IWAPI Gandeng PT AI Indonesia Dorong Pemanfaatan AI bagi UMKM Perempuan
Jakarta, Gatranews.id – Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menjalin kerja sama dengan PT AI Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI) di kalangan pengusaha perempuan, khususnya pelaku UMKM.
Kerja sama ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas digital dan efisiensi usaha. IWAPI juga ingin memperkuat daya saing UMKM perempuan di tengah percepatan transformasi ekonomi digital.
Kesepakatan diumumkan saat peringatan Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51. Acara digelar di Gedung Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Jakarta, Selasa (10/2).
Momentum tersebut dinilai relevan untuk memperkuat peran IWAPI. Organisasi ingin mendampingi anggotanya menghadapi perubahan lanskap usaha yang semakin dipengaruhi teknologi digital.
IWAPI saat ini menaungi lebih dari 50.000 perempuan pengusaha. Mereka tersebar di 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Dengan jangkauan nasional itu, IWAPI memandang kolaborasi dengan pelaku industri teknologi menjadi kebutuhan. Transformasi digital diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi dapat diterapkan secara nyata dan berkelanjutan.
CEO PT AI Indonesia, Sony Subrata, mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas pemahaman dan pemanfaatan AI. Sasaran mencakup berbagai sektor, termasuk UMKM.
“Kerja sama ini menjadi kesempatan bagi kami untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang artificial intelligence dengan para pengusaha perempuan, khususnya pelaku UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Sony.
Menurut dia, AI kini telah berkembang menjadi teknologi yang bisa langsung dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas. Penguasaan teknologi tersebut dinilai menjadi kebutuhan bagi pelaku usaha.
“Artificial intelligence adalah teknologi yang perlu segera kita kuasai dan manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha,” kata Sony.
Ia menambahkan, PT AI Indonesia mendorong berbagai pihak menyusun strategi implementasi AI. Pihak yang didorong mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga pelaku UMKM.
“Pemanfaatan artificial intelligence yang dilakukan secara strategis dapat memberikan manfaat yang relatif cepat bagi berbagai jenis usaha. Karena itu, momentum untuk mengoptimalkan teknologi ini adalah sekarang,” ujarnya.
Ketua Umum DPP IWAPI, Ir. Nita Yudi, MBA, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi tersebut. Ia menilai kerja sama ini sejalan dengan tanggung jawab IWAPI sebagai organisasi perempuan pengusaha berskala nasional.
“Dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun IWAPI ke-51, kami menyampaikan apresiasi kepada PT AI Indonesia atas komitmen dan kerja samanya dalam mendukung pengembangan usaha serta peningkatan kapasitas anggota IWAPI di bidang artificial intelligence,” ujar Nita.
Nita menekankan besarnya jumlah anggota IWAPI menjadi potensi sekaligus tanggung jawab. Organisasi harus memastikan anggotanya mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital.
“IWAPI hari ini menaungi lebih dari 50.000 perempuan pengusaha di 38 provinsi. Angka ini mencerminkan kekuatan organisasi, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab besar bagi IWAPI untuk memastikan seluruh anggota dapat tumbuh di tengah transformasi ekonomi digital yang berlangsung cepat,” kata Nita.
Menurut dia, digitalisasi dan pemanfaatan AI bukan lagi pilihan tambahan. Teknologi tersebut telah menjadi kebutuhan strategis untuk menjaga daya saing UMKM perempuan.
“Kolaborasi dengan PT AI Indonesia merupakan langkah konkret IWAPI dalam mewujudkan visi organisasi, yakni memberdayakan perempuan pengusaha agar tangguh, mandiri, dan tetap relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama ini terus dikembangkan. Manfaatnya diharapkan dapat dirasakan anggota IWAPI di berbagai daerah.
“Kami berharap kerja sama ini dapat terus diperluas dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh anggota IWAPI di berbagai wilayah,” katanya.
Wakil Ketua Umum DPP IWAPI Bidang IT dan Digitalisasi, Rachmawati Dzaelani, menilai tantangan UMKM ke depan tidak hanya soal akses pasar. Kapasitas digital dan efisiensi usaha juga menjadi faktor penting.
“Ke depan, tantangan UMKM tidak hanya soal pemasaran dan akses pasar, tetapi juga kapasitas digital, efisiensi usaha, serta kemampuan memanfaatkan teknologi cerdas,” ujar Rachmawati.
Ia menjelaskan AI membuka peluang untuk memperbaiki pengelolaan usaha. Pemanfaatan dapat mencakup pemasaran, pelayanan pelanggan, hingga pengambilan keputusan berbasis data.
“AI dapat dimanfaatkan untuk membantu pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan usaha, serta pengambilan keputusan yang lebih berbasis data,” katanya.
Rachmawati berharap kolaborasi ini menjadi contoh kerja sama jangka panjang. Sinergi tersebut diharapkan memperkuat ekonomi perempuan Indonesia.
“Sinergi ini diharapkan dapat menjadi model kolaborasi berkelanjutan demi penguatan ekonomi perempuan Indonesia,” ujarnya.
Melalui kerja sama ini, IWAPI dan PT AI Indonesia berencana mengembangkan program pelatihan dan pendampingan. Keduanya juga akan menyusun strategi pemanfaatan AI yang aplikatif sesuai kebutuhan UMKM perempuan.
Program tersebut dirancang dapat diakses anggota di seluruh Indonesia. Pelaksanaan dilakukan melalui pelatihan tatap muka maupun platform digital.
Kerja sama ini sejalan dengan upaya nasional mendorong transformasi digital UMKM. Perempuan diharapkan semakin berperan sebagai penggerak ekonomi dengan dukungan teknologi yang tepat guna.
