Masjid Raya Baitul Khairaat Raih Dua Rekor MURI, Jadi Simbol Kebanggaan Sulawesi Tengah
Jakarta, Gatranews.id – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) kembali menorehkan prestasi di dunia konstruksi nasional. Perusahaan di bawah naungan Danantara Indonesia itu meraih dua rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas keberhasilannya membangun Masjid Raya Baitul Khairaat di Sulawesi Tengah.
Masjid ini dinobatkan sebagai masjid dengan kubah terbesar di Indonesia serta menara jam analog terbesar di Indonesia. Kubah tunggalnya berdiameter 90 meter, dibangun tanpa pilar tengah menggunakan sistem rangka baja lengkung. Sementara jam analognya berdiameter 19,3 meter, menjadi yang terbesar di Indonesia dan kelima terbesar di dunia.
Sertifikat rekor MURI diserahkan pada 15 Oktober 2025 di Jakarta. Penghargaan diterima oleh Kepala Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air Sulawesi Tengah, Andi Ruly Djanggola, mewakili Gubernur Sulawesi Tengah.
Karya Monumental Bernilai Spiritual
Proyek senilai Rp376,65 miliar ini dikerjakan PTPP sejak 23 Oktober 2023 hingga 15 November 2025. Realisasi fisik mencapai 99,18%, melebihi target waktu dan mutu yang ditetapkan.
Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, mengatakan pembangunan masjid tersebut bukan sekadar proyek konstruksi, tetapi simbol kebangkitan masyarakat Sulawesi Tengah pascabencana 2018. “Kami bangga menjadi bagian dari sejarah ini dan berterima kasih atas kepercayaan pemerintah daerah,” ujarnya.
Masjid setinggi 30 meter itu sarat makna. Tinggi bangunan melambangkan 30 juz Al-Qur’an, dua menara setinggi 66,66 meter mewakili 6.666 ayat, dan 99 jendela menggambarkan Asmaul Husna. Kubah utama berbentuk mutiara berdiameter 90 meter menjadi yang terbesar di Indonesia.
Menara jam analog masjid dilengkapi sistem sinkronisasi waktu berbasis GPS dan pencahayaan iluminatif yang memperindah tampilan malam hari.
Pusat Peradaban Islam di Sulteng
Masjid Raya Baitul Khairaat tidak hanya menjadi rumah ibadah, tetapi juga pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan. Desainnya dipilih melalui sayembara terbuka pada 2021.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menyebut masjid ini sebagai simbol kebangkitan daerah. “Masjid ini menjadi pusat peradaban Islam di Sulawesi Tengah dan pintu berkah bagi masyarakat,” katanya.
Pembangunan masjid ini merupakan hasil sinergi tiga kepemimpinan daerah. Dimulai dari desain di masa Gubernur Longki Djanggola, dilanjutkan groundbreaking oleh Rusdy Mastura, dan diselesaikan pada masa Anwar Hafid.
Komitmen PTPP untuk Bangsa
Menurut Joko, dua rekor MURI tersebut mencerminkan komitmen PTPP melahirkan karya konstruksi berkelanjutan dan inspiratif. “Rekor ini bukan sekadar penghargaan, tetapi bukti nyata kontribusi kami terhadap pembangunan spiritual masyarakat,” ujarnya.
PTPP menegaskan perannya sebagai pionir pembangunan infrastruktur keagamaan yang berkualitas. Keberhasilan ini juga mendukung program Asta Cita pemerintah, khususnya dalam pemerataan pembangunan dan penguatan karakter keagamaan.
Dengan capaian ini, PTPP memperkuat posisinya sebagai perusahaan konstruksi nasional yang inovatif dan berintegritas. Masjid Raya Baitul Khairaat diharapkan menjadi warisan kebanggaan Indonesia bagi generasi mendatang.
