Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

May 2025
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Indonesia Masuk 12 Besar Negara Manufaktur Global
Written by Tim Redaksi GatraNewsMay 5, 2025

Indonesia Masuk 12 Besar Negara Manufaktur Global

Ekonomi & Bisnis Article

Jakarta, Gatranews.id – Indonesia masuk jajaran 12 besar negara dengan nilai tambah manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) tertinggi di dunia pada 2023. Capaian ini menempatkan Indonesia di atas negara-negara ASEAN lainnya dan sejajar dengan negara maju seperti Inggris, Rusia, dan Prancis.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, nilai MVA Indonesia tahun lalu mencapai US$255,96 miliar. Nilai itu meningkat 36,4% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar US$241,87 miliar.

“Indonesia mengungguli jauh dibandingkan negara ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA-nya hanya setengah dari nilai MVA Indonesia. MVA Thailand berada di posisi ke-22 dengan nilai US$128 miliar, sedangkan Vietnam di posisi ke-24 dengan nilai US$102 miliar,” ujar Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (4/5).

Menurut Agus, struktur industri manufaktur Indonesia cukup dalam, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Hal ini memperkuat nilai tambah dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional.

“Tren MVA selalu naik sejak tahun 2019–2023 kecuali pada masa pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Untuk terus memacu value added ini perlu kebijakan yang strategis, pro-bisnis dan pro-investasi sehingga industri manufaktur kita semakin berdaya saing di kancah global,” katanya.

Data Bank Dunia mencatat, rata-rata MVA dunia berdasarkan 153 negara mencapai US$78,73 miliar. Sepanjang 1983–2023, rata-rata MVA Indonesia tercatat US$102,85 miliar. Nilai terendah dicapai pada 1983 sebesar US$10,88 miliar dan tertinggi pada 2023.

Agus menegaskan, capaian ini merupakan hasil dari kebijakan industrialisasi nasional yang menekankan hilirisasi sumber daya alam, peningkatan daya saing industri, serta dorongan pada pemanfaatan teknologi dan inovasi.

“Kemenperin selama ini konsisten mendorong perlindungan industri dalam negeri melalui kebijakan perlindungan pasar domestik dari banjir produk impor sehingga mampu meningkatkan MVA Indonesia secara signifikan,” ujar Agus.

Kontribusi industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai 18,67%. Ini merupakan yang terbesar dibandingkan sektor lainnya. Industri manufaktur tetap menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.

“Indonesia juga memiliki potensi besar untuk terus memperluas pangsa pasar global, terutama melalui peningkatan ekspor produk hilir bernilai tambah tinggi, termasuk sektor makanan-minuman, tekstil, logam, otomotif, dan elektronik,” kata Agus.

Kementerian Perindustrian terus mendorong implementasi program Making Indonesia 4.0, memperkuat struktur industri dalam negeri, serta memberikan insentif bagi industri yang berorientasi ekspor dan substitusi impor.

Pemerintah juga mempercepat adopsi teknologi industri 4.0 dan membangun ekosistem industri hijau dan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

You may also like

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

18 Chef Jelajahi Kuliner Jawa, UFS Dorong Kreasi Menu Indonesia yang Lebih Modern

AQUA Elektronik Raih Superbrands Indonesia 2026 untuk Kategori Kulkas dan Mesin Cuci

Tags: Industri, Kemenperin, manufaktur

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

May 2025
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Apr   Jun »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress