Perjuangan Panjang Ashanty, Sempat 3 Kali Ganti Judul Disertasi hingga Akhirnya Lulus S3 Unair
Kabar bahagia datang dari penyanyi sekaligus pebisnis Ashanty. Istri dari Anang Hermansyah itu resmi menyelesaikan program doktor (S3) di Universitas Airlangga setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan.
Ashanty dinyatakan lulus setelah menjalani ujian tertutup disertasi. Pencapaian ini menjadi penutup perjalanan akademik selama kurang lebih 3,5 tahun, yang dijalaninya di tengah kesibukan sebagai artis, ibu, dan pelaku usaha.
Dalam perjalanannya, Ashanty mengakui proses menempuh pendidikan doktoral tidaklah mudah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dan kewajiban akademik yang menuntut konsistensi tinggi.
“Sempat ingin berhenti karena ternyata tidak semudah itu. Sempat drop beberapa kali sampai sulit tidur,” ungkap Ashanty.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah perubahan judul disertasi. Ia mengungkapkan harus mengganti judul hingga tiga kali sebelum akhirnya menemukan formulasi yang tepat. Selain itu, ia juga harus bolak-balik Jakarta–Surabaya untuk mengikuti berbagai tahapan akademik.
Meski berstatus sebagai figur publik, Ashanty menegaskan tidak ada perlakuan khusus yang ia terima selama menjalani studi.
“Aku kuliah di kampus negeri, dengan standar dan tanggung jawab yang sama seperti mahasiswa lainnya tanpa jalan pintas,” tegasnya.
Dalam disertasinya, Ashanty mengangkat topik terkait adaptasi penyanyi generasi baby boomers dan generasi X terhadap transformasi digital di industri musik. Penelitian ini dinilai relevan di tengah perubahan besar industri hiburan akibat perkembangan teknologi digital.
Sebelum mencapai tahap akhir, Ashanty juga diketahui telah lolos ujian proposal disertasi dengan nilai 88 pada 2025, sebagai bagian dari proses akademik menuju gelar doktor.
Keberhasilan ini tak lepas dari dukungan keluarga, terutama sang suami dan anak-anaknya. Momen kelulusan pun disambut haru dan bahagia oleh orang-orang terdekat.
“And now i’ve finally made it. Lulus ujian tertutup,” tulisnya.
Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Ashanty juga mengajak perempuan Indonesia untuk terus berjuang meraih mimpi meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan. Kisahnya menjadi bukti bahwa semangat belajar dan ketekunan mampu mengantarkan siapa pun mencapai puncak pendidikan.
