January 13, 2026

PT Pos Indonesia Salurkan BLT Kesra Door-to-Door di Palembang

  • December 24, 2025
  • 4 min read
PT Pos Indonesia Salurkan BLT Kesra Door-to-Door di Palembang

Palembang, Gatranews.id – Di sebuah rumah sederhana di Palembang, seorang nenek terbaring lemah. Matanya tak lagi merespons dan tubuhnya tak berdaya sejak dua bulan terakhir. Dalam kondisi itu, bantuan negara datang dengan cara mengetuk pintu rumah.

Bantuan tersebut disalurkan melalui program Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan (BLT Kesra). PT Pos Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan itu secara door-to-door bagi warga yang tidak mampu datang sendiri.

Penyaluran BLT Kesra di Kota Palembang dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan. Petugas pos mendatangi langsung rumah warga yang sakit, lanjut usia, atau tinggal di wilayah sulit dijangkau.

Deputi Executive General Manager KCU Palembang, Andi Johan mengatakan, penyaluran BLT Kesra tidak sekadar membagikan dana. Program ini bertujuan memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh warga yang paling membutuhkan.

“Kami diberikan amanah untuk menyalurkan BLT Kesra di Kota Palembang. Karena kondisi penerima beragam, kami menyiapkan tiga skema penyaluran: di Kantorpos, melalui jadwal komunitas, dan pengantaran langsung ke rumah penerima,” ujar Andi dalam keterangannya pada Rabu (24/12).

Ia menjelaskan, kondisi geografis Palembang menjadi tantangan tersendiri. Wilayah perairan yang luas membuat akses ke penerima bantuan tidak selalu mudah.

“Terdapat lima Kantorpos Sabang yang melayani daerah perairan. Namun dari Kantorpos terdekat, kami masih masuk lagi ke desa-desa perairan yang belum ada Kantorpos,” kata Andi.

Menurut dia, PT Pos Indonesia berupaya memastikan jarak dan kondisi wilayah tidak menghalangi hak warga. Setiap penerima tetap harus mendapatkan bantuan sesuai ketentuan.

“Kami ingin memastikan jarak dan kondisi geografis tidak menjadi penghalang masyarakat menerima haknya,” ujar Andi.

Selain faktor geografis, cuaca juga menjadi tantangan dalam penyaluran. Curah hujan tinggi kerap mengganggu proses distribusi bantuan.

“Kami mendirikan tenda di setiap titik penyaluran. Kami juga melakukan penjadwalan ulang jika kondisi cuaca berbahaya,” kata Andi.

Ia menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama. Hal itu berlaku bagi masyarakat penerima maupun petugas di lapangan.

“Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas,” ucapnya.

Tantangan Penyaluran Door to Door

Di lapangan, penyaluran BLT Kesra dijalankan para juru bayar Kantorpos. Salah satunya Nanda, petugas dari Kantorpos Merdeka Palembang.

Ia mengatakan, penyaluran door-to-door dilakukan dengan pendampingan ketua RT. Cara ini memudahkan warga yang memiliki keterbatasan fisik.

“Kami door-to-door, didampingi ketua RT. Banyak yang tidak bisa datang ke Kantorpos karena sakit,” kata Nanda.

Menurut dia, banyak penerima bantuan merasa terharu. Mereka tidak menyangka bantuan diantar langsung ke rumah.

“Mereka sangat terharu karena bantuannya diantar langsung,” ujarnya.

Namun, proses penyaluran tidak selalu berjalan mudah. Nanda mengaku menghadapi kendala saat mendatangi warga dengan gangguan kejiwaan.

“ODGJ sering tidak tahu identitasnya. KTP-nya tidak tahu di mana,” kata Nanda.

Dalam kondisi itu, peran aparat lingkungan menjadi sangat penting. Ketua RT membantu memastikan identitas dan kelayakan penerima bantuan.

“Di sinilah peran RT sangat penting untuk memastikan bantuan tetap tepat sasaran,” ujarnya.

Nanda menilai sebagian besar penerima bantuan memang layak. Kondisi ekonomi dan tempat tinggal menjadi pertimbangan utama di lapangan.

“Kalau melihat kondisi rumah dan penghasilannya, mereka memang layak. Karena itu kami berharap BLT Kesra bisa terus berlanjut,” ucap Nanda.

Penopang di Tengah Kesulitan

Harapan serupa datang dari keluarga penerima manfaat. Kartini, anak dari nenek Ninggo, mengaku bantuan tersebut sangat membantu keluarganya.

“Nenek sudah dua bulan ini tidak bisa apa-apa. Bantuan Rp900.000 ini kami gunakan untuk beli susu, popok, dan obat-obatan,” tutur Kartini.

Ia mengatakan, bantuan tersebut menjadi penopang hidup di tengah kondisi keluarga yang sulit. Pengeluaran untuk perawatan nenek cukup besar.

Bagi Kartini, bukan hanya nilai bantuan yang berarti. Cara penyaluran yang dilakukan langsung ke rumah juga memberi rasa diperhatikan.

“Walaupun sempat terkendala administrasi, tetap dibantu melalui door-to-door. Uang ini sangat dibutuhkan untuk pengobatan nenek,” katanya.

Kartini berharap program serupa terus dilanjutkan. Ia menilai bantuan tersebut sangat dirasakan manfaatnya oleh warga kecil.

“Saya berharap bantuan ini terus ada di tahun-tahun mendatang. Terima kasih untuk pemerintah dan Kantorpos yang sudah datang langsung ke rumah kami,” ujarnya.

Pendamping Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Suhartati juga menilai BLT Kesra sangat membantu warga. Ia mendampingi KPM di RT 10 RW 03 Kelurahan 20 Ilir 2, Kecamatan Kemuning.

Menurut Suhartati, banyak warga yang menggantungkan hidup dari pekerjaan tidak tetap. Bantuan tunai menjadi penyelamat bagi kebutuhan dasar mereka.

“Ada warga yang sehari-harinya pemulung dan tinggal sendiri. Bantuan BLT ini memang harus didapat karena sangat membantu untuk kebutuhan pangan,” kata Suhartati.

Ia mengatakan proses pendataan hingga penyaluran berjalan transparan. Alur pengajuan dilakukan berjenjang dari tingkat RT.

“Data kami ajukan dari RT ke kelurahan. Warga dapat barcode,” ujar Suhartati.

Untuk warga yang tidak mampu datang ke lokasi pencairan, bantuan tetap disalurkan ke rumah. Proses tersebut dilakukan dengan pendampingan RT.

“Untuk yang tidak bisa datang, pencairan dilakukan di rumah dengan pendampingan RT,” jelasnya.

Penyaluran BLT Kesra di Palembang menunjukkan pentingnya empati dalam kebijakan publik. Bantuan tidak berhenti di loket, tetapi diantar hingga ke rumah warga.

Di tengah tantangan geografis dan cuaca, negara hadir melalui langkah nyata. BLT Kesra menjadi napas tambahan bagi warga yang bertahan hidup dari hari ke hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *