Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

December 2024
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Nov   Jan »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • IKI Desember 2024 Masih Ekspansif, Momen Nataru Dorong Industri Pengolahan Tetap Tumbuh 
Written by Tim Redaksi GatraNewsDecember 30, 2024

IKI Desember 2024 Masih Ekspansif, Momen Nataru Dorong Industri Pengolahan Tetap Tumbuh 

Ekonomi & Bisnis Article

Jakarta, Gatranews.id – Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Desember 2024 masih bertahan pada posisi ekspansi, yaitu sebesar 52,93. Angka ini turun 0,02 poin dibandingkan dengan November 2024 dan meningkat 1,61 poin dibandingkan dengan Desember 2023.

“Meningkatnya IKI bulan Desember ini ditopang oleh terjadinya ekspansi 19 subsektor dengan kontribusi terhadap PDB Industri Manufaktur Nonmigas Triwulan II 2024 sebesar 90,5%,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arif dalam Rilis IKI Desember 2024 di Jakarta, Senin (30/12).

Peningkatan IKI Desember 2024 ini juga ditunjang oleh berekspansinya seluruh indeks pembentuk IKI. Mulai dari pesanan baru, produksi, hingga persediaan.

Indeks produksi mengalami kenaikan terbesar dan berubah dari kontraksi menjadi ekspansi di angka 55,53 atau naik 5,81 poin. Sedangkan indeks pesanan baru dan persediaan mengalami penurunan berturut-turut 3,49 poin menjadi 50,71 dan 0,1 menjadi 54,58. 

Peningkatan produksi itu didorong oleh persiapan perayaan Natal dan Tahun Baru yang telah diantisipasi oleh pelaku usaha industri manufaktur. Di sisi lain, konsumen cenderung mengambil sikap wait and see untuk melakukan pesanan maupun membeli produk. 

Jika dilihat dari sisi daya beli masyarakat, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2024 menunjukkan peningkatan 4,8 poin dibandingkan Oktober. Khususnya untuk masyarakat dengan pengeluaran di atas Rp5 juta. Peningkatan keyakinan konsumen pada November itu didukung oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK).

Kondisi ini menunjukkan masyarakat golongan menengah keatas tengah mempersiapkan rencana di akhir tahun dalam momen liburan sekolah, natal, dan tahun baru. Hal ini tentu saja mendorong daya beli masyarakat terhadap produk industri di bulan Desember ini. Tiga subsektor dengan nilai IKI tertinggi yaitu subsektor Industri Alat Angkutan Lainnya, Industri Peralatan Listrik, dan Industri Kertas dan Barang dari Kertas menunjukkan keterkaitan hal tersebut. 

Namun demikian, terdapat empat subsektor utama yang justru mengalami kotraksi pada momen ini, yaitu Industri Minuman, Industri Tekstil, Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik, serta Industri Pengolahan Tembakau. Keempat subsektor ini mengalami kontraksi akibat penurunan pesanan baru. Selain tidak stabilnya kondisi global yang berpengaruh pada penurunan demand produk industri, beberapa isu diduga mendorong penurunan pesanan pada beberapa subsektor di atas, antara lain isu cukai tembakau, pajak pemanis, dan kenaikan PPN.

Selanjutnya, melihat kondisi global, pelemahan rupiah terhadap dolar berakibat pada kenaikan harga barang-barang, terutama barang impor maupun produk yang bahan bakunya berasal dari luar negeri sehingga akan menjadi beban kenaikan biaya produksi. Konflik geopolitik, serta pemilihan umum yang terjadi di lebih dari 60 negara juga menimbulkan perbedaan arah kebijakan sebagai akibat dari pergantian kepemimpinan.

Terkait kenaikan PPN, Tim Analis IKI menyebutkan bahwa kebijakan tersebut berpotensi membawa tiga dampak utama. Pertama, penurunan daya beli konsumen karena mereka harus membayar harga lebih tinggi untuk barang yang sama, yang berpotensi menurunkan volume pembelian dan mempengaruhi keputusan konsumsi terutama untuk barang non-esensial. Kedua, industri akan menghadapi penambahan beban operasional akibat peningkatan biaya input produksi yang terkena PPN, bertambahnya beban administratif pengelolaan pajak, serta potensi perubahan arus kas perusahaan. Ketiga, potensi kenaikan harga jual produk yang disebabkan oleh kemungkinan membebankan kenaikan biaya ke harga jual. Hal iini juga menciptakan dilema antara menjaga margin atau mempertahankan daya saing, serta risiko kehilangan pangsa pasar jika perusahaan memutuskan menaikkan harga.

Di sisi lain, kenaikan UMP dinilai memberikan tekanan terhadap industri berupa peningkatan biaya tenaga kerja/operasional, dan daya saing industri. Menghadapi isu kenaikan UMP ini, Kemenperin sedang merancang insentif untuk membantu pelaku industri, melakukan stimulus untuk meringankan beban dunia usaha dan berupaya menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan industri.

“Selain itu diperlukan strategi mitigasi berupa percepatan penggunaan hedging valas, pengurangan ketergantungan pada bahan baku impor, diversifikasi produk sesuai daya beli masyarakat, dan efisiensi biaya operasional,” ucap Febri.

You may also like

PTPP Raih Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

18 Chef Jelajahi Kuliner Jawa, UFS Dorong Kreasi Menu Indonesia yang Lebih Modern

AQUA Elektronik Raih Superbrands Indonesia 2026 untuk Kategori Kulkas dan Mesin Cuci

Tags: IKI, Indeks Kepercayaan Industri, Industri, Kemenperin

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • October 2026
  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

December 2024
M T W T F S S
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
« Nov   Jan »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress