January 12, 2026

Ranperda KTR DKI Jakarta Dinilai Ancam Industri Event

  • December 8, 2025
  • 2 min read
Ranperda KTR DKI Jakarta Dinilai Ancam Industri Event

Jakarta, Gatranews.id – Rencana pelarangan total reklame produk tembakau di DKI Jakarta memicu kekhawatiran pelaku industri event. Kebijakan ini tercantum dalam Rancangan Peraturan Daerah Kawasan Tanpa Rokok (Ranperda KTR) yang tengah dibahas DPRD DKI Jakarta. Pelarangan mencakup iklan, promosi, dan sponsorship.

Dewan Industri Event Indonesia (IVENDO) menilai kebijakan tersebut disusun tanpa melibatkan pelaku event. Mereka merasa tidak memiliki ruang untuk menyampaikan pandangan. Ketua DPD IVENDO DKI Jakarta, Eka Nugraha, menegaskan bahwa mereka menjadi pihak yang terdampak langsung.

Eka mengatakan pihaknya tidak pernah diajak berdiskusi mengenai aturan tersebut. Ia menyebut tidak ada undangan rapat dengar pendapat dari DPRD.

“Kami belum pernah diundang, belum dilibatkan. Suara pelaku industri event seharusnya didengar,” kata Eka, pekan lalu.

Ia berharap pembuat kebijakan membuka ruang dialog sebelum mengambil keputusan. Padalnya, industri event kini berada dalam tekanan. Eka menyebut larangan total dalam Ranperda KTR berpotensi memukul tenaga kerja.

Ia juga menyoroti penekanan efisiensi oleh pemerintah pusat dan daerah yang membuat jumlah event menurun. Kondisi ini dinilai makin memperberat usaha para pelaku industri.

IVENDO berharap DPRD DKI Jakarta tidak menerapkan pelarangan total terhadap iklan, promosi, dan sponsorship produk tembakau. Mereka menilai kebijakan yang terlalu ketat akan menghambat keberlangsungan kegiatan kreatif. Pelibatan pelaku usaha dinilai penting demi menjaga keseimbangan antara regulasi dan pertumbuhan industri.

Eka menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif membutuhkan perlindungan dan pemberdayaan pemerintah. Ia meminta semua regulasi yang menyangkut industri event disusun secara kolaboratif.

“Segmen industri event itu banyak tantangannya, mulai dari regulasi hingga perizinan. Kami butuh perlindungan dan dukungan pemerintah,” ujarnya.

Diketahui, Survei Industri Event Nasional 2024–2025 mencatat 8.777 event digelar di 34 provinsi sepanjang tahun lalu. Aktivitas ini menciptakan nilai ekonomi yang besar dan menggerakkan jutaan tenaga kerja. Namun, IVENDO mencatat nilai bisnis yang hilang sejak Februari mencapai ratusan miliar rupiah akibat pembatalan event setelah kebijakan penghematan.

Di Jakarta, festival musik menjadi kegiatan yang paling banyak digelar. Tercatat ada 187 event musik yang berlangsung tahun lalu. Selain itu, terdapat 105 atraksi digital serta 68 pameran seni dan musik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *