February 4, 2026

Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Segera di Gaza: “Jangan Pernah Lagi Ada Perang”

  • May 12, 2025
  • 3 min read
Paus Leo XIV Serukan Gencatan Senjata Segera di Gaza: “Jangan Pernah Lagi Ada Perang”

Vatikan, Gatranews.id — Paus Leo XIV, pemimpin baru Gereja Katolik Roma, menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza dalam pidato publik pertamanya sejak terpilih. Dari balkon Basilika Santo Petrus di Vatikan, Paus menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap eskalasi kekerasan yang terus berlangsung di wilayah Palestina, yang telah menelan banyak korban sipil, termasuk anak-anak.

“Saya sangat sedih dengan apa yang terjadi di Jalur Gaza,” ujar Paus Leo XIV dalam pidatonya, yang disampaikan di hadapan ribuan umat Katolik yang memadati Lapangan Santo Petrus. “Saya memohon agar semua pihak segera menghentikan kekerasan dan membuka akses kemanusiaan bagi mereka yang terdampak.”

Paus juga menekankan pentingnya memberikan bantuan medis dan makanan kepada warga sipil, serta mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak mendorong tercapainya perdamaian yang adil dan abadi.

Mengingatkan Dunia Akan Dampak Dahsyat Perang

Dalam pidato yang bertepatan dengan peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, Paus Leo XIV mengingatkan umat manusia akan luka sejarah akibat konflik bersenjata. Ia mengutip pernyataan mendiang Paus Fransiskus tentang “Perang Dunia Ketiga yang diperjuangkan secara bertahap,” seraya mengulang seruan yang penuh makna: “Mai più la guerra”“Jangan pernah lagi ada perang.”

“Dunia tidak boleh lupa pada penderitaan yang ditimbulkan oleh perang,” tegas Paus Leo XIV. “Sudah saatnya kita belajar dari masa lalu dan memilih jalan perdamaian, bukan kekerasan.”

Fokus pada Gaza dan Ukraina

Selain menyerukan gencatan senjata di Gaza, Paus juga mengangkat krisis yang sedang berlangsung di Ukraina. Ia meminta semua pihak menghormati prinsip-prinsip keadilan dan perdamaian, serta menyerukan penyelesaian damai atas konflik yang telah berkecamuk sejak 2022.

“Baik di Gaza maupun Ukraina, rakyatlah yang paling menderita,” ujarnya. “Marilah kita berdoa dan bekerja untuk mengakhiri penderitaan ini.”

Respons Tokoh Agama dan Komunitas Internasional

Seruan Paus Leo XIV mendapat sambutan hangat dari berbagai tokoh lintas agama. Grand Imam Al-Azhar, Sheikh Ahmed el-Tayeb, menyampaikan apresiasinya melalui media sosial, “Kami menyambut baik seruan Paus Leo XIV. Perdamaian adalah nilai utama dalam setiap agama, dan kami mendukung penuh upaya menuju gencatan senjata.”

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, juga menanggapi positif. Dalam pernyataannya, Guterres mengatakan, “Pesan damai dari Vatikan menegaskan bahwa dunia membutuhkan suara moral yang kuat untuk mengakhiri penderitaan sipil. Seruan ini harus dijadikan momentum nyata untuk menghentikan konflik di Gaza.”

Sementara itu, Presiden Palestina Mahmoud Abbas memuji inisiatif Paus dan menyatakan bahwa “dukungan dari Vatikan menunjukkan bahwa keadilan dan hak asasi manusia harus ditegakkan bagi rakyat Palestina.”

Di sisi lain, juru bicara pemerintah Israel menyatakan pihaknya “menghormati seruan Paus,” namun tetap menekankan bahwa keamanan nasional merupakan prioritas utama.

Awal Kepemimpinan yang Penuh Harapan

Pidato ini menjadi pernyataan politik dan moral pertama dari Paus Leo XIV, yang baru saja terpilih menggantikan Paus Fransiskus. Ia sebelumnya dikenal sebagai Kardinal Robert Prevost dari Amerika Serikat dan dikenal luas atas perhatian besarnya terhadap isu-isu kemanusiaan dan keadilan sosial.

Upacara pelantikan resmi Paus Leo XIV dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 18 Mei 2025, di Basilika Santo Petrus. Banyak pihak memandang pidato perdananya sebagai cerminan komitmen kepausannya untuk menjadikan Vatikan sebagai suara moral dunia dalam menghadapi konflik dan krisis global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *