PRENAGEN Ajak Perempuan Ubah Stigma Kehamilan lewat Kampanye “Siapa Takut Jadi Ibu!”
Jakarta, Gatranews.id – Menyambut Hari Kartini, Kalbe Nutritionals melalui PRENAGEN meluncurkan kampanye bertajuk “Siapa Takut Jadi Ibu!”. Kampanye ini mengajak perempuan mengubah stigma seputar kehamilan dan peran ibu.
PRENAGEN ingin mendorong perempuan menjalani kehamilan dengan percaya diri. Brand Group Manager PRENAGEN, Junita mengatakan bahwa kehamilan bukan sekadar proses biologis.
“PRENAGEN sebagai sahabat dari calon modern mom dan para moms masa kini, memahami bahwa kehamilan bukan sekadar proses biologis. Di tengah-tengah itu, ada banyak dinamika emosional, tekanan sosial, dan pertimbangan personal yang tidak selalu terlihat,” ujar Junita di Jakarta, Senin (28/4).
Ia menambahkan, banyak perempuan masih dituntut untuk siap secara instan. “Tanpa ruang untuk beradaptasi, memahami betul transformasi ini secara menyeluruh ataupun jujur terhadap keraguan dan ketakutan yang mereka rasakan,” lanjutnya.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) 2022 menunjukkan, sekitar 8,2% perempuan Indonesia usia 15-49 tahun yang sudah menikah memilih menunda atau menghindari kehamilan. Perubahan sikap ini dipengaruhi berbagai faktor. Antara lain kesiapan mental, kekhawatiran stabilitas ekonomi, tekanan sosial, serta pertimbangan karier dan kehidupan pribadi.
PRENAGEN melihat bahwa ketakutan dan keraguan terkait kehamilan harus dipahami. Bukan malah menjadi alasan untuk menunda atau menghindari kehamilan.
Melalui kampanye ini, PRENAGEN ingin memberikan ruang refleksi, dialog, dan inspirasi. Perempuan diajak berani menyuarakan kekhawatiran mereka tanpa takut dihakimi.
Psikolog keluarga, Samanta Elsener mengatakan perjalanan menjadi ibu sering dibayangi tantangan yang jarang dibicarakan.
“Perjalanan menjadi ibu kerap kali dibayangi berbagai tantangan yang jarang dibicarakan secara terbuka. Banyak perempuan merasa perlu menyembunyikan emosinya karena tekanan sosial. Padahal, rasa takut atau ketidaksiapan menjadi ibu adalah hal yang wajar dan manusiawi,” kata Samanta.
Menurut Samanta, kehamilan seharusnya dijalani dengan kesadaran penuh, bukan dalam kesendirian. “Karena itu, penting bagi lingkungan sekitar untuk hadir dengan empati dan dukungan,” ujarnya.
Selain dukungan emosional, PRENAGEN juga menyoroti pentingnya pemenuhan nutrisi selama 1.000 hari pertama kehidupan. Nutrisi berperan besar dalam membantu kesiapan perempuan menjadi ibu.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Ardiansjah Dara Sjahruddin mengatakan banyak ibu hamil di Indonesia masih kekurangan nutrisi penting.
“Data kami menunjukkan bahwa banyak ibu hamil yang masih mengalami defisit asupan nutrisi penting, khususnya protein, kalsium, DHA, zat besi, dan asam folat,” kata Ardiansjah.
Ia menambahkan, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan komplikasi seperti anemia, keterlambatan perkembangan janin, hingga berat badan lahir rendah.
Menjawab tantangan ini, PRENAGEN menawarkan solusi nutrisi esensial untuk setiap fase kehamilan. Produk yang dihadirkan antara lain PRENAGEN esensis untuk persiapan kehamilan, PRENAGEN emesis untuk mengurangi mual, PRENAGEN mommy, PRENAGEN lactamom, hingga PRENAGEN UHT untuk nutrisi praktis.
Semua produk diformulasikan dengan memperhatikan keseimbangan nutrisi, preferensi rasa ibu, serta kemudahan pencernaan dan penyerapan.
Kampanye “Siapa Takut Jadi Ibu!” juga membuka ruang berbagi kisah inspiratif. Salah satunya datang dari penyanyi sekaligus figur publik, Shania Junianatha.
Ia mengaku sempat meragukan kesiapan mental, finansial, dan tanggung jawabnya menjadi ibu. “Namun dengan komunikasi yang terbuka bersama pasangan dan informasi yang kredibel, saya bisa menjalani proses ini dengan lebih tenang,” ujar Shania.
Content creator Namira Adzani juga berbagi pengalaman. Ia menekankan pentingnya solidaritas antarperempuan.
“Dengan begitu, perempuan yang sedang menanti akan merasa lebih kuat ketika tahu banyak perempuan mengalami hal serupa. Karena bagi saya pribadi, kehamilan tidak harus dijalani dalam kesendirian. Justru dengan berbagi, kita belajar menerima diri sendiri dan menumbuhkan empati,” kata Namira.
Kampanye ini hadir untuk memberikan pemahaman dan dukungan bagi perempuan yang tengah bersiap menjadi ibu.
Junita menegaskan bahwa kampanye ini ingin membangkitkan potensi perempuan dan menantang norma sosial yang membebani mereka.
“Kampanye ‘Siapa Takut Jadi Ibu!’ ada untuk membangkitkan potensi perempuan sekaligus menantang norma sosial yang selama ini membebani mereka. Karena PRENAGEN percaya, setiap perempuan memiliki kekuatan untuk menjadi ibu,” ujar Junita.
