Menperin dan Menhub Sepakat Terapkan Zero ODOL
Jakarta, Gatranews.id – Pemerintah semakin serius menindak praktik Over Dimension Over Load (ODOL) pada angkutan logistik di jalan raya. Dalam pertemuan di Kementerian Perindustrian, Senin (19/2), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyepakati implementasi kebijakan Zero ODOL.
Menurut Agus, penerapan Zero ODOL akan segera dilaksanakan dengan mempertimbangkan berbagai aspek, terutama daya saing industri. “Kami juga mendukung penerapan Zero ODOL dengan harapan bisa menekan biaya logistik dalam jangka menengah dan panjang, menghilangkan pungli, memastikan keselamatan di jalan raya, dan menekan biaya/anggaran pemeliharaan jalan. Sehingga, penerapan Zero ODOL akan segera dieksekusi,” ujarnya.
Baca juga: Menteri UMKM: Kemitraan Jadi Kunci Pertumbuhan Usaha Kecil
Sebelumnya, implementasi kebijakan ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 yang mempengaruhi kondisi ekonomi nasional. Namun, kini kedua kementerian sepakat untuk segera mengambil langkah strategis dalam pembenahan tata kelola logistik. Beberapa upaya yang akan dilakukan antara lain peremajaan armada transportasi dan peningkatan kompetensi pengemudi.
“Agar kondisi logistik bisa lebih safety, perlu pembenahan-pembenahan yang berpengaruh pada banyak hal,” kata Agus.
Kemenperin telah melakukan sosialisasi kepada industri untuk mengantisipasi perubahan akibat kebijakan ini. Salah satu dampaknya adalah kebutuhan tambahan investasi di sektor industri alat angkut. Agus memastikan industri alat angkut, khususnya truk, memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan tersebut.
Dorong Insentif
Di sisi lain, Kemenperin mendorong kementerian dan lembaga terkait untuk memberikan insentif kepada pelaku industri guna memenuhi kebutuhan armada logistik darat. Selain itu, lembaga keuangan diharapkan dapat memberikan pinjaman kepada perusahaan logistik untuk mendukung investasi penambahan armada. “Kami juga mengusulkan pengembangan sarana dan prasarana seperti peningkatan kualitas jalan, kesiapan armada transporter, peningkatan SDM pengawasan, dan optimalisasi/sistemasi jembatan timbang,” kata Agus.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait untuk membahas implementasi Zero ODOL. “Kami menyampaikan apresiasi atas kesepakatan penerapan Zero ODOL. Hal ini harus segera dilakukan sehingga hal-hal terkait ODOL selama ini pelan-pelan bisa segera teratasi,” ujarnya.
Dudy menambahkan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan keselamatan transportasi darat. Oleh karena itu, Zero ODOL akan segera diberlakukan tanpa tahapan tambahan.
“Kami juga akan bekerja sama dengan stakeholder lain dalam penerapan Zero ODOL,” ucapnya.
