Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« May   Jul »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Gaya Hidup
  • Chryshnanda Dwilaksana: Masa Depan Polri Ditentukan Profesionalisme dan Transformasi E-Policing
Written by Tim Redaksi GatraNewsJune 10, 2026

Chryshnanda Dwilaksana: Masa Depan Polri Ditentukan Profesionalisme dan Transformasi E-Policing

Gaya Hidup Article

Pengamat kepolisian sekaligus akademisi Komjen Pol (Purn) Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana menilai masa depan institusi kepolisian sangat ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi sekaligus menjaga orientasi utama sebagai pelayan masyarakat.

Dalam tulisannya bertajuk “Polisi: Masa Depan dan Di Depan Massa”, Chryshnanda menegaskan bahwa polisi sebagai institusi, fungsi, maupun petugas memiliki prinsip dasar yang sama, yakni menjadi simbol penegakan hukum, keadilan, dan peradaban.

Menurut dia, tugas utama kepolisian bukan semata-mata menjalankan kewenangan, melainkan melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat guna menjaga keteraturan sosial. Melalui peran tersebut, polisi diharapkan mampu menciptakan rasa aman yang mendukung produktivitas masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.

“Polisi pada dasarnya dihargai dan dibanggakan karena fungsi pelayanannya, bukan karena pangkat, jabatan, atau kekuasaan,” tulis Chryshnanda.

Ia mengingatkan bahwa orientasi berlebihan pada jabatan dan kekuasaan berpotensi menggeser profesionalisme. Kondisi tersebut dapat memunculkan birokrasi patrimonial yang mengutamakan kepentingan personal dibanding pelayanan publik.

Karena itu, ukuran profesionalisme kepolisian harus bertumpu pada kualitas pelayanan kepada masyarakat, yang mencakup pelayanan keamanan, keselamatan, hukum, administrasi, informasi, dan kemanusiaan.

Dalam menghadapi era digital, Chryshnanda menilai transformasi menuju Electronic Policing (E-Policing) menjadi kebutuhan yang tidak terelakkan. Sistem ini mengandalkan integrasi big data, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), internet of things (IoT), jaringan aplikasi, serta pusat komando berbasis teknologi.

Melalui E-Policing, berbagai aktivitas kepolisian dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, akurat, transparan, akuntabel, informatif, dan mudah diakses masyarakat.

Konsep tersebut mencakup pengamanan komunitas dan lalu lintas berbasis pemetaan digital wilayah, pemetaan masalah, pengenalan wajah (face recognition), pengenalan kendaraan (vehicle recognition), sistem CCTV, hingga pemanfaatan drone dan pusat komando terpadu.

“Pelayanan prima di masa depan harus berbasis sistem, data, dan teknologi yang terintegrasi,” ujar Chryshnanda.

Di bidang lalu lintas, ia mendorong penerapan konsep Road Safety Policing yang berfokus pada peningkatan keselamatan dan penurunan angka fatalitas kecelakaan. Implementasinya dilakukan melalui penguatan literasi keselamatan berlalu lintas, penegakan hukum elektronik, registrasi dan identifikasi kendaraan berbasis digital, serta pengembangan pusat data dan komando terpadu.

Menurut Chryshnanda, lalu lintas merupakan urat nadi produktivitas masyarakat. Karena itu, polisi harus mampu menjamin kondisi lalu lintas yang aman, selamat, tertib, dan lancar agar aktivitas ekonomi tetap berjalan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan problem solving policing, yakni model pemolisian yang proaktif dalam menyelesaikan masalah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Pendekatan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan data komunitas dan lalu lintas, sistem pemantauan kawasan, pusat panggilan darurat, patroli berbasis teknologi, kemitraan dengan masyarakat, serta penguatan peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pelayanan kepolisian.

Dalam konteks demokrasi, Chryshnanda menegaskan bahwa polisi harus menjunjung supremasi hukum, menghormati hak asasi manusia, transparan, akuntabel, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia juga menilai pembangunan citra kepolisian tidak dapat dilakukan melalui pencitraan semata. Kepercayaan publik, menurutnya, lahir dari profesionalisme, ketulusan, konsistensi, dan hasil kerja yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Citra bukan produk rekayasa. Citra adalah hasil kerja, ketulusan, dan kepercayaan yang telah diuji,” tulisnya.

Ke depan, Chryshnanda mendorong penguatan berbagai program strategis, mulai dari pengembangan cyber policing, forensic policing, community policing, penanganan kejahatan lintas negara, pengelolaan konflik sosial, hingga pembangunan sistem big data terpadu sebagai fondasi pelayanan kepolisian modern.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan kepolisian tidak hanya diukur dari banyaknya kasus yang diungkap, melainkan dari kemampuannya mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial, sehingga masyarakat dapat hidup, bekerja, dan berkembang secara aman serta produktif.

“Keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran pada akhirnya bermuara pada kemanusiaan. Sebab sumber daya manusia merupakan aset utama bangsa yang harus dijaga dan ditingkatkan kualitas hidupnya,” kata Chryshnanda.

You may also like

PIM dan Siloam Dorong Perempuan Manfaatkan AI untuk Deteksi Dini Kanker Payudara

MITTE Bintaro: Bertemu di Tengah Kota, Menikmati Kuliner Nusantara dalam Ruang Hijau

Harlah ke-69 JATMAN, Ali Masykur Ajak Warga NU Kembali Menekuni Tarekat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

June 2026
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  
« May   Jul »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress