January 12, 2026

Polusi Asap di Sindang Jaya Memburuk, Warga Desak Pemerintah Bertindak

  • September 23, 2025
  • 2 min read
Polusi Asap di Sindang Jaya Memburuk, Warga Desak Pemerintah Bertindak

Tangerang, Gatranews.id – Ribuan warga di Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, kembali mengeluhkan asap pekat akibat pembakaran sampah dan limbah. Kondisi ini disebut telah berlangsung beberapa tahun terakhir, dan pada 2025 dinilai mencapai titik terparah.

Asap yang muncul hampir setiap hari itu menimbulkan bau menyengat serta berpotensi memicu gangguan pernapasan. Sebagian warga bahkan melaporkan mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Lebih dari 1.300 warga telah menandatangani petisi daring yang mendesak pemerintah segera turun tangan. Jumlah itu baru sebagian kecil dari total sekitar 10.000 warga di kawasan perumahan Sindang Jaya, dan tanda tangan masih terus bertambah.

Warga: Bangun Pagi Disambut Bau Asap

Ronny, salah satu perwakilan warga perumahan, mengaku sejak 2021 keluarganya mulai terganggu oleh asap pembakaran. Kondisi itu, katanya, semakin parah pada 2025.

“Asap sering berbau menyengat dan membuat sesak napas. Melalui aplikasi Nafas, kualitas udara di sini sering berwarna ungu, artinya sangat tidak sehat. Bangun pagi kami disambut bau asap, sore sampai subuh juga sama. Banyak warga batuk hingga terkena ISPA,” kata Ronny kepada Kompas.com, Selasa (23/9/2025).

Selain Ronny, puluhan warga lain juga melaporkan hal serupa. Mereka menduga sumber asap berasal dari pembakaran sampah rumah tangga, limbah hotel, plastik, hingga sekam padi.

Berdasarkan catatan warga, sedikitnya delapan orang telah mengalami ISPA, mayoritas anak-anak dan lansia. Salah satu kasus menimpa bayi berusia 10 bulan, yang hasil radiologinya menunjukkan gangguan pernapasan meski keluarganya bukan perokok.

Pola Pembakaran dan Bukti Lapangan

Warga mendokumentasikan pola munculnya asap. Hampir setiap hari, asap tebal muncul sejak pukul 18.00 hingga dini hari, bahkan terkadang pada pagi hari.

“Asap berwarna hitam, pekat, dan berbau seperti karet terbakar. Pernah pada 15 September 2025 pukul 18.10 WIB, security komplek bahkan membantu memadamkan api,” kata seorang warga lain.

Laporan mengenai kondisi ini disebut sudah berulang kali disampaikan kepada petugas keamanan perumahan, kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang. Developer perumahan juga dikabarkan telah bersurat ke instansi terkait. Namun, hingga kini belum ada langkah penanganan yang dianggap efektif.

Tuntutan Warga

Melalui petisi dan laporan resmi, warga Sindang Jaya menuntut penghentian segera praktik pembakaran sampah dan limbah ilegal di sekitar kawasan permukiman. Mereka juga mendesak pemerintah menegakkan regulasi serta meningkatkan pengawasan terhadap para pelaku pembakaran. Selain itu, warga berharap adanya penyediaan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, agar masyarakat tidak lagi bergantung pada cara membakar sampah.

Lebih jauh, warga menegaskan bahwa mereka berhak mendapatkan udara bersih dan sehat. “Udara bersih adalah hak dasar kami. Kami berharap pemerintah tidak hanya menunggu laporan, tetapi segera melakukan tindakan nyata,” ujar Ronny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *