CV Mata Elang Sidoarjo dan PT Tanjung Emas Nusantara Jalin Kemitraan Strategis di Sektor Pertanian
Jakarta, Gatranews.id – CV Mata Elang Sidoarjo, perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan tembakau, resmi menjalin kemitraan dengan PT Tanjung Emas Nusantara melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pembelian hasil pertanian.
Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan di Sidoarjo oleh Direktur CV Mata Elang Sidoarjo, Dwi Kustantoro, bersama Direktur PT Tanjung Emas Nusantara, Hendra Trida Setiawan.
PT Tanjung Emas Nusantara dikenal sebagai perusahaan yang fokus pada sektor agrobisnis, mencakup pertanian, perkebunan, dan kehutanan.
Selain memiliki otoritas atas lahan tembakau, perusahaan ini juga berperan sebagai pengelola, pendamping petani, dan penyuluh lapangan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
“Melalui kerja sama ini, kedua belah pihak sepakat menjalin kemitraan dalam pembelian hasil panen tembakau, baik dalam kondisi basah maupun kering, dengan prinsip saling menguntungkan,” ujar Dwi Kustantoro kepada media di Jakarta, Kamis (8/5/2025).
Dalam MoU tersebut juga disepakati bahwa transaksi jual beli hasil panen tembakau akan terus dilakukan, dengan kemungkinan penyesuaian harga setiap tahunnya berdasarkan fluktuasi pasar.
CV Mata Elang Sidoarjo saat ini mengelola lahan tembakau seluas 1.000 hektare yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Rinciannya meliputi: Jombang sekitar 150 hektare dengan varietas tembakau pakpie (rejep), Bojonegoro 200 hektare tembakau virgin (serumpung), Kediri 75 hektare, Tuban 50 hektare, Muntilan 50 hektare, Banjarnegara 75 hektare, Sragen 150 hektare, Blora 150 hektare, dan Purwodadi 100 hektare.
Adapun harga jual tembakau rajangan jenis pakpie berkisar Rp 50.000 per kilogram untuk grade A, dan Rp 40.000 per kilogram untuk grade B. Sementara jenis virgin ditawarkan dengan harga Rp 55.000 per kilogram untuk grade A dan Rp 45.000 per kilogram untuk grade B.
