February 4, 2026

Partai Komunis Palestina: Sejarah, Perjuangan, dan Aksi Penyanderaan dalam Perlawanan Terhadap Israel

  • January 15, 2025
  • 5 min read
Partai Komunis Palestina: Sejarah, Perjuangan, dan Aksi Penyanderaan dalam Perlawanan Terhadap Israel

Jakarta, Gatranews.id – Partai Komunis Palestina (PCP) adalah salah satu kekuatan politik yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan melawan penjajahan Israel dan berusaha untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Didirikan pada awal 1920-an, PCP berkomitmen pada ideologi Marxisme-Leninisme, berfokus pada pembebasan Palestina dari pendudukan Israel dan perjuangan untuk keadilan sosial bagi rakyat Palestina.

Selain melalui jalur diplomatik dan sosial, PCP juga terkait dengan aksi-aksi perlawanan yang lebih keras, termasuk peristiwa-peristiwa kontroversial seperti penyanderaan pesawat yang melibatkan warga Israel.

Sejarah Berdirinya Partai Komunis Palestina

Partai Komunis Palestina didirikan pada tahun 1920-an dalam konteks kolonialisme Inggris yang menguasai Palestina setelah Perang Dunia I.

PCP muncul sebagai jawaban atas ketidakadilan sosial dan imperialisme, serta kebijakan Inggris yang mendukung Zionisme dan pemukiman Yahudi di Palestina.

Dengan ideologi Marxisme, partai ini menentang ketidaksetaraan sosial dan mendukung persatuan seluruh rakyat Palestina, tanpa memandang latar belakang etnis atau agama, untuk melawan pendudukan.

Pada awal berdirinya, PCP berperan dalam menyuarakan hak-hak buruh Palestina dan menentang kebijakan Inggris.

Namun, setelah berdirinya negara Israel pada tahun 1948, PCP semakin terlibat dalam perlawanan terhadap pendudukan Zionis di Palestina, melalui berbagai jalur, baik diplomatik maupun bersenjata.

Aksi-Aksi Perlawanan dan Penyanderaan Pesawat

Salah satu metode kontroversial yang digunakan oleh kelompok militan Palestina, termasuk yang terkait dengan PCP, adalah aksi penyanderaan pesawat.

Aksi penyanderaan ini, yang terjadi terutama pada 1960-an dan 1970-an, dilakukan oleh faksi-faksi militan untuk menarik perhatian dunia internasional terhadap penderitaan rakyat Palestina akibat pendudukan Israel.

Penyanderaan pesawat bukan hanya bertujuan untuk mendapatkan perhatian internasional, tetapi juga untuk menekan pemerintah Israel agar memperhatikan tuntutan Palestina.

Salah satu peristiwa yang terkenal adalah penyanderaan pesawat Israel El Al pada 1968, yang dilakukan oleh kelompok militan Palestina yang berafiliasi dengan PLO.

Penyanderaan ini adalah salah satu dari serangkaian aksi militan yang bertujuan untuk mengungkapkan kebijakan Israel yang dianggap melanggar hak-hak rakyat Palestina.

Meski Partai Komunis Palestina lebih dikenal dengan pendekatan politik dan sosialnya, beberapa simpatisan mereka ikut mendukung aksi-aksi seperti ini.

PCP, meskipun mengutamakan perlawanan yang lebih terorganisir dan berbasis pada hak-hak sosial, tidak sepenuhnya menolak perlawanan bersenjata, terutama dalam konteks menghadapi kebijakan agresif Israel.

Namun, taktik penyanderaan ini mendapat kritik baik dari dalam komunitas Palestina maupun dunia internasional, karena dianggap memperburuk citra Palestina dan tidak memberikan solusi konkret dalam perjuangan kemerdekaan.

Banyak pihak, termasuk PCP, yang kemudian berfokus pada pendekatan lain yang lebih diplomatis dan terstruktur.

Aksi-aksi Perlawanan di Masa Lalu dan Peran PCP

Selain penyanderaan, PCP juga terlibat dalam sejumlah aksi perlawanan yang lebih luas, baik pada tingkat militer maupun diplomatik. Berikut adalah beberapa peristiwa penting dalam sejarah perlawanan Palestina yang melibatkan Partai Komunis Palestina:

1. Perlawanan di Tahun 1948: Perjuangan Bersama Faksi Lain

Setelah deklarasi berdirinya Israel pada 1948, PCP berperan dalam perjuangan melawan pasukan Zionis bersama faksi-faksi Palestina lainnya. Dalam periode ini, PCP ikut berperang dalam perlawanan bersenjata melawan pendudukan, meskipun dalam jangka panjang lebih memilih pendekatan politik dalam perjuangannya.

2. Intifada Pertama (1987-1993): Perlawanan Rakyat Palestina

Selama Intifada pertama, yang dimulai pada tahun 1987, PCP mendukung aksi perlawanan non-kekerasan oleh rakyat Palestina, termasuk demonstrasi besar-besaran dan boikot produk Israel.

Sebagai partai yang berfokus pada hak-hak sosial, PCP mendorong solidaritas internasional dan penekanan terhadap kebijakan Israel melalui jalur diplomatik.

3. Intifada Kedua (2000-2005): Perlawanan yang Lebih Keras

Pada Intifada kedua, PCP tetap terlibat dalam perjuangan Palestina meskipun perlawanan lebih bersifat militan.

Banyak faksi yang kembali menggunakan metode kekerasan, meskipun PCP mendorong pendekatan yang lebih damai dan terstruktur dalam menuntut kemerdekaan Palestina.

4. Penentangan terhadap Tembok Pemisah Israel (2002)

PCP secara vokal menentang pembangunan tembok pemisah yang dibangun oleh Israel di Tepi Barat, yang dianggap sebagai simbol apartheid dan pelanggaran hak asasi manusia.

Sebagai bagian dari solidaritas Palestina, PCP mengorganisir protes internasional untuk menekan Israel agar menghentikan pembangunan tembok tersebut.

5. Menentang Pemukiman Yahudi di Tepi Barat

PCP juga aktif dalam melawan kebijakan Israel yang membangun pemukiman Yahudi ilegal di Tepi Barat. Mereka mengecam ekspansi pemukiman sebagai pelanggaran hukum internasional dan menyerukan masyarakat internasional untuk mengakhiri praktik ini.

Peran PCP dalam Politik Palestina dan Tantangan yang Dihadapi

Meskipun lebih dikenal sebagai partai yang mengedepankan hak-hak buruh dan keadilan sosial, PCP juga memainkan peran penting dalam politik nasional Palestina.

Mereka berusaha membangun solidaritas di antara berbagai faksi Palestina, termasuk Fatah dan Hamas, untuk menciptakan satu suara dalam perjuangan kemerdekaan.

Namun, perpecahan di dalam tubuh Palestina tetap menjadi tantangan besar bagi PCP, yang berusaha menyatukan kelompok-kelompok tersebut dalam satu perjuangan.

Selain itu, tekanan internasional dari negara-negara yang lebih mendukung Israel atau yang memilih pendekatan diplomatik moderat juga menjadi hambatan bagi PCP dalam mencapai tujuannya.

Meskipun demikian, PCP tetap berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina dan mendapatkan pengakuan internasional atas negara Palestina yang merdeka.

Kesimpulan: Masa Depan Partai Komunis Palestina

Partai Komunis Palestina tetap menjadi kekuatan penting dalam perjuangan rakyat Palestina. Dengan sejarah panjang perlawanan, baik melalui aksi-aksi militan seperti penyanderaan pesawat maupun pendekatan diplomatik dan sosial, PCP berusaha membangun solidaritas untuk mencapai negara Palestina yang merdeka.

Meskipun tantangan politik dan tekanan internasional terus berkembang, masa depan PCP bergantung pada kemampuannya untuk beradaptasi dengan dinamika politik Palestina dan internasional.

Melalui upaya yang terus berlanjut untuk mengakhiri pendudukan Israel dan memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina, PCP berpotensi tetap memainkan peran utama dalam perjuangan kemerdekaan Palestina, dengan tetap mempertahankan prinsip-prinsip keadilan sosial yang menjadi dasar perjuangan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *