January 12, 2026

Budaya GO! Jadi Titik Temu Budaya dan Teknologi

  • October 24, 2025
  • 3 min read
Budaya GO! Jadi Titik Temu Budaya dan Teknologi

Jakarta, Gatranews.id – Kementerian Kebudayaan RI meluncurkan BUDAYA GO! Kompetisi Inovasi Digital Budaya Indonesia, program yang menghubungkan dunia kebudayaan dan teknologi digital. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memajukan kebudayaan di era transformasi teknologi.

Acara peluncuran berlangsung di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A, Kementerian Kebudayaan RI, Senayan, Jakarta. Kegiatan dihadiri jajaran pejabat kementerian, komunitas budaya, akademisi, pelaku teknologi, dan mahasiswa dari berbagai daerah.

Peluncuran ini sekaligus membuka masa pendaftaran kompetisi BUDAYA GO!, yang terbuka bagi kategori mahasiswa dan profesional di seluruh Indonesia.

Kolaborasi Budaya dan Teknologi

Dalam rangkaian acara, digelar bincang inspiratif bertajuk “Titik Temu Budaya dan Teknologi”. Diskusi menghadirkan Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono, serta pendiri Bubu.com, Shinta Dhanuwardoyo.

Dialog tersebut menjadi ruang refleksi dan pertukaran gagasan tentang bagaimana budaya dan teknologi dapat saling memperkuat. “Teknologi bukan sekadar alat bantu, melainkan bagian dari media kebudayaan itu sendiri,” kata Basuki.

Menurutnya, teknologi harus menjadi jembatan antara warisan budaya dan masa depan tanpa menghilangkan nilai tradisi. Ia mencontohkan wayang dan keris yang bertahan karena beradaptasi dengan zaman.

“Wayang tidak pernah mati karena terus menemukan bentuk baru. Begitu juga keris. Saya mencoba mendokumentasikannya lewat film pendek, digitalisasi, dan sertifikat digital agar lebih mudah diakses generasi muda,” ujarnya.

Basuki menekankan pentingnya menempatkan teknologi secara proporsional dalam proses kreatif kebudayaan. “Kebudayaan yang kuat adalah kebudayaan yang mampu beradaptasi tanpa kehilangan akar nilai dan identitasnya,” katanya.

Ia menambahkan, dunia kebudayaan harus bersinergi dengan dunia teknologi dan akademisi. “Kita tidak bisa berjalan sendiri. Sinergi inilah yang akan melahirkan inovasi dan memperluas jangkauan budaya Indonesia di tingkat global,” ujarnya.

Teknologi Sebagai Jembatan Budaya

Sementara itu, Shinta Dhanuwardoyo menilai kemajuan teknologi membuka ruang baru bagi budaya untuk berkembang. “Teknologi bukan lawan budaya. Justru teknologi menjadi jembatan untuk mendekatkan masyarakat pada kekayaan budayanya,” ungkapnya.

Menurut Shinta, definisi budaya kini semakin luas. Ia mencakup warisan tradisional seperti batik, tari, dan musik daerah, sekaligus budaya digital seperti fashion, konten kreatif, gim, dan gaya hidup digital.

“Dengan hadirnya AI, AR/VR, dan platform digital, memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia menjadi jauh lebih mudah. Tantangannya adalah bagaimana mengemasnya agar menarik dan relevan bagi generasi muda,” jelasnya.

Kompetisi Digital untuk Kebudayaan

Shinta menilai BUDAYA GO! sebagai langkah konkret pemerintah menjembatani generasi muda dengan kebudayaan nasional. “Program ini bisa menjadi wadah agar anak muda tidak hanya menjadi penikmat budaya, tapi juga pencipta dan penggerak,” ujarnya.

Kompetisi ini membuka peluang bagi peserta untuk menciptakan solusi digital di bidang budaya, mulai dari web app, mobile app, kecerdasan buatan (AI), gim AR/VR, atau gabungannya.

Program menekankan kolaborasi antara pelaku budaya dan teknologi, mulai dari tim, mentor, hingga dewan juri. Total hadiah yang disediakan mencapai Rp450 juta. Peserta akan melalui tahap seleksi administrasi, pendalaman substansi, pendampingan, dan penjurian grand final.

Pendaftaran telah dibuka melalui situs resmi www.budayago.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh melalui email info@budayago.id.

Peluncuran BUDAYA GO! menjadi bagian dari perayaan Hari Kebudayaan 2025, yang menandai langkah baru transformasi kebudayaan Indonesia di tengah kemajuan teknologi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *