April 21, 2026

PGN Dorong Pemanfaatan BBG sebagai Energi Alternatif Kendaraan

  • April 16, 2026
  • 3 min read
PGN Dorong Pemanfaatan BBG sebagai Energi Alternatif Kendaraan

Jakarta, Gatranews.id – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) melalui PT Gagas Energi Indonesia (Gagas) terus mengoptimalkan layanan bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari menjaga ketahanan energi nasional.

BBG dinilai dapat menjadi energi alternatif sekaligus standar baru di sektor otomotif. Penggunaan BBG disebut mampu mendukung performa mesin yang lebih optimal dan ramah lingkungan.

Secara teknis, BBG memiliki nilai oktan atau Research Octane Number (RON) yang tinggi, yakni di kisaran 120 hingga 130. Nilai ini memungkinkan mesin beroperasi dengan rasio kompresi lebih tinggi.

Kondisi tersebut berdampak pada peningkatan efisiensi termal mesin. Dengan demikian, kinerja kendaraan dapat menjadi lebih optimal.

BBG yang berbasis metana (CH4) juga menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna. Emisi karbon yang dihasilkan lebih rendah sekitar 20% dibandingkan bahan bakar minyak (BBM).

Selain itu, BBG tidak meninggalkan residu pada komponen mesin. Hal ini membuat mesin lebih awet dan biaya perawatan dapat ditekan.

Penggunaan BBG pada kendaraan didukung tangki khusus berstandar tinggi. Tangki ini mampu menampung hingga 15 liter gas per unit.

Dari sisi keamanan, sistem BBG dirancang untuk meminimalkan risiko. Jika terjadi kebocoran, gas akan naik dan terurai di udara sehingga tidak memicu ledakan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan, karena pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG melalui standar keselamatan internasional oleh tenaga ahli yang kompeten,” ujar Direktur Operasi dan Komersial Gagas, Maisalina.

Dalam penggunaan sehari-hari, konsumsi BBG bervariasi tergantung jenis kendaraan. Kendaraan pribadi rata-rata menggunakan 10 liter setara pertalite (LSP) per hari.

Sementara itu, taksi menggunakan sekitar 20 LSP per hari. Bajaj dan angkutan kota berkisar 15 hingga 20 LSP per hari.

Untuk kendaraan berat seperti truk atau bus, konsumsi BBG mencapai 125 hingga 165 LSP per hari. Setiap 1 LSP dapat menempuh jarak hingga 10 kilometer.

Maisalina menambahkan, harga BBG relatif stabil. Saat ini berada di kisaran Rp4.500 per LSP.

“Harga BBG juga stabil di angka Rp4.500 per LSP, sangat bersahabat karena sumber gasnya berasal dari sumber domestik. Dengan banyak manfaat yang dapat dirasakan, kami berharap minat terhadap BBG semakin meningkat. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, kami juga terus memperkuat kapabilitas agar layanan BBG semakin massif dan optimal sebagai solusi bahan bakar yang andal bagi masyarakat di berbagai wilayah,” ujarnya.

BBG dapat digunakan pada berbagai jenis kendaraan. Sistemnya dapat berupa kendaraan khusus BBG maupun sistem dual fuel dengan pemasangan converter kit.

Sistem dual fuel memungkinkan kendaraan menggunakan BBG dan BBM secara bergantian. Hal ini juga dapat memperpanjang jarak tempuh kendaraan.

Saat ini, BBG telah digunakan oleh berbagai segmen kendaraan. Di antaranya taksi konvensional, taksi online, bajaj, angkutan kota, kendaraan pribadi, hingga Transjakarta.

Gagas juga menjalin kemitraan dengan Komunitas Mobil Gas (Komogas). Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ekosistem BBG di Indonesia.

Salah satu langkah konkret adalah peluncuran bengkel keliling BBG. Program ini disertai edukasi terkait keamanan dan efisiensi penggunaan BBG.

Ketua Komogas, Andy Lala, menyebut BBG menjadi pilihan karena harga BBM yang terus meningkat. Selain itu, BBG dinilai lebih bersih dan terjangkau dibandingkan kendaraan listrik baru.

“Keberadaan Bengkel Keliling BBG sangat bermanfaat karena memudahkan perawatan dan perbaikan kendaraan BBG, mengurangi kesulitan mencari bengkel khusus, dan membantu menjaga waktu kerja pengemudi,” ujar Andy.

Ia berharap dukungan terhadap kendaraan BBG dapat terus diperkuat. Termasuk melalui penyediaan bengkel khusus yang mudah dijangkau.

Menurut dia, bengkel keliling ini dapat menjadi tulang punggung penguatan ekosistem BBG. Upaya ini diharapkan mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari BBM ke BBG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *