February 4, 2026

Pesona Tersembunyi Pulau Bangka: Surga Wisata yang Belum Banyak Tersentuh

  • May 30, 2025
  • 5 min read
Pesona Tersembunyi Pulau Bangka: Surga Wisata yang Belum Banyak Tersentuh

Bangka, Gatranews.id – Pulau Bangka, yang berada di bagian timur Pulau Sumatra, sering kali hanya dikenal sebagai salah satu penghasil timah terbesar di Indonesia. Namun di balik kekayaan alam tambangnya, Bangka menyimpan harta karun wisata yang belum banyak terekspos. Mulai dari pantai eksotis, situs budaya yang kental nuansa Tionghoa, hingga kuliner yang menggoda lidah. Bangka adalah destinasi lengkap bagi mereka yang mendambakan keindahan tanpa hiruk-pikuk turisme massal.

Wisata Alam dan Pantai

Pantai Parai Tenggiri – Sungailiat

Pantai Parai Tenggiri merupakan ikon wisata Bangka yang paling populer. Letaknya hanya sekitar 45 menit dari ibu kota Pangkalpinang. Begitu sampai, wisatawan akan disambut oleh lanskap spektakuler: pasir putih bersih, laut tenang berwarna toska, serta deretan batu granit besar yang tersebar seperti dipahat secara artistik oleh alam.

Pantai ini juga telah dikelola menjadi kawasan resort dengan fasilitas lengkap seperti hotel, restoran seafood tepi pantai, banana boat, dan snorkeling. Salah satu pengalaman tak terlupakan adalah berdiri di atas jembatan beton kecil yang menghubungkan bebatuan besar, sambil menikmati semilir angin laut dan suara ombak yang lembut menghantam karang.

b. Pantai Matras – Permata Panjang di Utara Bangka

Terletak tidak jauh dari Parai, Pantai Matras dikenal dengan garis pantainya yang panjang, landai, dan dangkal, menjadikannya favorit wisatawan lokal untuk berenang dan piknik keluarga. Keunikan Pantai Matras adalah keberadaan sungai kecil yang mengalir langsung ke laut, menciptakan pemandangan unik.

Saat senja, pantai ini menyuguhkan panorama sunset luar biasa. Langit yang berubah jingga keemasan dengan siluet pepohonan kelapa menciptakan suasana damai yang memukau. Tidak jarang terlihat nelayan pulang dari laut dengan perahu kecil, menambah nuansa lokal yang khas.

c. Pantai Tikus – Tenang, Mistis, dan Penuh Makna

Nama “Pantai Tikus” mungkin terdengar aneh, tapi keindahannya sungguh tak biasa. Pantai ini masih sangat alami dan relatif sepi. Keistimewaannya terletak pada kombinasi antara laut biru yang tenang, tebing batu granit, dan keberadaan Vihara Puri Tri Agung di atas bukit yang menghadap langsung ke laut.

Dari puncak vihara, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan pantai dari ketinggian dengan latar belakang laut yang luas. Suasana spiritual dan alami berpadu, memberikan pengalaman kontemplatif yang tak terlupakan. Jalan menuju pantai cukup menantang dan menurun, tapi keindahannya sepadan dengan usaha yang dikeluarkan.

d. Danau Kaolin – Surga Biru dari Tambang Putih

Danau Kaolin adalah salah satu spot Instagramable yang kini mulai naik daun di Bangka. Dulunya adalah lokasi bekas tambang timah, kini berubah menjadi danau buatan dengan air biru terang yang kontras dengan tanah putih bersih di sekitarnya.

Warna air dan lanskapnya sering dibandingkan dengan kawah-kawah di Islandia atau danau Kapur di Turki. Tapi ini Indonesia! Lokasi ini sangat populer untuk fotografi, terutama saat matahari cerah yang membuat warna danau semakin menyala.

Penting: Meski indah, jangan berenang karena airnya bersifat asam.


🌳 e. Air Terjun Batu Bedaun – Surga Tersembunyi di Belinyu

Jika Anda ingin menjauh dari pantai dan menjelajah hutan, maka Air Terjun Batu Bedaun adalah jawabannya. Terletak di kawasan Belinyu, tempat ini menyajikan panorama hutan tropis dan aliran air terjun bertingkat yang jernih.

Suasana sejuk dan suara gemericik air membuat tempat ini cocok untuk meditasi atau relaksasi. Banyak warga lokal datang untuk berendam, bermain air, atau sekadar bersantai sambil membawa bekal.

Wisata Sejarah dan Budaya

Museum Timah Indonesia – Napak Tilas Bangka sebagai Negeri Tambang

Berada di Pangkalpinang, museum ini merupakan saksi bisu dari masa kejayaan industri timah di Bangka. Koleksinya meliputi alat tambang kuno, arsip kolonial Belanda, peta tambang, hingga replika kapal isap timah.

Desain bangunannya yang masih bergaya kolonial menambah daya tarik historis. Di sini, pengunjung bisa memahami mengapa timah menjadi urat nadi kehidupan masyarakat Bangka selama berabad-abad.

Kelenteng Dewi Laut – Warisan Spiritual Tionghoa

Kelenteng ini terletak di tepi laut Sungailiat dan merupakan salah satu tempat ibadah tertua di Bangka. Dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Mazu, dewi pelindung laut, kelenteng ini kerap digunakan untuk ritual tolak bala dan keselamatan pelaut.

Warna merah cerah, arsitektur khas Tiongkok, dan ornamen naga yang menghiasi atap membuatnya sangat mencolok dan cantik untuk difoto. Setiap tahun, festival Cap Go Meh dirayakan meriah di sini.

Vihara Puri Tri Agung – Ikon Kerukunan Beragama

Vihara megah ini dibangun di atas bukit, menyajikan pemandangan 360 derajat ke laut dan pegunungan. Tempat ibadah ini tidak hanya melayani umat Buddha dan Konghucu, tapi juga terbuka untuk umum.

Struktur bangunan bercorak merah, emas, dan hijau menyimbolkan keseimbangan hidup. Di malam hari, lampion-lampion menyala dan menciptakan suasana magis. Vihara ini juga menjadi spot favorit bagi pecinta fotografi karena arsitekturnya yang megah.

Kampung Gedong – Desa Tionghoa yang Bertahan dari Zaman ke Zaman

Kampung Gedong di Kecamatan Belinyu adalah perkampungan etnis Tionghoa tertua di Bangka. Rumah-rumah kayu tua dengan jendela lebar dan jalan sempit menciptakan suasana nostalgia masa lalu.

Penduduknya sangat ramah dan masih mempertahankan tradisi nenek moyang mereka, seperti upacara Tionghoa tradisional, memasak makanan khas Hakka, dan penggunaan dialek lokal. Di sini, Anda bisa mencicipi makanan rumahan khas Hakka seperti lempah atau mie Belitung versi rumahan.

Wisata Kuliner Khas Bangka

Kuliner Bangka kaya akan cita rasa laut dan pengaruh budaya Tionghoa-Hakka. Beberapa makanan yang wajib dicicipi antara lain:

  • Mie Koba: Mie dengan kuah ikan tenggiri, dilengkapi daun seledri dan bawang goreng.
  • Pempek Panggang: Pempek dibakar dengan isian ebi dan disajikan dengan sambal terasi pedas.
  • Lempah Kuning Ikan Kakap: Sup berkuah kuning dari kunyit, asam, dan nanas.
  • Rusip: Sambal fermentasi ikan teri, cocok dengan lalapan.
  • Cakwe dan kue-kue Hakka: Dijual di pasar-pasar pagi seperti Pasar Pagi Pangkalpinang.

Akses dan Tips Berkunjung

  • Bandara Terdekat: Depati Amir (PGK), Pangkalpinang
  • Pelabuhan: Muntok (dari Palembang)
  • Transportasi Lokal: Sewa mobil, ojek online, atau angkutan kota

Waktu Terbaik Berkunjung: April–Oktober (musim kemarau)

Bangka adalah contoh sempurna bagaimana alam, sejarah, dan budaya bisa berpadu indah dalam satu destinasi. Pulau ini adalah tempat yang tepat untuk melepas penat, mendalami sejarah, dan menikmati kuliner otentik. Jadi, jika Anda mencari alternatif liburan selain Bali atau Lombok, Pulau Bangka adalah jawabannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *