July 2, 2026

Kemenko Pangan dan IDSurvey Percepat Transformasi Green and Smart Port untuk Perkuat Logistik Pangan Nasional

  • July 2, 2026
  • 3 min read
Kemenko Pangan dan IDSurvey Percepat Transformasi Green and Smart Port untuk Perkuat Logistik Pangan Nasional

Kementerian Koordinator Bidang Pangan bersama IDSurvey mempercepat implementasi program Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026 sebagai upaya meningkatkan efektivitas logistik pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Program ini merupakan tindak lanjut dari Asesmen Green and Smart Port 2025 yang telah dilakukan di delapan pelabuhan di Indonesia.


Mengusung tema “Hijau Hari Ini, Cerdas Esok Hari, Ketahanan Pangan Selamanya”, GSPI ASRI 2026 dirancang untuk mendorong pelabuhan menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan, efisiensi operasional, dan digitalisasi layanan. Transformasi tersebut dinilai penting karena pelabuhan merupakan simpul utama distribusi logistik yang berperan menjaga kelancaran arus pangan antardaerah, menekan biaya logistik, meningkatkan efisiensi rantai pasok, serta menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.


Deputi Bidang Koordinasi Tata Niaga dan Distribusi Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Tatang Yuliono, mengatakan transformasi pelabuhan menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Pelabuhan merupakan simpul strategis dalam rantai pasok pangan nasional. Melalui Green and Smart Port Initiatives (GSPI) ASRI 2026, kami ingin mendorong terwujudnya pelabuhan yang tidak hanya efisien dan berdaya saing, tetapi juga berkelanjutan serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Sinergi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam meningkatkan efektifitas logistik yang mampu menjamin kelancaran distribusi pangan, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” ujar Tatang.


Program Green and Smart Port dikembangkan sebagai instrumen asesmen untuk mengukur sekaligus mendorong penerapan konsep Green Port dan Smart Port di Indonesia. Penilaiannya mengacu pada Green and Smart Port Guidelines 3.0/2023 yang disusun berdasarkan regulasi nasional dan praktik terbaik internasional.
Indikator penilaian dikelompokkan dalam aspek Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), selaras dengan program Gerakan Indonesia ASRI.

Asesmen mencakup tata kelola, operasional pelabuhan, pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, keselamatan dan kesehatan kerja, hingga digitalisasi layanan, dengan komposisi penilaian 80 persen aspek Green Port dan 20 persen Smart Port.


Proses asesmen dimulai melalui self-assessment pada platform My Green Port, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi dokumen, survei lapangan oleh asesor independen, hingga penilaian akhir oleh dewan pertimbangan sesuai bidang keahlian masing-masing.


Sebagai tindak lanjut hasil asesmen tahun 2025, GSPI ASRI 2026 akan digelar pada 15 Juli 2026 di Dermaga C Pelabuhan PT Petrokimia Gresik, Jawa Timur.

Dalam kegiatan tersebut akan diserahkan hasil penilaian kepada delapan pelabuhan peserta, yakni PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Krakatau Bandar Samudera, PT Vale Indonesia, PT Pelindo Petikemas–TPK Banjarmasin, PT Indonesia Kendaraan Terminal, PT Pelindo Multi Terminal Branch Tanjung Intan, dan Terminal Petikemas Bitung.


Selain penyerahan hasil asesmen, program ini juga mencakup pendampingan serta penguatan implementasi praktik terbaik agar pelabuhan semakin ramah lingkungan, terdigitalisasi, dan mampu meningkatkan daya saing dalam mendukung sistem logistik nasional.


Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan menyatakan siap mendorong lebih banyak pelabuhan di Indonesia untuk mengikuti program Green and Smart Port sehingga penerapan konsep pelabuhan yang cerdas dan ramah lingkungan semakin luas.
Sementara itu, Direktur Utama IDSurvey, David, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhanan melalui layanan berbasis standar internasional.


“Sebagai Strategic Holding BUMN Jasa Survei, IDSurvey bersama dengan entitasnya PT SUCOFINDO (Persero), PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero), dan PT Surveyor Indonesia (Persero) berkomitmen menghadirkan layanan assurance yang tidak hanya menjamin kepatuhan terhadap standar, tetapi juga mendorong peningkatan kinerja dan daya saing pelabuhan nasional. Green and Smart Port Initiatives menjadi instrumen penting untuk mempercepat transformasi menuju pelabuhan yang lebih hijau, lebih cerdas, dan mampu memenuhi tuntutan perdagangan global di masa depan,” ujar David.


Melalui GSPI ASRI 2026, Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan IDSurvey menargetkan semakin banyak pelabuhan mengikuti asesmen Green and Smart Port. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi logistik nasional, memperkuat distribusi pangan, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *