February 4, 2026

BRI Life Cegah Stunting Balita Lewat Program Intervensi Gizi Berkelanjutan

  • January 31, 2026
  • 3 min read
BRI Life Cegah Stunting Balita Lewat Program Intervensi Gizi Berkelanjutan

Asuransi BRI Life terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan stunting pada balita melalui program intervensi gizi yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, prevalensi stunting nasional berhasil ditekan hingga 19,8 persen. Angka tersebut menunjukkan tren positif dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni 21,6 persen pada 2022 dan 21,5 persen pada 2023. Meski demikian, pemerintah tetap mendorong kolaborasi berbagai pihak agar penurunan angka stunting dapat terus berlanjut dan mencapai target jangka panjang.

Data yang mencerminkan tren penurunan tersebut diharapkan dapat menjadi pemicu untuk menggencarkan berbagai upaya pencegahan stunting secara berkesinambungan. Pasalnya, stunting masih menjadi perhatian serius karena berdampak besar terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak dalam jangka panjang, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Menyadari pentingnya peran dunia usaha dalam mendukung kesehatan masyarakat, BRI Life bekerja sama dengan Rumah Zakat melaksanakan program pencegahan stunting balita melalui intervensi gizi di Desa Cijaura, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, Jawa Barat. Program ini dirancang secara berkelanjutan dengan pendekatan komprehensif, mulai dari edukasi hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara intensif.

Implementasi program meliputi edukasi dan pelatihan kelas bebas stunting bagi masyarakat, serta pemantauan pertumbuhan anak melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, dan skrining perkembangan serta status gizi anak. Selain itu, BRI Life juga memberikan dukungan sarana berupa penyediaan dapur gizi untuk menunjang produksi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal. Dukungan gizi khusus juga diberikan kepada baduta dan balita dengan kategori undernutrition melalui pemberian makanan tambahan setiap hari selama enam bulan secara terukur dan termonitor, yang dilaksanakan sejak Februari hingga Juli 2026.

Pejabat Eksekutif BRI Life, Aestika Oryza Gunarto mengataka bahwa sebagai upaya menekan angka stunting di Indonesia, BRI Life berupaya berkontribusi memberikan manfaat di bidang kesehatan dengan memberikan edukasi kesehatan, pemantauan perkembangan, serta asupan makanan bergizi selama 6 bulan bagian anak-anak di bawah usia 5 tahun dan Ibu Hamil.

”Program CSR ini merupakan bentuk kepedulian BRI Life bagi generasi penerus bangsa, sekaligus membantu pemerintah guna mencegah dan menurunkan angka prevalensistunting serta mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainabilty and Development Goal’s atau SDG’s,” ungkap Aestika.

Kami pastikan bantuan ini dapat tersalurkan kepada penerima dan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat”.

Adapun faktor penyebab stunting di Indonesia masih beragam, di antaranya pola asuh orang tua yang kurang optimal terutama dalam pemberian makan kepada balita, infeksi pada anak, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta konsumsi makanan ibu hamil yang belum memenuhi standar kebutuhan gizi.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pencegahan dan penurunan angka stunting, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan desa. Dengan demikian, diharapkan kader dapat berperan aktif dalam membantu pemenuhan gizi masyarakat sekaligus mengurangi faktor-faktor penyebab stunting di lingkungan setempat.

“Kami sangat senang dapat berkolaborasi untuk membantu mengentaskan angka stunting melalui penyuluhan, pemeriksaan hingga program yang akan kita monitor selama enam bulan ke depan. Harapannya, kontribusi kecil kami ini dapat membawa kebaikan dan manfaat bagi banyak orang, khususnya dapat menurunkan angka stunting di Desa Cijaura,” pungkas aestika.

Program ini juga mendapat respons positif dari masyarakat penerima manfaat. Suparti, salah satu ibu dari anak yang menerima bantuan, menuturkan bahwa dukungan yang diberikan sangat berarti bagi tumbuh kembang anaknya agar dapat tumbuh sehat dan optimal.

“Terima kasih atas bantuan dan kepedulian yang diberikan, ini sungguh sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi sehari-hari anak kami, terutama untuk susu anak dan makanan bergizi lainnya,” ujar Suparti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *