February 4, 2026

Sejarah Hari Pendidikan Nasional

  • April 30, 2025
  • 2 min read
Sejarah Hari Pendidikan Nasional

Jakarta, Gatranews.id – Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) diperingati setiap tanggal 2 Mei di seluruh Indonesia. Tanggal ini dipilih untuk menghormati jasa Ki Hadjar Dewantara, tokoh pelopor pendidikan nasional yang lahir pada 2 Mei 1889. Ia dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan hak pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama pada masa penjajahan Belanda.

Pada masa itu, pendidikan hanya bisa diakses oleh kaum bangsawan dan orang Belanda. Rakyat biasa tidak memiliki kesempatan untuk belajar di sekolah. Ki Hadjar Dewantara menentang hal ini. Ia percaya bahwa setiap orang, tanpa memandang status sosial, berhak mendapatkan pendidikan yang layak.

Untuk mewujudkan cita-citanya, Ki Hadjar mendirikan Perguruan Taman Siswa di Yogyakarta pada 3 Juli 1922. Sekolah ini membuka pintu bagi rakyat biasa agar bisa belajar, berpikir mandiri, dan mencintai tanah air. Pendidikan yang diberikan tidak hanya soal pengetahuan umum, tetapi juga tentang kebangsaan dan karakter.

Ki Hadjar juga dikenal dengan semboyannya yang terkenal: “Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Artinya, di depan memberi teladan, di tengah membangun semangat, dan di belakang memberi dorongan. Semboyan ini menjadi prinsip dalam dunia pendidikan Indonesia dan kini menjadi moto Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara, pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 316 Tahun 1959 menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional. Sejak saat itu, setiap tahunnya Hardiknas diperingati secara nasional.

Peringatan Hardiknas biasanya diisi dengan upacara bendera, seminar, diskusi pendidikan, lomba-lomba antar pelajar, hingga kegiatan sosial. Selain mengenang jasa Ki Hadjar, Hardiknas juga menjadi momen untuk mengevaluasi sistem pendidikan di Indonesia dan mendorong semangat belajar bagi generasi muda.

Pendidikan memegang peranan penting dalam kemajuan bangsa. Melalui pendidikan yang baik, masyarakat dapat berpikir kritis, bersikap bijak, dan berkontribusi dalam pembangunan negara. Oleh karena itu, Hari Pendidikan Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi juga pengingat bahwa pendidikan adalah hak semua orang dan tanggung jawab bersama.

Semangat Ki Hadjar Dewantara dalam memperjuangkan pendidikan tetap relevan hingga saat ini. Tantangan di dunia pendidikan terus berkembang, tetapi nilai-nilai yang ia tanamkan masih menjadi dasar bagi upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *