Agrinas Palma dan RSI Percepat Peremajaan Sawit Rakyat
Jakarta, Gatranews.id – PT Agrinas Palma Nusantara menjalin kerja sama dengan Rumah Sawit Indonesia (RSI). Kolaborasi ini difokuskan pada percepatan program peremajaan sawit rakyat.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas yang saat ini masih tertinggal. Apalagi jika dibandingkan perkebunan besar swasta dan BUMN.
Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani mengatakan, RSI memiliki perhatian besar terhadap petani sawit. Organisasi itu dinilai aktif mendorong peningkatan kapasitas petani.
“Rumah Sawit Indonesia (RSI) adalah organisasi yang memberikan perhatian besar kepada pekebun sawit rakyat. Termasuk bagaimana bisa membantu memfasilitasi petani sawit sehingga memiliki daya saing yang tinggi dan masuk ke level industri,” kata Ghani di sela Forum Diskusi Terbatas di Menara Agrinas Palma, Jakarta, Senin (27/4).
Ghani mengungkapkan produktivitas sawit rakyat masih rendah. Rata-rata hanya mencapai 2,6 ton CPO per hektar per tahun.
Angka tersebut lebih rendah dibandingkan perkebunan swasta yang mencapai 3,4 ton CPO per hektar per tahun. Sementara itu, produktivitas perkebunan sawit BUMN mencapai 4,8 ton CPO per hektar per tahun.
Menurut Ghani, rendahnya produktivitas ini dipengaruhi minimnya realisasi program peremajaan sawit rakyat (PSR). Padahal, luas perkebunan sawit rakyat mencapai 42% dari total nasional.
“Rendahnya produktivitas sawit rakyat ini salah satunya sebagai dampak rendahnya realisasi PSR. Dengan luas perkebunan sawit rakyat yang mencapai 42%, maka produktivitas perkebunan sawit nasional pun ikut rendah,” ujarnya.
Dalam forum bertema percepatan peremajaan sawit rakyat tersebut, kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU). Penandatanganan dilakukan oleh Mohammad Abdul Ghani dan Yunita Sidauruk yang mewakili Ketua Umum RSI Kacuk Sumarto.
MoU ini bertujuan membangun sinergi dalam peningkatan kapasitas petani. Harapannya, perkebunan sawit rakyat dapat naik kelas hingga ke level industri.
Ghani menegaskan Agrinas Palma memiliki komitmen kuat terhadap petani. Salah satunya melalui pembentukan Direktorat Kemitraan dan Plasma.
Ia menjelaskan kemitraan yang dibangun bersifat setara. Perusahaan dan petani ditempatkan pada posisi sejajar dalam pengelolaan usaha.
“Bentuk keseriusan Agrinas Palma terhadap petani yakni adanya Direktorat Kemitraan dan Plasma. Kemitraan yang ditawarkan dengan konsep satu manajemen terpadu sehingga petani yang sudah lunas tidak lepas begitu saja. Faktanya, banyak petani yang sudah lepas dari kemitraan plasma justru kurang baik pengelolaan kebunnya,” kata Ghani.
Ketua Umum RSI Kacuk Sumarto mengatakan pihaknya memiliki visi yang sama dengan Agrinas Palma. Fokusnya adalah tumbuh bersama petani sawit rakyat.
Menurut dia, peran petani sangat strategis dalam industri sawit nasional. Apalagi porsi lahan sawit rakyat mencapai 42% dari total perkebunan.
“Sehingga sangat strategis untuk pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% seperti yang ditetapkan presiden,” kata Kacuk.
Melalui kerja sama ini, Agrinas Palma dan RSI berharap dapat menciptakan model kemitraan yang efektif. Model ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan industri sawit di Indonesia.
