January 12, 2026

Kemenperin Perkuat Branding IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Lokal

  • March 23, 2025
  • 3 min read
Kemenperin Perkuat Branding IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Lokal

Jakarta, Gatranews.id – Industri kosmetik dan obat tradisional di Indonesia semakin menunjukkan pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi industri kosmetik dan obat tradisional lokal memiliki ciri khas yang bersumber dari kekayaan dan keberagaman sumber daya alam.

“Pergeseran tren konsumen secara global yang mengarah pada produk alami dan berbasis bahan herbal pun turut mendukung perkembangan industri kosmetik dan obat tradisional,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, Reni Yanita dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu (23/3).

Bahkan, dalam penggunaan tanaman obat dan bahan alami untuk pengobatan tradisional, juga sudah menjadi warisan budaya Indonesia. Oleh karena itu, kami terus mendorong pengembangan daya saing IKM kosmetik dan obat tradisional dalam negeri.

“Melalui berbagai kegiatan fasilitasi dan pembinaan agar mereka mampu menguasai pasar lokal, serta dikenal dan masuk ke pasar global,” ucapnya.

Baca juga: Gojek Beri Bonus Hari Raya untuk Mitra Pengemudi, Nilainya Bisa Capai Rp1,6 Juta

Kemenperin mencatat, komoditas produk kosmetik dan obat-obatan tradisional menunjukkan kinerja yang positif melalui capaian ekspor dan pertumbuhan unit usaha. Pada periode Januari – November 2024, kinerja ekspor industri produk kosmetik menembus angka US$382,4 juta.

“Sedangkan kinerja ekspor industri obat-obatan tradisional sebesar US$6,3 juta,” ungkap Reni.

Sebagian Besar dari IKM

Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), lebih dari 85% pelaku industri kosmetik dan obat-obatan tradisional merupakan sektor IKM. “Sehingga kontribusi IKM dalam kinerja sektor ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Reni juga menyebut, industri kosmetik diprediksi mengalami pertumbuhan 4,3% per tahun (CAGR 2025-2030). Sedangkan industri obat tradisional diperkirakan tumbuh 7,1% per tahunnya (CAGR 2024-2033).

“Kesadaran konsumen akan pentingnya bahan yang aman, ramah lingkungan, serta memiliki manfaat kesehatan yang lebih luas merupakan faktor kunci yang dapat membedakan produk satu dengan lainnya. Oleh karena itu, pelaku industri harus siap untuk mengembangkan produk yang inovatif dan memiliki nilai jual yang kuat,” imbuhnya.

Reni menekankan, pentingnya setiap IKM kosmetik dan obat tradisional agar dapat memiliki segmen pasar yang jelas. Sehingga strategi pemasaran dan penjenamaan (branding) dapat dijalankan dengan efektif dan efisien.

“Produk kosmetik dan obat tradisional memiliki segmentasi pasar yang beragam. Seperti mass market, premium market, maupun niche market seperti produk halal, vegan, atau organik. Sehingga kami menganjurkan pelaku IKM melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan target pasar yang sesuai, jadi pemasaran dan branding-nya bisa fokus”, tambahnya.

Menurut Reni, penjenamaan juga perlu diikuti oleh positioning dan diferensiasi yang kuat agar dapat mendapatkan dan menjaga kepercayaan konsumen. Setiap jenama kosmetik dan obat tradisional perlu menunjukkan keunggulan dan ciri khas.

“Misalnya dari inovasi formula, teknologi produksi, kemasan ramah lingkungan, maupun storytelling yang kuat. Supaya konsumen jadi tertarik dan menjadikannya pilihan utama,” ungkapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *