PTPP Rampungkan Revitalisasi Terminal 1C Soekarno-Hatta
Jakarta, Gatranews.id – PT PP (Persero) Tbk merampungkan revitalisasi Terminal 1C Bandara Soekarno-Hatta. Proyek ini memasuki tahap akhir dan mulai beroperasi bertahap. PTPP menyebut pekerjaan tersebut meningkatkan kualitas layanan di salah satu bandara tersibuk di Indonesia.
Revitalisasi Terminal 1 dikerjakan sejak Februari 2019 hingga April 2025. Proyek ini menjadi bagian dari program pemerintah untuk menghadirkan bandara modern yang efisien dan berkelanjutan. Upaya itu juga diarahkan agar bandara tetap menampilkan identitas budaya Indonesia.
Luas area layanan Terminal 1C kini mencapai 68.168 meter persegi. Sebelumnya luas terminal hanya 48.212 meter persegi. Kapasitas terminal pun naik dari 3 juta menjadi 8 juta penumpang per tahun.
Secara keseluruhan, revitalisasi Terminal 1 meningkatkan kapasitas bandara dari 9 juta menjadi 24 juta penumpang per tahun. Kenaikan kapasitas ini dinilai penting menghadapi tingginya mobilitas masyarakat. Peningkatan layanan juga diprediksi mengurangi kepadatan yang sering terjadi pada masa libur panjang.
Pengoperasian terminal baru bertepatan dengan periode Natal dan Tahun Baru. PTPP menyebut terminal telah siap melayani lonjakan penumpang. Fasilitas yang lebih modern diharapkan memberi kenyamanan dan keamanan tambahan bagi pengguna jasa penerbangan.
CEO InJourney Airports, Muhammad Rizal Pahlevi mengapresiasi hasil pekerjaan PTPP. Ia menyebut tim konstruksi bekerja cepat dan sesuai target.
“Team PP hebat!” ujarnya dalam pernyataan resmi pada Rabu (19/11).
Apresiasi juga datang dari mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura Indonesia, Faik Fahmi. Ia menilai pengerjaan berjalan profesional.
“PP sangat membantu percepatan pengoperasian T1C dengan baik dan tepat waktu. PP = Pasti Paten,” katanya.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo mengatakan revitalisasi membawa banyak pembaruan. Ia menyebut terminal kini lebih modern dan efisien. Aktivasi ulang sistem utilitas juga dilakukan agar operasional bandara lebih andal.
Salah satu pembaruan menonjol adalah pemasangan plafon rotan sintetis bermotif batik. Material tersebut dipasang di area komersial terminal. PTPP menyebut desain itu menggabungkan unsur budaya Indonesia dengan gaya modern bandara internasional.
Lebih dari 200 pengrajin UMKM dari Tangerang, Serang, dan Cirebon ikut mengerjakan modul plafon tersebut. Mereka menyelesaikan 1.785 modul dalam waktu kurang dari 25 hari. Joko menyebut partisipasi UMKM menghadirkan dampak ekonomi kreatif yang nyata.
Motif batik Truntum, Kawung, dan Samar digunakan dalam proyek tersebut. Motif itu dipilih untuk memperkuat karakter heritage dalam ruang publik bandara. PTPP berharap sentuhan budaya dapat memperkaya pengalaman penumpang.
Revitalisasi Terminal 1C diakui memiliki tantangan tinggi. Pekerjaan dilakukan pada bangunan yang telah berusia lebih dari 40 tahun. Tim konstruksi harus menjaga karakter lama sambil menghadirkan fasilitas modern.
Proyek juga dikerjakan beriringan dengan operasional terminal. PTPP menyatakan koordinasi intensif dilakukan agar kenyamanan penumpang tetap terjaga. Seluruh pekerjaan dipastikan mematuhi regulasi penerbangan.
Melalui revitalisasi ini, PTPP menegaskan komitmen sebagai kontraktor nasional unggulan. Perusahaan ingin menghadirkan infrastruktur modern yang tetap berakar pada identitas budaya Indonesia. PTPP menilai langkah ini memperkuat transformasi layanan publik di bandara.
“Revitalisasi Terminal 1C adalah representasi kemampuan Indonesia untuk membangun bandara fungsional dan efisien,” ujar Joko.
Ia menyebut nilai budaya tetap menjadi bagian penting dalam desain terminal. Proyek ini diharapkan menjadi kebanggaan bagi pengguna jasa penerbangan.
