February 4, 2026

Kenapa Ada Dua Paus di Dunia: Vatikan dan Kairo?

  • May 3, 2025
  • 5 min read
Kenapa Ada Dua Paus di Dunia: Vatikan dan Kairo?

Jakarta, Gatranews.id – Dalam dunia Kristen, istilah “Paus” sering kali dikaitkan dengan satu figur pemimpin tertinggi, yakni Paus di Vatikan. Namun, sedikit yang mengetahui bahwa ada dua Paus yang diakui secara historis dan teologis dalam dua tradisi besar Kekristenan: Paus Gereja Katolik Roma yang berpusat di Vatikan, dan Paus Gereja Ortodoks Koptik yang berkedudukan di Alexandria, Mesir, dengan pusat administrasi di Kairo. Keduanya memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan tetap memainkan peran sentral bagi umat Kristen di seluruh dunia.

PAUS DI VATIKAN: PEMIMPIN GEREJA KATOLIK ROMA

Akar Sejarah: Dari Santo Petrus hingga Negara Vatikan

Gereja Katolik Roma meyakini bahwa Paus pertama adalah Santo Petrus, salah satu murid terdekat Yesus Kristus. Menurut tradisi Katolik, Yesus menunjuk Petrus sebagai “batu karang” tempat Ia membangun gereja-Nya (Matius 16:18). Petrus kemudian diyakini menjadi Uskup Roma dan meninggal sebagai martir di kota tersebut sekitar tahun 64–68 M, di bawah penganiayaan Kaisar Nero.

Suksesi Petrus diteruskan oleh para uskup Roma berikutnya, yang kemudian dikenal sebagai “Paus”. Seiring berjalannya waktu, terutama sejak Konsili Nicea (325 M), Uskup Roma mendapat tempat istimewa dalam hierarki gereja universal. Kepausan menjadi pusat kekuasaan rohani dan politik di Eropa, terutama selama Abad Pertengahan.

Pada 1929, Perjanjian Lateran yang ditandatangani antara Paus Pius XI dan pemerintah Italia menyatakan Vatikan sebagai negara merdeka, yang menjadikan Paus sebagai kepala negara dan pemimpin spiritual Gereja Katolik global.

Fungsi Paus dalam Gereja Katolik

Paus memiliki tiga fungsi utama dalam teologi Katolik:

  1. Sebagai Uskup Roma, ia memimpin keuskupan tertua dalam Kekristenan Barat.
  2. Sebagai penerus Petrus, ia adalah simbol kesatuan seluruh Gereja.
  3. Sebagai pemimpin universal, ia memiliki otoritas atas doktrin, moral, dan administrasi gereja sedunia.

Paus juga memiliki peran diplomatik dengan negara-negara lain, menunjuk kardinal, dan meresmikan ajaran-ajaran penting gereja (dogma) yang dianggap tidak dapat salah (ex cathedra).

Paus Fransiskus: Paus dari Amerika Latin

Saat ini, Gereja Katolik dipimpin oleh Paus Fransiskus (nama asli Jorge Mario Bergoglio), yang terpilih pada 13 Maret 2013. Ia adalah Paus pertama dari Amerika Latin, berasal dari Argentina, dan juga Paus pertama dari Ordo Jesuit. Kepemimpinannya dikenal dengan pendekatan pastoral yang hangat, pembelaan terhadap kaum miskin, perlindungan lingkungan, serta upaya rekonsiliasi dengan agama lain dan kelompok marginal.

PAUS DI KAIRO: PEMIMPIN GEREJA ORTODOKS KOPTIK

Sejarah Gereja Koptik dan Paus Alexandria

Gereja Ortodoks Koptik adalah salah satu gereja tertua di dunia, yang diyakini didirikan oleh Santo Markus Penginjil sekitar tahun 42 M di Alexandria, Mesir. Ia kemudian menjadi Paus pertama Alexandria. Sejak itu, gelar “Paus” digunakan oleh pemimpin Gereja Koptik, jauh sebelum gelar ini menjadi populer di Roma.

Gereja ini berkembang pesat dalam Kekaisaran Romawi Timur, tetapi memisahkan diri setelah Konsili Khalsedon (451 M) karena perbedaan pandangan mengenai kristologi (doktrin tentang natur Yesus Kristus). Gereja Koptik menolak definisi Khalsedon dan berpegang pada doktrin miafisit, yang menyatakan bahwa Yesus memiliki satu natur ilahi-manusia yang menyatu, berbeda dengan pandangan dua natur (duofisit) yang diadopsi oleh Gereja Katolik dan Ortodoks Timur.

Peran Paus Alexandria

Paus Koptik memiliki gelar lengkap “Paus Alexandria dan Patriark Tahta Santo Markus”. Ia memimpin sekitar 15 juta umat Koptik, sebagian besar tinggal di Mesir. Dalam konteks masyarakat mayoritas Muslim, Paus Koptik juga menjadi simbol perlindungan identitas Kristen, serta jembatan dialog antarumat beragama.

Fungsi utamanya meliputi:

  • Menyusun dan menjaga ajaran gereja.
  • Menunjuk uskup dan imam.
  • Memimpin liturgi suci dan perayaan besar.
  • Mewakili Gereja Koptik di forum internasional.

Paus Tawadros II: Figur Moderat di Tengah Tantangan

Paus Tawadros II, terpilih pada tahun 2012, adalah pemimpin Koptik ke-118 sejak Santo Markus. Ia dikenal karena pendekatannya yang tenang, modern, dan terbuka terhadap kerja sama lintas agama. Dalam masa kepemimpinannya, ia kerap mengecam kekerasan sektarian dan menyerukan rekonsiliasi nasional, terutama setelah sejumlah gereja Koptik diserang pasca-revolusi Mesir.

Paus Tawadros II juga aktif membina hubungan baik dengan Vatikan. Salah satu momen penting adalah saat ia dan Paus Fransiskus menandatangani deklarasi bersama pada 2017 yang menegaskan komitmen menuju persatuan gereja.

PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KEDUA PAUS

Persamaan

  • Keduanya menyandang gelar Paus sebagai pemimpin tertinggi gereja.
  • Memiliki suksesi apostolik dari murid Yesus (Petrus dan Markus).
  • Mengemban misi rohani sebagai penjaga iman dan moral umat Kristen.
  • Terlibat aktif dalam isu kemanusiaan dan perdamaian.

Perbedaan

AspekPaus VatikanPaus Koptik
GerejaKatolik RomaOrtodoks Koptik
Suksesi dariSanto PetrusSanto Markus
Tempat KedudukanVatikan (Italia)Kairo (Mesir)
Bahasa LiturgiLatin (dan lokal)Koptik & Arab
Pandangan KristologiDuofisitMiafisit
Tanggal Berdiri GerejaAbad ke-1 MAbad ke-1 M
Jumlah Umat±1,3 miliar±15 juta

HUBUNGAN ANTAR KEDUA GEREJA

Meskipun memiliki perbedaan doktrin yang signifikan, hubungan antara Vatikan dan Gereja Ortodoks Koptik terus membaik dalam beberapa dekade terakhir. Dialog teologis dan deklarasi bersama menjadi dasar pemahaman bersama atas ajaran-ajaran penting, terutama dalam kristologi dan spiritualitas.

Kunjungan Paus Fransiskus ke Mesir pada 2017 dan sambutan hangat dari Paus Tawadros II menjadi simbol kemajuan dalam rekonsiliasi sejarah dan persatuan gereja.

Dua Paus, dua tradisi, namun satu iman akan Yesus Kristus. Kehadiran Paus di Vatikan dan Kairo membuktikan bahwa Kekristenan bukanlah entitas yang seragam, tetapi kaya akan keberagaman sejarah, budaya, dan spiritualitas. Baik Paus Fransiskus maupun Paus Tawadros II memainkan peran vital dalam membimbing umat mereka dan dalam memperkuat pesan perdamaian di dunia yang semakin terpolarisasi.

Dalam era global saat ini, kedua pemimpin ini menjadi ikon moral dan simbol pengharapan — bahwa melalui dialog, kerja sama, dan kasih, perbedaan doktrin bisa dirangkul tanpa kehilangan identitas iman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *