Skip to content

Menu

  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

October 2024
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
« Sep   Nov »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Gatranews.id
  • About
  • Beranda
  • Blog
  • Blog
  • Cart
  • Cart
  • Cart
  • Checkout
  • Checkout
  • Checkout
  • Contact
  • Home
  • Home test
  • Home Two
  • Load More
  • My account
  • My account
  • My account
  • Sample Page
  • Sample Page
  • Shop
  • Shop
  • Shop
  • Slider
You are here :
  • Home
  • Hukum dan Kriminal
  • FPN Kecam Pemanggilan Sakti Wahyu Trenggono oleh Prabowo, Desak KPK Bertindak
Written by Tim Redaksi GatraNewsOctober 15, 2024

FPN Kecam Pemanggilan Sakti Wahyu Trenggono oleh Prabowo, Desak KPK Bertindak

Hukum dan Kriminal Article

Jakarta, Gatranews.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil Sakti Wahyu Trenggono, yang diduga terlibat dalam sejumlah kasus korupsi, untuk masuk dalam kabinetnya. Ketua FPN, Dos Santos, menyatakan keprihatinan atas tindakan tersebut, yang dinilai mencederai komitmen pemberantasan korupsi yang selama ini disuarakan.

Santos menegaskan bahwa pihaknya keberatan dengan keputusan Prabowo memanggil Trenggono, yang menurutnya memiliki rekam jejak korupsi, terutama terkait proyek fiktif di PT Telkom. “Kami menolak keras langkah ini. Wahyu Trenggono seharusnya dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mempertanggungjawabkan tindakannya, bukan dipanggil untuk bergabung dalam pemerintahan,” ujar Santos dalam pernyataannya.

FPN juga menuding lambannya proses hukum oleh KPK terhadap kasus korupsi proyek fiktif di PT Telkom yang melibatkan Trenggono. Mereka mendesak lembaga antirasuah tersebut untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap Trenggono dan memproses kasus ini secara transparan.

Dugaan Korupsi Wahyu Trenggono

Dalam pernyataannya, FPN mengungkapkan bahwa Wahyu Trenggono diduga terlibat dalam proyek fiktif senilai lebih dari Rp500 triliun di PT Telkom, yang diyakini sebagai bagian dari upaya pencucian uang untuk mendanai kampanye Joko Widodo pada 2018-2019. FPN juga menuding Trenggono menggunakan pengaruh politiknya untuk menyingkirkan lawan-lawan bisnisnya, termasuk menggusur Renaldi Firmansyah dari jajaran direksi PT Telkom pada 2012 melalui RUPS luar biasa.

Selain itu, Trenggono juga dituding terlibat dalam sejumlah praktik bisnis curang di sektor kelautan dan perikanan, termasuk melegalkan kembali ekspor benih bening lobster dan pasir laut, serta manipulasi data kapal curian yang melibatkan keluarganya.

Seruan untuk Masyarakat Sipil

FPN mengajak masyarakat sipil, terutama mereka yang pro-demokrasi dan berkomitmen terhadap penegakan hukum, untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi dugaan penyusunan kabinet yang melibatkan sosok-sosok bermasalah. Mereka juga menuding sejumlah media arus utama telah bungkam terhadap kasus ini karena diduga terikat kontrak iklan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

“Media mainstream yang seharusnya menjadi pengawal demokrasi justru diam. Kami mengecam keras sikap ini, dan menegaskan bahwa Gerindra dan KPK harus bertindak sesuai komitmen pemberantasan korupsi,” tutup Santos.

FPN juga berencana menggelar aksi simbolis dengan menyerahkan “peti mati” ke berbagai pihak, termasuk KPK dan Gerindra, sebagai simbol matinya keberanian dalam mengungkap kasus-kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh besar.

You may also like

Kuasa Hukum Ang Tjiu Bu Minta Perlindungan Hukum Terkait Boedel Pailit, Soroti Dokumen yang Tak Ada di Berkas Perkara

Di Tengah Isu Internal, Jaksa Agung Justru Tancap Gas: Aset Rp1 Triliun Disita dari Kasus Inhutani V

Kasus MBG Dinilai Jalan di Tempat, JMI Desak Kejagung Tuntut Hukuman Mati Dadan Cs

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • September 2026
  • August 2026
  • July 2026
  • June 2026
  • May 2026
  • April 2026
  • March 2026
  • February 2026
  • January 2026
  • December 2025
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025
  • August 2025
  • July 2025
  • June 2025
  • May 2025
  • April 2025
  • March 2025
  • February 2025
  • January 2025
  • December 2024
  • November 2024
  • October 2024
  • September 2024
  • August 2024
  • July 2024

Calendar

October 2024
M T W T F S S
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  
« Sep   Nov »

Categories

  • Ekonomi & Bisnis
  • Environment
  • Fashion
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Hukum dan Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kuliner
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Otomotif
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Politik
  • Regional
  • Religi
  • Teknologi
  • Travel
  • Uncategorized

Copyright Gatranews.id 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress