IDSurvey Perkuat Agenda TJSL Terintegrasi demi Keberlanjutan Bisnis
Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) IDSurvey menggelar FIRST Summit bertajuk “One Way, One Day, FIRST Lead The Way” sebagai forum strategis untuk memperkuat arah kebijakan TJSL di lingkungan grup perusahaan. Kegiatan tersebut melibatkan BKI, SUCOFINDO, dan Surveyor Indonesia dalam upaya menyelaraskan implementasi TJSL yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Forum ini menjadi langkah nyata IDSurvey untuk memastikan pelaksanaan TJSL tidak berjalan secara parsial, melainkan berada dalam satu arah strategis yang selaras dengan komitmen holding, kebutuhan bisnis, dan ekspektasi para pemangku kepentingan.
Chief Financial Officer (CFO) IDSurvey, Sinung Triwulandari, mengatakan TJSL bukan lagi sekadar program sosial di luar aktivitas bisnis, tetapi telah menjadi bagian integral dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai jangka panjang.
“Dalam konteks tersebut, TJSL memiliki fungsi strategis dalam membangun dan menjaga social license to operate, yakni bentuk penerimaan sosial yang menjadi fondasi penting bagi keberlangsungan usaha,” ujar Sinung.
Menurut dia, izin formal memang menjadi dasar operasional perusahaan. Namun, keberlanjutan pertumbuhan bisnis sangat dipengaruhi tingkat kepercayaan sosial yang dibangun melalui hubungan yang sehat dan berkelanjutan dengan masyarakat serta para pemangku kepentingan.
Karena itu, kata Sinung, TJSL perlu diposisikan sebagai bagian dari strategi perusahaan dalam membangun legitimasi, kepercayaan, dan hubungan jangka panjang.
IDSurvey juga memandang TJSL sebagai kontribusi korporasi dalam menciptakan ekosistem sosial yang stabil, inklusif, dan resilien. Dalam perspektif pembangunan berkelanjutan, keberhasilan bisnis dinilai tidak hanya dari kemampuan mengelola risiko sosial, tetapi juga dari kapasitas perusahaan memperkuat kohesi sosial dan mendorong hubungan konstruktif antar pemangku kepentingan.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut ialah Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Roadmap TJSL IDSurvey Group. Forum itu bertujuan memastikan seluruh inisiatif TJSL di masing-masing entitas tetap berada dalam koridor strategi yang selaras, sekaligus memberi ruang adaptasi sesuai karakter bisnis dan konteks operasional tiap perusahaan.
“Penyelarasan ini penting agar TJSL IDSurvey Group tidak hanya kuat pada level aktivitas, tetapi juga konsisten dalam arah, terukur dalam dampak, serta semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pemangku kepentingan,” kata Sinung.
Melalui langkah tersebut, IDSurvey menegaskan komitmennya memperkuat praktik bisnis yang bertanggung jawab, adaptif, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang, baik bagi perusahaan, masyarakat, maupun ekosistem yang lebih luas.
Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Direktorat TJSL Badan Pengaturan BUMN, Fahrudin, menyampaikan bahwa TJSL memiliki peran strategis dalam membentuk ekosistem industri dan masyarakat yang semakin membutuhkan layanan testing, inspection, certification, verification, dan sustainability assurance.
“TJSL IDSurvey bukan sekadar program sosial, melainkan instrumen strategis untuk membangun budaya standar, menciptakan ekosistem keberlanjutan, serta memperluas permintaan terhadap layanan assurance nasional,” ujar Fahrudin.
Ia menambahkan, potensi besar TJSL perlu dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat bisnis inti sekaligus membuka peluang pasar baru bagi layanan jasa TICC IDSurvey Group.
Melalui berbagai program TJSL, seperti pembinaan dan sertifikasi UMKM, edukasi industri hijau dan rantai pasok berstandar, hingga pendampingan sustainability reporting serta literasi carbon footprint dan traceability, IDSurvey Group dinilai turut berkontribusi dalam membangun Indonesia yang semakin tersertifikasi, terstandardisasi, dan berkelanjutan.
