Kemenperin Hadirkan Inkubator Bisnis BDI, Perkuat Wirausaha Industri
Jakarta, Gatranews.id – Kementerian Perindustrian Republik Indonesia terus mendorong lahirnya wirausaha baru untuk memperkuat ekosistem industri nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah menghadirkan program Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri (BDI).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pengembangan wirausaha industri menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor manufaktur. Program inkubator bisnis diharapkan melahirkan pelaku usaha yang mandiri dan berdaya saing.
“Salah satu SDM industri yang tidak kalah penting untuk terus dikembangkan dan difasilitasi adalah wirausaha industri, khususnya wirausaha baru. Melalui program inkubator bisnis, mereka diharapkan menjadi tunas-tunas wirausaha yang mampu berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri nasional,” ujar Agus dalam keterangannya, Rabu (1/4).
Program inkubator bisnis tersebut dijalankan oleh tujuh BDI Kemenperin. Ketujuhnya berada di Medan, Padang, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.
Meski berlokasi di tujuh kota itu, program ini terbuka bagi wirausaha baru dari berbagai daerah. Peserta akan melalui tahapan seleksi sebelum mendapatkan pendampingan.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Doddy Rahadi mengatakan, pada 2025 program ini membina 37 tenant. Total tenaga kerja yang terlibat mencapai 212 orang.
“Para tenant tersebut bergerak di berbagai sektor, antara lain kriya, fesyen, makanan dan minuman, serta sektor manufaktur lainnya,” ujarnya.
Program ini bertujuan mempercepat pengembangan usaha tenant. Dukungan yang diberikan meliputi mentoring, pelatihan, fasilitasi legalitas, akses teknologi, hingga pembiayaan.
“Tahapan kegiatan mencakup pra-inkubasi, inkubasi, dan pasca-inkubasi. Prosesnya mulai dari seleksi, pendampingan dan pengembangan usaha, hingga pemantauan serta fasilitasi permodalan,” kata Doddy.
Lahirkan Produk Inovatif
Salah satu tenant adalah Zeea yang bergerak di bidang fesyen muslimah sportswear. Produk ini hadir sebagai solusi kebutuhan pakaian olahraga bagi perempuan muslim.
Sebagai tenant BDI Jakarta 2025, Zeea mendapat pendampingan peningkatan kualitas produk. Zeea kemudian meluncurkan seri Bold Revival melalui kolaborasi dengan publik figur Dara Arafah.
Di sektor manufaktur, Zeta Teknik mengembangkan mesin pencuci helm otomatis bernama Cleanzer. Produk ini dilengkapi sistem pembersih otomatis, pembayaran digital, serta konektivitas Internet of Things (IoT).
Zeta Teknik menjadi peserta Inkubator Bisnis BDI Surabaya pada 2025. Inovasi tersebut menjadi contoh penguatan teknologi tepat guna di sektor industri kecil dan menengah.
Sementara itu, BDI Makassar membina Sago One di sektor makanan dan minuman. Usaha ini memproduksi tepung sagu sebagai alternatif pangan lokal bernilai gizi tinggi.
Doddy menilai kreativitas para tenant menunjukkan program inkubator mampu meningkatkan kapasitas SDM industri. Program ini juga dinilai efektif mendorong lahirnya wirausaha baru yang inovatif dan kompetitif.
