February 5, 2026

AKBP Denny Septiawan Kenang Nasihat Integritas dari Istri Jenderal Hoegeng

  • February 4, 2026
  • 2 min read
AKBP Denny Septiawan Kenang Nasihat Integritas dari Istri Jenderal Hoegeng

AKBP Denny Septiawan, S.I.K., mengenang pertemuan berharga yang pernah ia alami beberapa bulan lalu bersama Meri Hoegeng, istri dari Jenderal Hoegeng Imam Santoso, mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman Meri Hoegeng dan meninggalkan kesan mendalam bagi Denny.Dalam pertemuan itu, Denny mengaku menerima banyak arahan serta pesan moral yang sarat nilai keteladanan.

Meski telah berusia lanjut, Meri Hoegeng saat itu disebut masih tampak segar, bugar, dan penuh semangat dalam menyampaikan nasihat tentang integritas, kejujuran, serta pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Beliau menyampaikan banyak pesan moral yang sangat kuat, khususnya tentang bagaimana menjaga integritas dan kejujuran dalam menjalankan tugas,” ujar Denny kepada awak media.

Nama Jenderal Hoegeng Imam Santoso sendiri dikenal luas dalam sejarah kepolisian Indonesia sebagai sosok pemimpin yang berani dan bersih. Ia menjabat sebagai Kapolri pada periode 1968–1971 dan dikenal tegas menolak praktik korupsi di tengah situasi pemerintahan yang saat itu dinilai sarat penyimpangan.

Hoegeng juga dikenal konsisten menolak penyalahgunaan kekuasaan serta mendorong penegakan hukum yang adil dan setara bagi seluruh masyarakat. Keteladanan tersebut membuat namanya terus dikenang, bahkan puluhan tahun setelah masa jabatannya berakhir.

Secara historis, Hoegeng tercatat sebagai salah satu Kapolri dengan masa jabatan relatif singkat, yakni pada periode 27 Maret 1966 hingga 25 Juli 1966 dalam salah satu fase kepemimpinannya.

Meski demikian, jejak keteladanan yang ditinggalkannya dinilai jauh melampaui panjang masa jabatan tersebut.Kepada media, AKBP Denny Septiawan juga menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Meri Hoegeng. Istri Jenderal Hoegeng itu berpulang pada Selasa siang pukul 12.35 WIB.

“Kepergian Ibu Meri Hoegeng merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi keluarga besar Polri dan bangsa Indonesia,” kata Denny.

Menurutnya, Meri Hoegeng bukan hanya pendamping seorang tokoh besar, tetapi juga figur yang turut menjaga dan mewariskan nilai-nilai keteladanan Jenderal Hoegeng kepada generasi penerus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *