Es Ampiang Dadiah: Kuliner Unik Minangkabau yang Makin Diminati
Bukittinggi, Gatranews.id – Sumatera Barat terkenal dengan kekayaan kulinernya yang unik dan otentik. Salah satu hidangan khas yang mulai banyak menarik perhatian pecinta kuliner adalah Es Ampiang Dadiah.
Perpaduan antara dadiah—yogurt tradisional Minangkabau—dengan ampiang (emping ketan), ditambah siraman santan dan gula merah cair, menciptakan cita rasa yang unik dan menyegarkan.
Jika biasanya dadiah disajikan sebagai lauk pendamping nasi, kini inovasi es ampiang dadiah memberikan sensasi baru yang lebih segar dan cocok dinikmati sebagai hidangan penutup atau camilan.
Apa Itu Dadiah? Yogurt Tradisional Khas Minang
Dadiah merupakan produk fermentasi susu kerbau yang dibuat secara alami tanpa tambahan ragi atau bahan kimia. Prosesnya cukup unik—susu kerbau segar dimasukkan ke dalam tabung bambu dan dibiarkan berfermentasi selama dua hingga tiga hari.
Hasilnya adalah dadiah dengan tekstur lembut seperti pudding dan rasa asam alami, mirip dengan yogurt tetapi lebih kaya rasa.
Berbeda dengan yogurt yang umumnya menggunakan kultur bakteri tertentu, fermentasi dadiah terjadi secara alami berkat mikroorganisme yang ada di lingkungan sekitar, terutama di bambu yang digunakan sebagai wadahnya.
Perpaduan Sempurna: Ampiang, Santan, dan Gula Aren
Dalam penyajian tradisional, dadiah biasanya dimakan bersama ampiang, yaitu emping ketan yang terbuat dari beras ketan yang disangrai, ditumbuk, lalu dikeringkan. Teksturnya renyah dan memiliki rasa khas yang berpadu sempurna dengan kelembutan dadiah.
Untuk menambah kenikmatan, es ampiang dadiah disajikan dengan tambahan santan kental yang gurih serta siraman gula merah cair yang memberikan sentuhan manis.
Beberapa penjual juga menambahkan es batu, sehingga semakin segar ketika dinikmati di siang hari.
Es Ampiang Dadiah, Kuliner Minang yang Mendunia
Nama Es Ampiang Dadiah semakin dikenal luas setelah koki internasional Gordon Ramsay mencicipinya dalam program televisinya saat berkunjung ke Sumatera Barat.
Dalam episode tersebut, Ramsay mengungkapkan kekagumannya terhadap cita rasa dan keunikan kuliner tradisional Minangkabau ini.
Selain kelezatannya, es ampiang dadiah juga memiliki manfaat kesehatan yang luar biasa. Dadiah kaya akan probiotik alami yang baik untuk pencernaan, sementara santan dan gula aren memberikan energi tambahan bagi tubuh.
Di Mana Bisa Menikmati Es Ampiang Dadiah?
Jika Anda tertarik mencicipi hidangan khas ini, beberapa tempat di Sumatera Barat menyajikannya dengan resep asli turun-temurun. Beberapa warung tradisional di Bukittinggi, seperti Warung Ni Upik di Pasar Ateh, terkenal dengan sajian ampiang dadiah yang autentik.
Selain itu, beberapa restoran khas Minang di Jakarta dan kota besar lainnya mulai menawarkan menu ini sebagai pilihan dessert tradisional yang lezat dan sehat.
Es Ampiang Dadiah bukan sekadar kuliner biasa, tetapi cerminan kearifan lokal Minangkabau dalam mengolah bahan pangan dengan cara alami.
Dengan perpaduan rasa manis, asam, dan gurih yang khas, serta kesegarannya yang menggoda, tidak heran jika kuliner ini semakin populer di kalangan pecinta makanan tradisional.
Jika Anda berkunjung ke Sumatera Barat, jangan lewatkan kesempatan untuk menikmati es ampiang dadiah langsung dari tempat asalnya!
