June 27, 2026

Bappenas dan AFTECH Perkuat Daya Saing Sektor Riil Lewat Ekosistem Digital

  • July 5, 2025
  • 3 min read
Bappenas dan AFTECH Perkuat Daya Saing Sektor Riil Lewat Ekosistem Digital

Jakarta, Gatranews.id – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas bersama Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menggelar Forum Ekonomi & Keuangan Digital bertema “Dari Strategi ke Eksekusi: Transformasi Digital Nasional dan Sinergi Ekosistem Usaha Menuju Pertumbuhan Ekonomi 8%”, Jumat (4/7/2025), di Auditorium Wisma Danantara Indonesia, Jakarta.

Forum ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri, regulator, dan asosiasi digital untuk memperkuat sinergi dan mempercepat transformasi sektor riil melalui pemanfaatan teknologi digital.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan bahwa transformasi digital menjadi salah satu strategi utama dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen. Menurutnya, potensi ekonomi digital Indonesia sangat besar dan terus berkembang.

“Digitalisasi sektor keuangan memainkan peran penting sebagai enabler dalam mendukung berbagai program prioritas pembangunan. Akselerasi transformasi digital diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Rachmat.

Transformasi digital juga menjadi bagian dari prioritas pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Fokus utamanya mencakup percepatan industrialisasi, penguatan ekonomi hijau dan biru berbasis data, digitalisasi kawasan perkotaan, serta optimalisasi belanja negara melalui tata kelola berbasis teknologi.

Ketua Umum AFTECH Pandu Sjahrir menambahkan bahwa forum ini merupakan tindak lanjut dari diskusi lintas asosiasi ekosistem keuangan digital pada Maret 2025 lalu. Ia menyebut forum ini sebagai momentum penting untuk menyamakan pemahaman dan komitmen terhadap peran strategis digitalisasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital adalah kunci memperkuat iklim investasi. Kolaborasi dengan Bappenas menjadi upaya strategis dalam memperkuat sinergi lintas asosiasi,” kata Pandu.

Dalam forum ini, AFTECH dan Bappenas juga meluncurkan inisiatif Digital × Real Sector Launchpad yang bertujuan menjembatani ekosistem ekonomi digital dengan kebutuhan sektor riil. Program ini mengusung pendekatan co-creation, mulai dari identifikasi masalah, desain solusi, uji coba, hingga evaluasi berbasis data.

Salah satu proyek percontohan dari program ini adalah digitalisasi koperasi susu sapi perah di Malang. Proyek ini akan melibatkan pelaku fintech dari berbagai model bisnis, termasuk alternative credit scoring, asuransi, pembiayaan, hingga perencana keuangan.

“AFTECH mendorong transformasi digital yang tidak hanya menjadi wacana, tapi diwujudkan dalam program kerja konkret yang menjawab tantangan sektor riil,” ujar Pandu.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas AFTECH Arsjad Rasjid menekankan pentingnya kemitraan erat antara pemerintah dan sektor swasta sebagai mesin ganda pertumbuhan. Ia mengusulkan empat langkah strategis kemitraan antara ekosistem digital dan pemerintah, yakni penguatan infrastruktur digital, interoperabilitas data lintas sektor, pengembangan talenta digital, serta penguatan regulasi dan perlindungan konsumen.

“Digitalisasi adalah peluang besar di tengah tekanan global. Tapi diperlukan sinergi yang selaras agar dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dan sektor riil,” kata Arsjad.

Menutup forum, Menteri Rachmat Pambudy menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, industri, dan asosiasi sangat krusial untuk memastikan teknologi digital menyentuh seluruh sektor prioritas pembangunan.

“Kami menyambut baik inisiatif Digital × Real Sector Launchpad sebagai langkah konkret mendukung RPJMN 2025–2029 dengan pendekatan yang inovatif dan berbasis dampak,” ujar Rachmat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *