Kasus Penggelapan Dana Fuji Berlanjut, Mantan Karyawan Akui Perbuatan
Kasus dugaan penggelapan dana yang melibatkan selebgram Fujianti Utami Putri atau Fuji memasuki babak baru. Mantan karyawan yang dilaporkan disebut telah mengakui perbuatannya di hadapan penyidik, sementara proses hukum tetap berlanjut.
Fuji bersama kuasa hukumnya mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin (20/4/2026) untuk mengetahui perkembangan kasus tersebut. Kuasa hukum Fuji, Sandy Arifin, mengungkapkan bahwa pihak terlapor sudah diperiksa dan mengakui tindakan penggelapan dana.
“Dari informasi yang kami terima, terlapor sudah mengakui perbuatannya. Kerugian juga sudah dihitung, namun belum bisa disampaikan ke publik,” ujar Sandy.
Pengakuan Jadi Titik Terang Kasus
Pengakuan dari mantan karyawan tersebut menjadi titik penting dalam proses hukum yang sedang berjalan. Fuji mengaku mulai melihat kejelasan arah penyelesaian perkara yang telah dilaporkannya sejak 2025.
Ia juga menyampaikan rasa lega karena kasus ini telah naik ke tahap penyidikan dan berpotensi segera menetapkan tersangka.
“Alhamdulillah lega karena sudah mulai kelihatan hasilnya,” kata Fuji.
Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Meski angka pasti belum diungkap ke publik, kerugian yang dialami Fuji disebut mencapai miliaran rupiah. Dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi oleh pelaku, termasuk pembelian kendaraan.
Fuji juga menilai pengembalian dana bukan perkara mudah, mengingat jumlahnya yang besar. Ia bahkan mengaku tidak lagi berharap uang tersebut kembali dan memilih menempuh jalur hukum.
Sempat Dibuka Opsi Restorative Justice
Dalam prosesnya, penyidik membuka kemungkinan penyelesaian melalui mekanisme restorative justice (RJ). Namun hingga kini, belum ada jadwal pasti terkait langkah tersebut dan masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Kuasa hukum menyebut, peluang mediasi tetap terbuka jika pihak terlapor menunjukkan itikad baik untuk mengganti kerugian.
Fuji Tegaskan Proses Hukum Tetap Jalan
Di sisi lain, Fuji menegaskan tidak ada komunikasi dengan mantan karyawannya tersebut. Ia juga memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga tuntas.
Selain kerugian materi, Fuji mengaku mengalami kerusakan nama baik akibat ulah pelaku, termasuk hilangnya data kerja sama dengan sejumlah brand.
Kasus ini kini masih dalam tahap penyidikan di kepolisian, dengan publik menanti penetapan tersangka serta kelanjutan proses hukum selanjutnya.
