January 11, 2026

Dorong Industri Hijau, Pemerintah Siapkan Strategi Dekarbonisasi

  • May 8, 2025
  • 2 min read
Dorong Industri Hijau, Pemerintah Siapkan Strategi Dekarbonisasi

Jakarta, Gatranews.id – Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong industri nasional menuju target emisi nol bersih atau net zero emission. Hal ini disampaikan dalam acara Mata Lokal Festival 2025 yang digelar di Jakarta, Kamis (8/5).

Menurut Agus, sektor industri menjadi penyumbang besar emisi karbon di Indonesia. Dalam kurun waktu 2011–2023, emisi dari sektor ini meningkat dua kali lipat. Bila tidak segera diatasi, jumlah emisi diperkirakan akan terus melonjak seiring pertumbuhan ekonomi.

“Dekarbonisasi bukan pilihan, tetapi keharusan. Kita harus bergerak cepat agar industri Indonesia tetap relevan dan berdaya saing secara global,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2023 mencapai US$255,96 miliar. Angka itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dan tertinggi di kawasan ASEAN, mengungguli Thailand dan Vietnam.

Capaian ini menunjukkan kekuatan sektor industri nasional. Namun, tantangannya kini bergeser dari sekadar pertumbuhan menjadi keberlanjutan.

“Pertumbuhan tidak cukup. Industri harus tumbuh dengan cara yang ramah lingkungan,” kata Agus.

Peta Jalan dan Kawasan Industri Hijau

Kementerian Perindustrian tengah menyusun peta jalan dekarbonisasi industri. Strategi ini mencakup penerapan ekonomi sirkular, penggunaan energi terbarukan, dan penerapan standar industri hijau.

Hingga April 2025, tercatat 168 kawasan industri telah memiliki izin usaha. Enam di antaranya menjadi proyek percontohan kawasan industri berwawasan lingkungan.

“Kita dorong lebih banyak kawasan industri hijau. Ini bukan hanya untuk lingkungan, tetapi juga membuka peluang pasar dan pendanaan,” ujarnya.

Agus juga menyinggung kebijakan internasional yang kini menuntut produk ramah lingkungan. Sejumlah negara, seperti Uni Eropa dan Amerika Serikat, menerapkan pajak karbon dan aturan anti-deforestasi.

Di sisi lain, konsumen juga makin sadar lingkungan. Survei menunjukkan 68% konsumen bersedia membayar lebih untuk produk yang ramah lingkungan. Bahkan, 57% investor telah menunjukkan peningkatan minat terhadap investasi berkelanjutan.

“Kita harus siap dengan perubahan ini. Industri yang tidak adaptif akan tertinggal,” kata Agus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *