Ketua MUI Tegur Pemerintah: Prabowo Diminta Hentikan Keterlibatan Indonesia di Board of Peace Bentukan Trump
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis secara tegas meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan ulang keikutsertaan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace. Permintaan tersebut disampaikan Cholil melalui unggahan di akun media sosial pribadinya dan langsung menuai perhatian publik.
Cholil menilai keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace, yang diketahui digagas oleh mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, tidak memberikan manfaat nyata bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Bahkan, menurutnya, langkah tersebut justru berpotensi menimbulkan persepsi negatif terhadap posisi politik luar negeri Indonesia di mata dunia internasional.
“Keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut bisa dipersepsikan sebagai sikap tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina,” ujar Cholil dalam unggahannya.
Ia menegaskan bahwa Indonesia selama ini dikenal sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi dan prinsip politik luar negeri bebas aktif. Oleh karena itu, keterlibatan dalam forum yang dinilai tidak adil dan tidak berimbang dianggap dapat mencederai komitmen moral dan politik Indonesia tersebut.
Cholil juga menyoroti komposisi keanggotaan Board of Peace yang dinilainya bermasalah. Ia mengungkapkan keprihatinannya karena forum yang mengklaim membawa misi perdamaian itu justru melibatkan Perdana Menteri Israel, sementara tidak ada satu pun perwakilan resmi dari Palestina yang diikutsertakan.
“Bagaimana mungkin sebuah forum perdamaian dibentuk tanpa menghadirkan pihak Palestina sebagai pihak yang paling terdampak dari konflik yang berlangsung,” kata Cholil.
Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan ketidakadilan struktural dalam upaya penyelesaian konflik Palestina-Israel dan berpotensi melemahkan perjuangan rakyat Palestina di forum internasional. Ia menilai Indonesia harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam agenda global yang justru bertentangan dengan nilai keadilan dan kemanusiaan.
Cholil berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil sikap tegas dan mempertimbangkan secara matang posisi Indonesia agar tetap sejalan dengan nilai keadilan, kemanusiaan, serta dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina yang selama ini menjadi sikap konsisten Indonesia di kancah global.
