January 12, 2026

Obat Rabies: Jenis, Fungsi, Cara Pemberian, dan Pentingnya Penanganan Dini

  • May 7, 2025
  • 3 min read
Obat Rabies: Jenis, Fungsi, Cara Pemberian, dan Pentingnya Penanganan Dini

Jakarta, Gatranews.id – Rabies adalah penyakit zoonosis (ditularkan dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh virus rabies. Penyakit ini sangat berbahaya karena menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Meskipun mematikan, rabies sebenarnya bisa dicegah dan diobati secara efektif melalui pemberian obat rabies, yang mencakup vaksin antirabies (VAR) dan serum antirabies (SAR).

Dalam artikel ini, akan dibahas secara komprehensif mengenai jenis obat rabies, cara kerja, prosedur pemberian, dan pentingnya penanganan segera setelah terpapar.

Apa Itu Rabies?

Rabies adalah infeksi virus akut yang ditularkan melalui air liur hewan yang terinfeksi, umumnya melalui gigitan.

Virus ini bekerja sangat cepat menuju otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan ensefalitis (radang otak) yang berujung pada kematian. Hewan penular utama di Indonesia adalah anjing, kucing, dan kelelawar.

Jenis Obat Rabies

  1. Vaksin Antirabies (VAR)
    Vaksin ini merupakan bagian dari penanganan pasca-paparan (post-exposure prophylaxis/PEP) dan juga bisa diberikan sebelum terjadi paparan (pre-exposure prophylaxis/PrEP) pada orang-orang yang berisiko tinggi. VAR merangsang tubuh memproduksi antibodi terhadap virus rabies. Dosis dan jadwal penyuntikan tergantung pada status vaksinasi sebelumnya dan tingkat keparahan paparan.

Jadwal Umum Pemberian VAR (untuk individu belum pernah divaksinasi):

-Hari ke-0 (hari pertama setelah gigitan)

-Hari ke-3

-Hari ke-7

-Hari ke-14

-Hari ke-28 (opsional)

  1. Serum Antirabies (SAR) / Rabies Immunoglobulin (RIG)
    SAR diberikan hanya pada kasus gigitan kategori III (luka dalam, banyak, atau di dekat otak seperti wajah dan leher). SAR mengandung antibodi jadi yang memberikan perlindungan langsung sebelum vaksin mulai bekerja. Serum ini disuntikkan langsung ke sekitar luka dan hanya diberikan sekali.

Cara Kerja Obat Rabies

Vaksin Rabies (VAR): Merangsang sistem imun untuk memproduksi antibodi spesifik melawan virus rabies.

Serum Rabies (SAR): Menyediakan perlindungan langsung dengan antibodi siap pakai, menetralkan virus sebelum antibodi alami terbentuk.

Gabungan VAR dan SAR sangat penting pada paparan berat untuk mencegah virus masuk ke sistem saraf pusat.

Efek Samping dan Keamanan

Secara umum, VAR dan SAR aman digunakan. Namun, efek samping ringan bisa terjadi, seperti:

Nyeri atau kemerahan di tempat suntikan

Demam ringan

Sakit kepala

Reaksi alergi (jarang)

Prosedur Setelah Digigit Hewan

  1. Segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir selama minimal 15 menit.
  2. Disinfeksi luka menggunakan povidone iodine atau antiseptik sejenis.
  3. Cari pertolongan medis sesegera mungkin ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit.
  4. Dokter akan menilai kategori gigitan dan menentukan apakah perlu diberikan VAR dan/atau SAR.

Ketersediaan Obat Rabies di Indonesia

Pemerintah Indonesia, melalui Dinas Kesehatan dan Kementerian Kesehatan, menyediakan vaksin dan serum rabies di berbagai fasilitas kesehatan. Namun, ketersediaan SAR terkadang terbatas dan biasanya hanya tersedia di rumah sakit rujukan. Beberapa provinsi seperti Bali, NTT, dan Sulawesi memiliki program vaksinasi massal untuk hewan penular rabies.

Pencegahan Rabies

-Vaksinasi hewan peliharaan secara rutin

-Hindari kontak dengan hewan liar

-Edukasi masyarakat tentang bahaya rabies

-Segera laporkan kasus gigitan hewan ke fasilitas kesehatan


Obat rabies, baik vaksin maupun serum, berperan vital dalam menyelamatkan nyawa setelah paparan virus. Kunci utama adalah penanganan cepat dan tepat.

Semakin dini seseorang menerima terapi pasca-paparan, semakin besar peluang sembuh dan terhindar dari kematian. Jangan menunggu gejala muncul—karena saat gejala rabies muncul, hampir tidak ada pengobatan yang efektif.

Edukasi, pencegahan, dan akses terhadap pengobatan harus menjadi prioritas masyarakat dan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *