti.
International Sales Director ITE Group, Darryl Pawsey, mengatakan keikutsertaan dalam MosBuild tidak hanya memberikan kesempatan bertemu calon pembeli, tetapi juga membantu perusahaan memahami kebutuhan pasar, tren industri, hingga peluang pengembangan bisnis di Rusia.
Pada penyelenggaraan 2026, Indonesia resmi berpartisipasi melalui PT Tatalogam Lestari. Account Manager PT Tatalogam Lestari, Hengky Prasetia, mengaku keikutsertaan dalam MosBuild memberikan manfaat nyata karena perusahaan dapat dipertemukan langsung dengan calon pelanggan dari berbagai negara.
“Selama pameran hingga beberapa bulan setelahnya kami memperoleh banyak lead bisnis, baik dari distributor, retailer, aplikator, kontraktor, arsitek lokal Rusia, maupun perusahaan dari Turki dan sejumlah negara Eropa,” ujar Hengky.
Sementara itu, PT Eurotrans Logistik Indonesia menyatakan siap mendukung kebutuhan logistik perusahaan Indonesia yang ingin mengikuti MosBuild, mulai dari pengiriman barang menuju lokasi pameran di Rusia hingga pemulangan kargo setelah kegiatan berakhir.
Dengan meningkatnya hubungan dagang kedua negara serta semakin luasnya akses terhadap jaringan pembeli internasional melalui ekosistem ITE Group, peluang produk manufaktur Indonesia untuk memperkuat posisinya di pasar Rusia dinilai semakin terbuka.
