
Yurazman Nilai Seleksi Dirut TVRI Perlu Hadirkan Sosok Pemersatu dan Visioner
Penundaan proses seleksi Direktur Utama Pengganti Antarwaktu TVRI dinilai membuka peluang lahirnya figur baru yang mampu menjadi pemersatu sekaligus membawa arah pembaruan bagi lembaga penyiaran publik nasional.
Pemerhati seleksi calon Direktur Utama TVRI, Yurazman, menilai langkah penundaan tersebut menunjukkan adanya kehati-hatian dalam menentukan sosok pemimpin yang tepat bagi lembaga penyiaran publik.
Menurutnya, proses penentuan pimpinan tidak seharusnya dilakukan secara tergesa-gesa, melainkan harus benar-benar mempertimbangkan kapasitas figur yang mampu menjaga stabilitas internal lembaga sekaligus memperkuat tata kelola organisasi.
“Penundaan ini menunjukkan adanya keinginan agar proses seleksi berjalan lebih matang dan menghasilkan figur yang mampu menjaga stabilitas lembaga, memperkuat tata kelola, serta membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak,” ujar Yurazman.
Ia menilai, sosok Direktur Utama TVRI yang dibutuhkan saat ini bukan hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga memahami tantangan besar transformasi media di era digital.
Menurut Yurazman, pemimpin baru TVRI harus mampu menjaga marwah lembaga penyiaran publik di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin cepat dan dinamis.
Selain itu, ia menilai penundaan seleksi turut membuka peluang munculnya berbagai kemungkinan baru, termasuk figur-figur yang sebelumnya belum berhasil dalam tahapan seleksi.
Dalam dinamika lembaga publik, kata dia, perubahan situasi dan kebutuhan organisasi dapat memunculkan pertimbangan baru yang membuat nama lama kembali diperhitungkan.
“Proses ini kemungkinan sedang mengarah pada pencarian figur yang dapat diterima banyak pihak dan mampu menjadi titik tengah di tengah berbagai kepentingan yang berkembang dalam penentuan pimpinan lembaga penyiaran nasional,” katanya.
Yurazman juga menegaskan bahwa momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap TVRI sebagai lembaga penyiaran nasional.
Ia menilai, di tengah perkembangan media digital, Direktur Utama TVRI ke depan harus mampu membawa semangat pembaruan tanpa meninggalkan fungsi utama lembaga sebagai media publik yang independen, edukatif, serta menjadi perekat kebangsaan.
“TVRI membutuhkan pemimpin yang visioner, mampu membaca perubahan zaman, tetapi tetap menjaga identitas lembaga penyiaran publik sebagai ruang pemersatu bangsa,” ujarnya.
You may also like
Archives
- September 2026
- August 2026
- July 2026
- June 2026
- May 2026
- April 2026
- March 2026
- February 2026
- January 2026
- December 2025
- November 2025
- October 2025
- September 2025
- August 2025
- July 2025
- June 2025
- May 2025
- April 2025
- March 2025
- February 2025
- January 2025
- December 2024
- November 2024
- October 2024
- September 2024
- August 2024
- July 2024

Leave a Reply