Giwo Rubianto soroti tragedi tabrakan kereta, pertanyakan keamanan dan ungkap duka atas korban wanita
Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Giwo Rubianto Wiyogo menyampaikan duka mendalam atas tragedi tabrakan kereta yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Insiden tersebut menjadi perhatian luas karena melibatkan penumpang dalam jumlah besar, termasuk perempuan yang berada di gerbong khusus.
Giwo secara khusus menyoroti banyaknya korban dari kalangan perempuan. Ia menilai kehilangan tersebut menjadi pukulan besar, mengingat peran perempuan yang sangat penting dalam keluarga dan masyarakat.
“Kami sangat berduka atas para korban perempuan. Mereka adalah ibu, anak, dan bagian penting dari keluarga yang kini harus pergi dalam tragedi ini,” lanjutnya.
Ia menilai, perlindungan terhadap perempuan dalam transportasi publik tidak cukup hanya dengan menghadirkan gerbong khusus, tetapi juga harus mempertimbangkan faktor keamanan secara menyeluruh.
“Keselamatan itu harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai kebijakan yang dibuat untuk melindungi justru menimbulkan kerentanan baru,” tegasnya.
Lebih lanjut, Giwo mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional dan sistem keamanan transportasi kereta api, termasuk kesiapan petugas, sistem pengawasan, serta prosedur darurat saat terjadi insiden.
“Ini bukan hanya soal teknis, tetapi soal keberpihakan pada keselamatan manusia. Perempuan harus merasa aman dalam setiap perjalanan,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap korban dan keluarga yang ditinggalkan, termasuk kemudahan dalam proses pemberian santunan.
Giwo berharap uang duka atau jaminan lainnya yang akan diterima oleh korban dapat dipermudah dan dilancarkan tanpa melalui prosedur yang berbelit-belit.
Ia berharap tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak untuk meningkatkan sistem keselamatan transportasi publik di Indonesia, sekaligus memastikan perlindungan optimal bagi perempuan sebagai pengguna jasa transportasi.
