May 1, 2026

Timothy Ronald Bongkar Alasan Gen Z Sulit Punya Rumah, Gaji Tak Seimbang Harga Properti

  • March 29, 2026
  • 3 min read
Timothy Ronald Bongkar Alasan Gen Z Sulit Punya Rumah, Gaji Tak Seimbang Harga Properti


Timothy Ronald kembali mengungkap pandangannya terkait realitas ekonomi yang dihadapi generasi muda saat ini. Sosok yang dikenal sebagai investor saham dan kripto tersebut menyoroti alasan mengapa Generasi Z (Gen Z) semakin sulit memiliki rumah di tengah kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan pendapatan.
Dalam berbagai kontennya, Timothy kerap membahas bagaimana sistem keuangan global bekerja, termasuk kondisi yang dinilainya membuat anak muda terjebak dalam siklus utang. Kali ini, ia menyoroti perbedaan mencolok antara generasi sebelumnya dengan Gen Z dalam hal kepemilikan hunian.


“Makanya kalian mungkin ngerasa ketika kalian dapat saran ya dari orang-orang yang lebih tua ya, generasi-generasi sebelumnya itu banyak yang sudah enggak relate. Kenapa? Karena ketika mereka dulu jadi PNS, mereka itu bisa beli rumah ya, gaji mereka tuh cukup untuk mereka bisa cicil tanah dan akhirnya lunas dalam waktu 20 tahun,” ucap Timothy Ronald, dalam unggahan YouTube berjudul Selamat Tinggal Kelas Menengah, Kamis (26/03).


Ia menjelaskan bahwa salah satu masalah utama adalah stagnasi gaji yang tidak mampu mengejar lonjakan harga properti yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi ini membuat daya beli masyarakat, khususnya generasi muda, semakin tertekan.


“Karena gajinya nggak pernah naik. Sedangkan harga kita lihat properti aja naiknya udah berkali-kali lipat. Dunia yang sekarang kalian lihat itu udah menurut gua nggak didesain lagi untuk adanya kelas menengah,” katanya.


Lebih lanjut, Timothy juga menyoroti adanya persaingan yang tidak seimbang antara individu dengan korporasi besar. Menurutnya, perusahaan dengan likuiditas tinggi mampu membeli dan menguasai properti dalam jumlah besar, sehingga mempersempit peluang masyarakat untuk memiliki rumah sendiri.


Fenomena ini, menurut Timothy, pada akhirnya mendorong masyarakat untuk bergantung pada sistem sewa dalam jangka panjang. Ia bahkan menilai kondisi tersebut sebagai bagian dari mekanisme yang membuat kelas menengah semakin tergerus.


Di sisi lain, Co-Founder Akademi Crypto tersebut juga menilai bahwa skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dulu efektif, kini tidak lagi relevan bagi Gen Z. Perbedaan tingkat inflasi antara masa lalu dan sekarang menjadi faktor utama yang membuat harga rumah melonjak jauh lebih tinggi.


“Karena harga rumah di zaman sekarang sama zaman dulu karena inflasi itu bedanya jauh banget gitu. Mereka memang gampang beli rumah tapi kalian nggak gampang beli rumah. Jadi kalau yang orang tua kalian yang hartanya mungkin 70-80% itu rumah primary home yang sudah lunas dia bayar KPR-nya. Tapi itu udah nggak bisa lagi di zaman kita,” ujarnya.


Melihat kondisi tersebut, Timothy mendorong generasi muda untuk mulai memahami dan terlibat dalam dunia investasi sebagai salah satu cara untuk bertahan dan berkembang di tengah sistem ekonomi yang ada.


“Kalian harus mulai ya sekarang-sekarang ini untuk belajar investasi. Kalian lihat pasar keuangan tuh seperti apa. Kalian harus ikut bermain game-nya para elit ini. Kalian jangan ketipu ya sama orang misalnya bilang oh, investasi itu hanya game untuk orang kaya,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *