LIXIL Kembali Gelar LADC 2026, Angkat Tema Arsitektur Kolaboratif
Jakarta, Gatranews.id – LIXIL kembali menggelar LIXIL Architectural Design Competition (LADC) 2026 sebagai ajang kompetisi arsitektur bagi profesional dan kreator muda Indonesia. Kompetisi tahun ini mengusung tema “ARCHIPELAGO DIALOGUES: Architecture as a Space of Co-Creation”.
Tema tersebut diangkat dari karakter Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki keberagaman budaya, alam, hingga tantangan pembangunan. Melalui tema itu, LADC 2026 ingin mendorong arsitektur sebagai ruang kolaborasi untuk menciptakan solusi masa depan.
Marketing Director LIXIL Water Technology Indonesia, Arfindi Batubara, mengatakan kompetisi ini tidak hanya mencari desain yang menarik secara visual. Menurut dia, LADC juga mendorong lahirnya ide yang relevan terhadap tantangan sosial dan lingkungan.
“Indonesia adalah negara kepulauan dengan ribuan identitas. Dari pulau-pulau kecil, kota-kota besar, kekayaan alam dan budaya, perbedaan infrastruktur, hingga tantangan spesifik seperti perubahan iklim ataupun tekanan urbanisasi,” ujar Arfindi dalam keterangannya pada Minggu (24/5).
Ia menambahkan, keberagaman tersebut menjadi sumber lahirnya gagasan yang relevan bagi masa depan arsitektur Indonesia. Karena itu, LADC disebut hadir sebagai ruang dialog sekaligus eksplorasi ide bagi para arsitek dan kreator muda.
“Kami percaya, dari ragam konteks inilah lahir gagasan yang paling relevan untuk masa depan. LADC tidak mencari desain yang sekadar indah, tetapi ide yang mampu menjadi percakapan dan solusi,” kata dia.
Pendaftaran Dibuka hingga Juli 2026
Pendaftaran dan pengumpulan karya LADC 2026 dibuka mulai 18 Mei hingga 5 Juli 2026. Kompetisi dibagi ke dalam dua kategori utama, yakni Professional Category dan Student Category.
Professional Category terbuka bagi anggota Ikatan Arsitek Indonesia yang memiliki Sertifikat Tanda Registrasi Arsitek (STRA) aktif. Sementara Student Category diperuntukkan bagi mahasiswa arsitektur jenjang S1, S2, peserta Program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr), hingga lulusan baru dengan masa kelulusan maksimal dua tahun.
Arfindi mengatakan pembagian kategori dilakukan agar seluruh talenta memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi. Menurut dia, kompetisi ini diharapkan mampu melibatkan lebih banyak ide kreatif dari berbagai kalangan.
“Pemilahan dua kategori ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih inklusif, baik bagi arsitek yang telah memiliki pengalaman maupun bagi mahasiswa yang tengah mengembangkan potensi kreatifnya,” ujar Arfindi.
Salah satu juri LADC 2026 sekaligus Founder Yolodi+Maria Architects, Gregorius Supie, berharap kompetisi tersebut dapat memacu kreativitas arsitek Indonesia. Ia juga menilai ajang seperti LADC penting untuk mendukung perkembangan industri arsitektur nasional.
“Saya berharap sayembara ini mampu mengobarkan semangat berarsitektur yang semakin kreatif, sekaligus menjadi pendorong dalam memajukan industri arsitektur di Indonesia,” tutur Gregorius Supie.
Proses penjurian akan dilakukan melalui dua tahap penilaian untuk menentukan lima finalis terbaik hingga pemenang utama. Pengumuman pemenang akan dilakukan dalam rangkaian acara LIXIL Day of Architecture & Design (LDAD) pada 12 Agustus 2026.
Seluruh rangkaian kompetisi dilaksanakan secara daring agar dapat diakses peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Informasi lengkap mengenai persyaratan dan pendaftaran tersedia melalui situs resmi LIXIL.
